Sabtu, 16 Oktober 2021


Kamis, 25 Januari 2018 14:43 WIB

Konflik Sejak Tahun 1995, Warga Empang Benao Tagih Janji PT KDA

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah Merangin

Mediasi antara pihak PT KDA dengan warga Empang Benao yang difasilitasi Pemda Merangin/ Foto: Riki Saputra

Kajanglako.com, Merangin - Konflik lahan kebun sawit antara warga Desa Empang Benao, Kecamatan Pamenang dengan PT Krisna Duta Agrindo (KDA) yang bergulir sejak 1995, hingga saat belum usai.

Sudah beberapa kali dilakukan mediasi antar kedua belah pihak, bahkan melibatkan Pemerintah Kabupaten, tidak juga menemukan kesepakatan. Warga menilai PT KDA sudah melanggar perjanjian yang penah disepakati kedua belah pihak.



"Kami menuntut hak kami hanya 30% dari 270 hektar lahan masyarakat yang digarap PT KDA di Desa Empang Benao," kata Nawi (62), warga Empang Benao, Rabu (24/1) malam.

Dia mengatakan sejak tahun 2000 hingga 2018 ini, masyarakat Empang Benao sudah berupaya mencari jalan keluar yang terbaik melalui mediasi. Namun disebutnya, pihak PT KDA terkesan mengulur-ulur sehingga persoalan ini tak kunjung rampung hingga saat ini.

"Sudah tiga kali masuk ini (mediasi) dari tahun 2000 sampai 2018, namun persoalan ini tidak ada titik terang dari PT KDA. Padahal yang kami minta itu hanya 30%," sebut Nawi lagi.

Sementara itu Humas PT KDA, Ucok mengatakan, sulit bagi perusahan untuk memenuhi tuntutan masyarakat, lantaran hal itu di luar perjanjian dan kesepakatan.

"Perusahan tidak mungkin memenuhi tuntutan sebesar 30% dari TBS, untuk masyarakat Empang Benao ini. Karena, hal ini di luar perjanjian kerjasama," kata Ucok.

Meski demikian, Ucok membenarkan adanya persoalan pihak KDA dengan masyarakat Empang Benao perihal Bantuan Sosial (Bansos) sebesar Rp 69 juta, yang hingga kini belum direalisasikan.

Namun disebutnya, hal itu bukan kesalahan manajemen PT KDA, melainkan masyarakat sendiri yang tak mau merima bantuan tersebut.

"Kalau untuk Bantuan Sosial (Bansos), PT KDA siap dari dulu. Namun, masyarakat tak mau menerimanya," tegas Ucok.

Setelah mendengar perdebatan antar kedua pihak, Bupati Merangin Al Haris yang hadir pada mediasi tersebut bersama ketua DPRD mengatakan agar mediasi tersebut diskor.

Pemerintah Daerah disebutnya akan berupaya membantu mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

"Ini kita skor dulu, pemerintah akan berupaya membantu mencari solusi terkait ini," kata Bupati. (kjcom)


Tag : #Konflik lahan #Perusahaan sawit #warga #bangko #merangin #Al Haris



Berita Terbaru

 

Jumat, 15 Oktober 2021 23:49 WIB

Ketum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan Masuk Bursa Capres 2024 dari PDI-P


Kajanglako.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Sutan Riska Tuanku Kerajaan, masuk dari 11 nama  Bursa

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:59 WIB

Bupati Merangin Raih Penghargaan APE 2021


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin, Mashuri meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) 2021, Kategori Madya (Pengembang) dari Kementerian

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:52 WIB

Cek Endra: Kesadaran Warga untuk Vaksin Masih Kurang


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabupaten Sarolangun terbilang sukses dalam menekan angka penyebaran pandemi Covid-19. Saat ini penderita Covid-19 di Sarolangun

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:42 WIB

Pimpin Rakor Forkopimda, Mashuri: Lubuk Bumbun Abrasi Oleh PETI


Kajanglako.com, Merangin - Kondisi Desa Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir yang mengalami abrasi dampak dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:34 WIB

Longsor, Akses Warga Bathin Pengambang Putus


Kajanglako.com, Sarolangun - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Batang Asai pada Senin malam, memicu longsor yang terjadi di beberapa titik di wilayah