Jumat, 24 September 2021


Sabtu, 17 Agustus 2019 10:14 WIB

Sejarah Museum Penyusunan Naskah Proklamasi

Reporter :
Kategori : Sudut

Museum Penyusunan Naskah Proklamasi. Dok. JP.

Oleh: Jumardi Putra

Sebulan lalu, sebelum mengunjungi Museum Sasmitaloka Jendral Ahmad Yani (baca di sini: http://kajanglako.com/id-8780-post-sasmitaloka-jenderal-anumerta-ahmad-yani-tragedi-pagi-buta-1-oktober-1965-.html), saya berkesempatan ke Museum Penyusunan Naskah Poklamasi (disingkat Munasprok) di Jalan Imam Bonjol No. 1, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.



Terang saja, kunjungan kali pertama ini menyembulkan rasa bahagia, sama halnya ketika saya bertandang ke Gedung Joang 45 di Cikini, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat dan Museum Sumpah Pemuda di Jl. Kramat Raya No.106, RW.9, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu.

Selama ini, bangunan bersejarah ini hanya saya ketahui melalui tayangan televisi dan buku-buku sejarah di bangku sekolah dasar, hingga ramai diabadikan oleh pengunjung museum melalui media youtube.

Sesampai di gedung bergaya arsitektur Eropa (Art Deco) ini saya tak segera masuk. Sejenak saya bercengkrama dengan dua orang Satpam. Dari arah pos keamanan, tampak beberapa pekerja sedang memperbaiki plafon bagian depan lantai dua bangunan. Gedung ini memiliki pintu-pintu dan jendela-jendela berukuran besar, tidak seperti bangunan pada umumnya.

Bangunan tua ini, seperti tertera di booklet Munasprok 2019, berdiri di atas tanah seluas 3.914 m2 dengan luas bangunan 1.138,10 m2. Gedung yang didirikan sekitar tahun 1920-an ini merupakan rancangan arsitek Belanda J.F.L Blankenberg.

Gedung ini mengalami beberapa kali renovasi sekaligus berpindah kepemilikan. Pada tahun 1931, gedung ini pernah digunakan oleh PT Asuransi Jiwasraya, lalu didiami  oleh Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang (Kaigun), Laksamana Muda  Admiral Tadashi Maeda, selama masa pendudukan Jepang.  Saat terjadi Perang Pasifik, gedung ini dipakai British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia.

Paska Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, gedung ini masih dihuni oleh mantan Atase Jepang di Den Haag dan Berlin pada 1930 itu sampai Sekutu mendarat di Indonesia, September 1945.

Usai kekalahan Jepang pada sekutu, bangunan ini sempat menjadi markas besar tentara kerajaan Inggris. Selanjutnya, hasil dari nasionalisasi terhadap aset miliki bangsa asing di Indonesia,  kepemilikan gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan, dan pengelolanya adalah Perusahaan Asuransi Jiwasraya pada September 1945.

Berselang enam belas tahun setelahnya (1961), gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Inggris, dan pada 28 Desember 1981 dipakai oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hingga  setahun setelahnya (1982) digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran untuk karyawan.

Selanjutnya, menyadari arti sejarah gedung ini, pada 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode Prof. Nugroho Notosusanto menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Akhirnya, berselang delapan tahun pasca instruksi Prof. Nugroho Notosusanto itu, berdasarkan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0476/1992, tanggal 24 November 1992, bangunan ini ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang Kebudayaan di bawah Dirktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nah, apa saja isi Museum Penyusunan Naskah Proklamasi ini. Selengkapnya baca di sini: http://kajanglako.com/id-8928-post-isi-museum-penyusunan-naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html

*Catatan ini merupakan buah dari rangkaian kunjungan penulis ke Museum Penyusunan Naskah Proklamasi pada19 Juli 2019. Sumber bacaan:  Hendri F. Isnaindi (editor), Seputar Proklamasi Kemerdekaan: Kesaksian, Penyiaran, dan Keterlibatan Jepang, Kompas: 2015 dan Booklet Musemum Penyusunan Naskah Proklamasi (Munasprok): 2019.


Tag : #naskah proklamasi #soekarno #hatta #achmad subardjo #laksamana maeda #proklamasi kemerdekaan indonesia



Berita Terbaru

 

Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi


Kajanglako.com, Sarolangun – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 

Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa


Kajanglako, Sarolangun – Dinas Pendidikan Sarolangun ingin menuntaskan pelaksanaan vaksinasi khusunya bagi para siswa. Saat ini beberapa sekolah

 

Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin dibawah kepemimpinan Bupati H Mashuri, meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, dari

 

Rabu, 22 September 2021 18:51 WIB

Pj Sekda Tanam Replanting Sawit Kemitraan


Kajanglako.com, Merangin - Pj Sekda Merangin Fajarman secara simbolis melakukan penanaman perdana program replanting sawit kemitraan strategis Gapoktan,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,