Minggu, 28 Februari 2021


Sabtu, 13 April 2019 08:38 WIB

Jokowi: Pragmatis yang Visioner

Reporter :
Kategori : Perspektif

Jokowi. Sumber: liputan6.com

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo *

Sebagai seorang yang terbiasa skeptis dalam memandang sesuatu, melihat carut marut perpolitikan dan kehidupan di negeri ini, rasanya Golput pilihan yang wajar bagi saya di kotak TPS nanti.



Tapi menanting ulang sepak terjang Jokowi sejauh ini, pilihan menjadi Golput jangan-jangan sebuah kemewahan di sebuah negeri yang mayoritas penduduknya miskin; ketika detik yang menentukan untuk memperbaiki keadaan ada di depan mata kita.

Jokowi yang sekilas sering tampak ndeso itu, sesungguhnya seorang yang visioner sekaligus pragmatis. Pragmatismenya kelihatan sangat jelas. Ketika dia melihat medan pertempuran begitu sesak dipenuhi oleh politik identitas, dia memilih Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sebuah pilihan yang bagi skeptis seperti saya rada konyol tapi kita paham rasionalitasnya. Pertempuran harus dimenangkan.

Sebagai orang yang terbiasa melihat sisi sosial dari pembangunan, keras kepalanya Jokowi menuntaskan pembangunan trans-Jawa dalam waktu singkat, dan tekadnya membuat jalan menembus belantara Papua; saya tahu punya berbagai dampak sosial yang hampir pasti belum diperhitungkan dengan saksama. Tapi Jokowi ngotot, pokoknya harus jadi. Pragmatismenya kuat.

Pragmatisme dan visioner seperti sesuatu yang bertolak belakang, kontradiktif; tapi saya lihat itulah Jokowi.

Saya kira Yudi Latief, seorang pemikir kenegaraan, yang menjadikan Pancasila obyek kajiannya; tepat ketika nenilai betapa minimnya visi ideologis para capres dalam debat terakhir. Pragmatisme tanpa ideologi bisa tanpa arah.

Jokowi memang tidak fasih dalam bicara ideologi, artikulasinya terbata-bata. Tapi saya melihat keras kepalanya untuk membangun infrastruktur tidak hanya di Jawa, tapi di seluruh pelosok tanah air; bagi saya adalah sebuah komitmen ideologis yang tanpa kefasihan verbal ingin menjadikan Indonesia proyek masa depan sebuah bangsa yang besar.

Jokowi menyadari sebagai presiden waktunya tidak banyak. Dia memilih bekerja keras sepenuh tenaga membangun fondasi bagi generasi pemimpin selanjutnya untuk membangun hal-hal lain nanti yang bersifat non fisik. Dalam titik inilah saya melihat pragmatisme yang visioner.

Mari kita tanting Jokowi. Menjadi Golput, dalam momen seperti ini, meskipun sah dan hak kita; tidakah terlalu mewah dan menjadi "bystanders" dan ujung-ujungnya "free rider"  yang cuma mencemooh, "show of" dan sedikit arogan?

*Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D. Peneliti sosial independen. Salah satu bukunya “From Colonization to Nation-State: The Political Demography of Indonesia (LIPI Press, 2013).


Tag : #Pilpres 2019 #Jokowi dan Pembangunan



Berita Terbaru

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas

 

Hari Sampah
Minggu, 21 Februari 2021 10:20 WIB

Peringati Hari Sampah Lewat Program Sepuluh Jari Menganyam


JAMBI--Memperingati hari sampah yang jatuh setiap 21 Februari, masyarakat Jambi diajak untuk lebih peduli lingkungan. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari

 

Sengketa Rumah Ibadah
Kamis, 18 Februari 2021 10:42 WIB

Sengketa Rumah Ibadah dan Kearifan Budaya Lokal Jambi


Oleh: Juparno Hatta* Di mata dunia internasional, Indonesia dikenal dengan nilai toleransi yang tinggi di tengah-tengah kemajemukan sebagai sebuah kesemestian.