Kajanglako.com, Sarolangun – Jasad Muhammad Midun akhirnya ditemukan oleh petugas BPDB Sarolangun bersama Basarnas, 38 jam setelah hanyut terseret arus sungai Muara Limun, Kabupaten Sarolangun. Midun hanyut Sabtu lalu, (09/01).
Jasad Midun ditemukan petugas tepat pukul 06:30 WIB, Senin (11/01), 100 meter dari lokasi awal dirinya hanyut terseret arus. Petugas harus berjibaku menyusuri derasnya aliran sungai Muara Limun.
Trianto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun mengatakan, kencangnyanya arus air ditambah situasi air yang keruh membuat proses pencarian mengalami kesulitan. Selain itu menurut trianto, banyaknya ranting kayu juga menjadi factor penghambat pencairan.
"Kita emang kesulitan melakukan pencaharian lantaran derasnya aliran air serta banyaknya ranting kayu dan air yang keruh " kata Trianto
Trianto kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun menjelaskan selama 38 jam petugas berjibaku bersama air mencari keberadaan Midun akibat hanyut, pada Sabtu, hingga petugas menyusuri aliran sungai limun siang dan malam.
"Kita temukan pada pukul 06.30 wib Senin pagi, dan langsung kita bawa ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman," jelas Trianto kaepala BPBD Sarolangun.
Belum diketahui pasti kronologis yang akhirnya membuat Midun hanyut terseret arus sungai. Saat berita ini diliput, jasad Midun telah di bawa ke rumah duka. (Kjcom)
Editor. Arman Mandaloni