beranda pilihan editor
Perspektif Oase Pustaka Jejak Sosok Wawancara Akademia Ensklopedia Sudut

Beranda SUDUT berita


Rabu, 22 April 2020, 20:51 WIB

Vitamin C dan Virus Corona (Covid-19)

SUDUT

Ilutrasi : Jhoni I

Oleh: Addion Nizori, S.TP,M.Sc., Ph.D *) & Fitrianingsih, S.Farm., M.Farm., Apt **)

Sampai hari ini (22/4/2020) kasus pandemi infeksi virus Corona (Covid-19) tercatat 2.558.959 kasus dengan angka kematian dilaporkan 177.704 orang (worldometers.info). Di Indonesia, jumlah kasus positif terinfeksi virus ini mencapai 7.135 kasus dengan pasien yang meninggal dunia berjumlah 616 orang (8,63% rate kematian) dan angka kesembuhan 842 orang. Jumlah kasus ini terus meningkat dari hari ke hari (https://health.grid.id/ akses 22/4/2020).

Banyak cara telah dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk meredam penularan virus ini, seperti jaga jarak dan pembatasan aktivitas sosial (social distancing), karantina wilayah, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah bersinergi dengan segenap jajarannya beserta organisasi masyarakat terus menghimbau kepada semua orang untuk selalu menggunakan masker setiap keluar rumah, cuci tangan  dengan sabun atau hand sanitizer dan penyemprotan desinfektan ke berbagai tempat yang ramai dikunjungi seperti pasar, kantor dan masjid. Razia dan pembatasan jam malam boleh beraktifitas pun sudah mulai diterapkan di berbagai daerah.

Di samping langkah-langkah tersebut, salah satu cara yang efektif adalah meningkatkan daya tahan tubuh (immune system) masyarakat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Jika, daya tahan tubuh kuat maka akan mengurangi resiko terinfeksi dari virus Covid-19 ini, karena virus Covid-19 sama seperti jenis virus lain akan menyerang sistem kekebalan tubuh (immune system). Kriteria pasien yang banyak terinfeksi dari virus ini adalah orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah seperti orang berusia lanjut dan yang memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) dari  penyakit kronis tertentu.

Sampai saat ini, obat/vaksin virus Covid-19 masih belum ditemukan, para peneliti di dunia masih berpacu untuk menemukannya. Penggunaan obat-obatan dengan kriteria Off-Label pun dilakukan, seperti penggunaan Chloroquin. Akan tetapi, beberapa hasil studi klinis menunjukkan masih banyak pasien yang intoleransi dengan obat ini.

Salah satu alternatif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan konsumsi vitamin C yang cukup dan teratur sesuai kebutuhan tubuh setiap harinya. Secara umum manfaat vitamin C adalah: pertama, meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan kinerja sel natural killer untuk mencari dan membunuh sel kanker atau sel lain yg membahayakan tubuh.

Kedua, mendukung kerja neutrofil, sel pertama dari sistem kekebalan tubuh yang merespons dengan cara menyerang bakteri atau virus. Manfaat ketiga, Vitamin C membantu meningkatkan kinerja limfosit dalam melacak virus dan bakteri yang bisa mengancam kesehatan tubuh.

Vitamin C ini juga sangat ampuh dalam membentuk antibodi yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Secara kimia, struktur molekul dari vitamin C, gugus hidroksilnya siap berikatan dengan radikal bebas, benda asing termasuk virus Covid-19, sehingga resiko tubuh manusia (host) terinfeksi virus korona ini akan berkurang.

Sumber dan Kebutuhan Vitamin C

Vitamin C sayangnya tidak bisa diproduksi di dalam tubuh manusia. Ia perlu diolah dari makanan yang berupa sayuran dan buah-buahan, seperti kiwi, brokoli, jeruk, cabe dan tomat. Namun, vitamin C juga mudah mengalami kerusakan selama proses pengolahan pangan karena sifatnya yang tidak stabil (mudah teroksidasi) dan sangat sensitif terhadap panas. Kita bisa mengkonsumsi suplemen vitamin C yang tersedia di pasaran untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Kebutuhan tiap hari (RDI) vitamin C untuk pria dewasa sebesar 100 mg dan 75 mg untuk wanita dewasa, dosis dapat ditingkatkan jika tubuh memerlukan jumlah asupan vitamin C yang lebih banyak. Adapun, batas aman yang direkomendasikan adalah 2000 mg/hari.

Akan tetapi, konsumsi vitamin C dengan dosis di atas 1000 mg/hari menyebabkan absorbsi menurun hingga 50%, produk hasil yaitu asam askorbat (vitamin C) yang tidak dimetabolisme ini akan diekskresikan melalui ginjal. Jadi, konsumsi vitamin C akan lebih efektif bila sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter dan indikasi penyakit.

Di RS Wuhan Cina telah banyak dilakukan pengobatan virus Covid-19 ini dengan dosis tinggi vitamin C dan hasilnya akan diperkirakan akhir September 2020. Hasil ini juga ditiru oleh Amerika serikat untuk mengobati pasien yang terkena serangan virus Covid-19.

Kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat termasuk yang paling tinggi dengan jumlah kasus positif sebanyak 819.175 kasus yang terus bertambah per harinya sebanyak 431 kasus baru dengan angka kematian 45.343 orang dan angka kesembuhan 82.973 orang.

Dikutip dari https://health.grid.id/,  Andrew G. Weber, dokter ahli paru dan spesialis perawatan kritis, pasien Covid-19 yang dirawat intensif langsung menerima 1.500 miligram vitamin C. Jumlah tersebut kemudian diberikan kembali tiga atau empat kali sehari. 

Pengobatan vitamin C ini didasarkan pada perawatan eksperimental yang diberikan kepada orang dengan virus Covid-19 di Shanghai, China."Pasien yang menerima vitamin C secara signifikan lebih baik daripada mereka yang tidak mendapatkan vitamin C," ungkap Weber.

Weber mengatakan kadar vitamin C pada pasien virus Covid-19 turun secara dramatis ketika terjadi sepsis, yakni respon peradangan yang terjadi ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan asupan vitamin C selama kondisi infeksi.

Melihat hal itu, memang belum diketahui secara pasti keefektifan vitamin C dalam mengatasi virus Covid-19. Tapi dilansir dari WebMD, Vitamin C, atau sering disebut asam askorbat, memang mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh menggunakan zat besi yang didapat dari makanan.Vitamin C juga merupakan antioksidan yang mencegah kerusakan sel-sel tubuh.

Jadi jelaslah, salah satu cara terbaik untuk melawan Pandemi virus Covid-19 adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh/immunitas dengan konsumsi vitamin C secara rutin. Di samping itu tetap menjaga pola makan dengan konsumsi makanan bergizi, olahraga secara teratur, istirahat yang cukup. Berpikiran positif (hati yang gembira) dan menghindari stress serta menjaga jarak dengan penderita atau keramaian yang berpotensi menularkan virus Covid-19.

Kemudian sebagai umat yang beragama tentu kita tidak lupa berdoa dan mohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari wabah, diberikan kesabaran atas segala cobaan dan musibah virus ini. Sekaligus introspeksi diri: Bukankah setiap penyakit itu ada obatnya? Setiap orang akan diuji dengan penyakit dan berbagai musibah, dan hanya orang-orang sabar dan selalu berikhtiar yang akan beruntung dan akan diselamatkan oleh Tuhan.

 

*) Ketua Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Provinsi Jambi dan Peneliti senior pada Centre of Excellence; Ethno-Medicine & Nutraceutical LPPM Universitas Jambi, email [email protected]

**) Peneliti senior pada Centre of Excellence; Ethno-Medicine & Nutraceutical LPPM dan  Dosen Farmasi Klinis Universitas Jambi

TAGAR: #Virus# Corona# Vitamin C#Covid-19

indeks berita Sudut
SUDUT Selasa, 01 Desember 2020, 09:00WIB
Pertanian Indonesiaku Terpuruk

Oleh: Allie Ghiardien Ginting *) Indonesia adalah negara dengan anugerah kekayaan keanearagaman hayati. Macam-macam tanaman pangan dapat tumbuh subur di sebagian wilayah Indonesia. Kelebihan lain selain sumber......

SUDUT Minggu, 07 Juni 2020, 09:08WIB
Wajah Buram Media Massa

Oleh: Aji Najiullah Thaib* Tren Headline media massa dewasa ini nyaris seragam, entah untuk sekadar menarik perhatian atau memang sesuai arahan. Narasi yang dihidangkan juga nyaris serupa. Kelakuannya mirip......