Rabu, 20 Januari 2021


Sabtu, 14 Desember 2019 08:33 WIB

Soedjatmoko

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Soedjatmoko. Sumber: rmsf.org

Oleh: Manuel Kaisiepo*

Membaca ulang pemikiran dalam buku The Fourth Industrial Revolution (2016) karya Klaus Schwab, pendiri dan Ketua World Economic Forum (WEF), membuat saya teringat cendekiawan besar Indonesia, Dr. Soedjatmoko, akrab disapa Pak Koko.



Lebih khusus lagi, saya teringat Jurnal Prisma, edisi ekstra, akhir tahun 1973 dengan topik "Membudayakan Masyarakat Dunia" (Reconstituting the Human Community).

Yang menjadi Redaktur Tamu sekaligus penulis Kata Pengantar untuk Prisma edisi istimewa itu adalah Dr. Soedjatmoko sendiri.

***
Buku Schwab memuat pikiran-pikiran besar tentang masa depan bersama umat manusia dihadapkan pada kemajuan teknologi mutakhir dan dilemanya dalam segala aspek kehidupan, termasuk juga aspek moral dan etika.
Tahap kemajuan teknologi mutakhir yang dikenal sebagai "Revolusi Industri Keempat", telah membawa transformasi dan perubahan mendasar yang skala, cakupan, serta kompleksitasnya belum pernah dialami umat manusia sebelumnya.

Tentu, pikiran dan gagasan serta rekomendasi yang dianjurkan, bukan hasil pemikiran Schwab sendiri. Ini hasil pergumulan berbagai pemikir hebat, negarawan, ekonom terkemuka, para industrialis, mantan CEO perusahaan multinasional dari berbagai negara yang bergabung dalam World Economic Forum di Davos, Swiss.

Tetapi pemikiran, concern dan rekomendasi dari Davos itu sebenarnya tidaklah baru. Dia adalah "kelanjutan" dari pergumulan pemikiran dan concern serupa 47 tahun lalu di Roma dan Bellagio, Italia. Substansi "pesan" yang disampaikan sama.

Pada Maret 1972 di Roma, berlangsung pertemuan para pemikir dunia dalam forum The Club Of Rome, membahas proyek riset global mereka yang dikerjakan oleh Massachussets Institute of Technology (MIT) di bawah Profesor Dennis L. Meadows dan timnya.

Riset itu kemudian dibukukan dengan judul The Limits To Growth ("Batas-batas Pertumbuhan"), sebuah buku yang sangat fenomenal saat itu.

Pertemuan berikutnya Februari 1973, Club of Rome kembali membahas "The Limits to Growth", dan menghasilkan sebuah dokumen berjudul "The Club of Rome - The New Threshold" ("Ambang Pintu yang Baru").
Kemudian dalam pertemuan berikutnya lagi Juli 1973 di Bellagio yang disebut Colloquium III Bellagio, dihasilkan sebuah dokumen penting: "Reconstituting The Human Community".

Dalam rangkaian pertemuan dua kelompok penting itu -- Kelompok Roma dan Kelompok Bellagio -- Dr. Soedjatmoko aktif sebagai pembicara, bahkan ikut menjadi perumus akhir dari dokumen-dokumen penting di atas.

***
Hasil rumusan dan rekomendasi dari pertemuan kedua kelompok pemikir dunia itulah yang kemudian diterjemahkan dan dimuat dalam Prisma edisi ekstra di atas.

Redaksi Prisma sungguh beruntung karena dalam edisi istimewa itu, Dr. Soedjatmoko sendiri bertindak sebagai Redaktur Tamu sekaligus menulis Kata Pengantar. Itu 47 tahun lalu!

Pemikiran-pemikiran baru dan rekomendasi yang diajukan Schwab dan kelompok pemikir di World Economic Forum saat ini rasanya adalah "lanjutan" dari tema besar yang sudah dibahas hampir setengah abad lalu.

 

*Dalam masa kepresidenan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Manuel Kasiepo diangkat menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia. Karya tulisnya terbit dalam bentuk jurnal, buku dan tulisan populer.


Tag : #Soedjatmoko #Klaus Schwab #World Economic Forum



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Selasa, 19 Januari 2021 10:08 WIB

Hilangnya Si Anak Sulung


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Di antara Soepajang dan Siroekam ada dataran tinggi yang luas. Beberapa pohon koebang yang bagus tumbuh

 

Perspektif
Selasa, 19 Januari 2021 09:53 WIB

Demokrasi Ternyata Bisa Mati, Juga di Amerika Serikat


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Sebagai seorang politisi sekaligus gubernur yang memiliki gelar doktor ilmu politik Anies Baswedan tidak aneh kalau memiliki

 

Tipikor
Senin, 18 Januari 2021 20:06 WIB

Cerita Kasus Korupsi Baju Linmas, Tiga Tersangka Kembalikan Kerugian Negara


Kajanglako.com, Merangin - Kasus korupsi baju Linmas Satpol PP Merangin sudah masuk tahap persidangan, Rabu (13/01) lalu sidang perdana di pengadilan Tipikor

 

Pandemi Covid-19
Senin, 18 Januari 2021 20:03 WIB

Hasil Evaluasi, Dinas Pendidikan Sarolangun Tetap Lakukan Sekolah Tatap Muka


Kajanglako.com, Sarolangun – Dinilai tidak menemui kendala, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau sekolah Tatap Muka di masa Pendemi Covid-19

 

Senin, 18 Januari 2021 19:50 WIB

Tahun 2020, 406 Perempuan Merangin Menjanda


Kajanglako.com, Merangin - Angka perceraian di Kabupaten Merangin tinggi. 2020 lalu tercatat ada 479 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama