Jumat, 24 September 2021


Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun dalam razia terhadap pelaku usaha memberlakukan denda hingga Rp 1.000.000.

Parmin penjual Bakso Murni Pakde Solo yang berada di komplek pertokoan pasar atas yang dianggap telah melanggar protokol kesehatan menilai penerapan denda tersebut terlalu kejam dan keras.



Sanksi diberlakukan kepada pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak mencantumkan banner wajib gunakan masker, melayani pembeli yang tidak gunakan masker. Lalu, tidak memberlakukan jaga jarak, atau tidak menyediakan air pembersih tangan disertai tisu atau lap tangan.

Hal itu dianggap sebagai pelanggar protokol kesehatan, dan telah melanggar aturan Bupati no 70 tahun 2020 tentang disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Parmin pemilik toko Bakso Murni Pakde Solo, yang dinyatakan melanggar protokol kesehatan, sempat berdebat dengan petugas saat terjaring razia. Menurutnya, penerapan sanksi membayar denda Rp 1.000.000 dan bila tidak dibayar tempat usahanya akan disegel, dinilai pemerintah terlalu keras.

"Cobalah, Pak, kami pagi ini belum dapat pelanggan, dikenakan sanksi bayar satu juta bukanya uang sedikit. Bukannya itu terlalu keras, cobalah bayangkan dan punya perasaan," kata Parmin.

Masih katanya, "Masak iya tidak ada toleransi, tiba-tiba razia yang dibilang melanggar dikenakan sanksi bayar satu juta ini sudah terlalu keras pak".

Parmin yang mengaku tidak punya uang untuk membayar denda karena omset pemasukan penjualannya di pagi hari masih kecil. Penyegelan tempat usahanya dilakukan oleh petugas sampai ia melakukan pembayaran ke bank 9 Jambi, baru segel bisa dibuka.

Sementara Kasat Pol PP Sarolangun Riduan menjelaskan, dari 5 beberapa toko yang melanggar protokol kesehatan dua di antaranya disegel lantaran tidak membayar denda pelanggaran prokes, termasuk toko Bakso Murni Pakde Solo. Segel akan dibuka bila telah dilakukan pembayaran denda.

"Kita menerapkan aturan yang berlaku, pelanggar yang disegel akan dibuka kembali bila telah melakukan pembayaran denda sebesar Rp 1.000.000," jelas Riduan, Kasat Pol PP Sarolangun. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi


Kajanglako.com, Sarolangun – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 

Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa


Kajanglako, Sarolangun – Dinas Pendidikan Sarolangun ingin menuntaskan pelaksanaan vaksinasi khusunya bagi para siswa. Saat ini beberapa sekolah

 

Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin dibawah kepemimpinan Bupati H Mashuri, meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, dari

 

Rabu, 22 September 2021 18:51 WIB

Pj Sekda Tanam Replanting Sawit Kemitraan


Kajanglako.com, Merangin - Pj Sekda Merangin Fajarman secara simbolis melakukan penanaman perdana program replanting sawit kemitraan strategis Gapoktan,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,