Jumat, 30 Juli 2021


Minggu, 08 April 2018 21:05 WIB

Berusia 110 Tahun, Mbah Punem Iba Tak Tersentuh Perhatian Pemerintah

Reporter : Igun
Kategori : Berita Daerah

Mbah Punem, di usianya 110 tahun ia mengharapkan bantuan pemerintah/ foto: Igun

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Di Rantau Rasau Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ada seorang nenek berusia lebih 110 tahun. Oleh warga di tempat tinggalnya si nenek akrab disapa Mbah Punem.
 
Meski sudah tak kuat lagi berjalan, Mbah Punem masih terlihat sehat. Perempuan berambut putih ini terlihat sumringah saat awak media menyambangi rumahnya, Sabtu (7/4). Ia masih lumayan lancar diajak berkomunikasi.
 
Saat ditanyakan namanya, Mbah Punem masih bisa menjawab meski suaranya sudah terdengar agak kurang jelas.
 
Mbah Punem tinggal di RT 01 Kelurahan Bandar Jaya, Kecamatan Rantau Rasau. Perempuan yang lahir tahun 1908 itu kini tinggal dan menghabiskan masa tuanya bersama anak dan cucu-cucunya.
 
Menurut penuturan pihak keluarga, meski telah renta nenek yang telah berusia lebih satu abad lebih itu tidak mau selalu merepotkan anak dan cucunya. Ia selalu berusaha sendiri bila ingin makan, menjerang air hangat maupun BAB, meski harus dengan cara merangkak sebab usianya yang sudah uzur.
 
Bila sakit, Mbah Punem dirawat pihak keluarga di rumahnya yang sederhana, dengan mengkonsumsi obat resep dari dokter, tanpa mau disuntik.
 
Keluarga Mbah Punem menyatakan tidak ada resep apapun, sehingga bisa membuat nenek yang gemar makan ikan asin itu hidup hingga satu abad lamanya.
 
Mbah Punem sendiri hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Ironisnya, hingga kini ia belum tersentuh perhatian pemerintah, meski bantuan tunai maupun bedah rumah. 
 
Pemerintah daerah terkesan tutup mata, membiarkan wanita saksi sejarah tersebut hidup di bawah garis kemiskinan.
 
Di penghujung usianya tak banyak harapan yang diutarakan wanita renta ini. Dia mengatakan hanya ingin merasakan tidur di kasur empuk dengan rumah yang tidak bocor saat hujan dan panas saat siang bersama anak dan cucunya.
 
Raut wajah pesimis Mbah Punem begitu terlihat jelas saat menyampaikan harapan sederhananya itu, terlihat air matanya mengalir di sela keriput kulitnya. (kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign