Jumat, 30 Juli 2021


Minggu, 18 Juli 2021 13:01 WIB

Tronton Muatan Besar Terus Melintas, Longsor Terus Kikis Badan Jalan Lintas Sumatera

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Jalan Lintas Sumatera Jambi - Sarolangun, nyaris lumpuh akibat longsor di badan jalan karena abrasi Sungai Batang Tembesi. Longsor telah melebihi setengah badan jalan lintas di Desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun, sementara pekerjaan pembuatan turap terkesan lamban.

Pembuatan turap yang dimulai awal tahun 2021, terkesan lamban dan jalan di tempat, akibatnya longsor semakin parah dan nyaris jalan lintas tengah tersebut putus.



Di lokasi pekerjaan turap Jalan Lintas Sumatera Jambi - Sarolangun, terpampang spanduk yang boleh melintas hanya muatan berkapasitas 8 ton, sementara kendaraan tronton bermuatan puluhan ton terus melintas. Hal ini berdampak jalan semakin amblas dan terus mengalami longsor.

Longsor terus terjadi bila kendaraan tronton bertonase tinggi  yang melintas, karena beban jalan tidak lagi sepadan dengan kapasitas muatan kendaraan di atasnya.

Tidak sedikit pengguna jalan yang menghawatirkan kondisi jalan yang semakin tidak stabil. Kekhawatiran mereka, bisa saja sewaktu-waktu di saat melintas di atas badan jalan, tanah kembali longsor.

Sebelumnya, terdapat sebuah mobil bermuatan amblas di bahu jalan yang ditimbun bebatuan. Kondisi ini diakibatkan lambannya pekerjaan turap dan terindikasi tidak adanya penegasan pengawasan pekerjaan. Akibat kondisi jalan yang rusak, tidak sedikit kendaraan pengangkut sembako terhambat.

Pasaribu, pengguna jalan mengaku terganggu dan khawatir karena pekerjaan dinilai lamban, akibatnya menghambat laju jalur lintas.

"Kita khawatir bang lewat sini, longsornya sudah melebihi setengah jalan lintas, ini kalau saya lihat kontraktor pekerjaan yang tidak jelas dan lamban," kata Pasaribu.

Kekhawatirannya ditambah dengan mobil muatan yang melebihi kapasitas 8 ton yang terus melintas, sehingga pergeseran jalan terus terjadi. 

"Ini kan muatan maksimal 8 ton, tapi saya lihat tronton muatan 35 ton terus melintas, ini membahayakan pengguna jalan lainnya. Saya harap Dinas Perhubungan dapat mengambil solusi, agar jalan ini tidak dilintasi mobil tronton bermuatan besar," jelas pengendara tersebut.

Selain pengerjaan proyek yang terkesan lamban, dari pantauan di lapangan, terlihat pekerja yang mengerjakan proyek turap tidak menggunakan pengamanan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti, helm, sepatu pengaman, serta sarung tangan. Ditakutkan sewaktu-waktu bisa saja longsor terjadi, sementara pekerja proyek bekerja tepat di bawah longsor. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign