Jumat, 30 Juli 2021


Rabu, 14 Juli 2021 12:05 WIB

DP3A Sosialisasikan Hak dan Ramah Anak di SMPN 17 Sarolangun

Reporter : Riadi
Kategori : Inforial Berita Daerah Pemerintahan

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dan seringnya terdengar kekerasan terjadi, yang meliputi kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual dan perlakuan tidak baik dengan penyalahgunaan narkoba, menuntut pemerintah bekerja ekstra.

Terkait itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sarolangun (DP3A) Rabu (14/07) pagi mengunjungi SMP N 17 Sarolangun. Kedatangan DP3A Sarolangun memberikan sosialisasi terkait dengan hak dan keramahan anak di SMP N 17  Sarolangun, yang dinilai telah menerapkan sekolah ramah anak, dengan memberikan hak-hak anak pada sekolah.



Kasus kekerasan terhadap anak berdasarkan data DP3A Sarolangun, tahun  2017 sebesar 38 kasus, 2018 terdapat 22 kasus, 2019 terdapat 36 kasus dan di tahun 2020 terdapat  22 kasus.

Mislawati Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak pada DP3A Sarolangun memberikan pengarahan terhadap sekolah ramah anak dan pemaparan memenuhi hak-hak anak serta meningkatkan keramahan anak.

"Setiap anak wajib mendapatkan keramahan dan hak hak anak untuk didapatkan," jelas Mislawati.

Lanjut Mislawati, anak merupakan amanah dan memiliki harkat dan martabat seutuhnya dan anak wajib dilindungi oleh bangsa dan negara karena anak merupakan regenerasi bangsa, bila adanya ditemukan kekerasan terhadap anak, maka mislawati menganjurkan untuk segera melaporkan hal tersebut.

"Anak wajib dilindungi oleh negara karena merupakan regenerasi bangsa, wajib diberikan hak hak anak, bila adanya kekerasan terhadap anak segera laporkan ke kami," sebut Mislawati.

Selain itu Mislawati menjelaskan, kekerasan anak yang meliputi, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan emosional, kekerasan seksual penyalahgunaan narkoba dan semua hal tersebut harus dihindari. Namun sebaliknya hak anak harus diberikan, seperti hak anak untuk bermain, hak anak untuk berpartisipasi, hak anak untuk mendapatkan perlakuan baik, hak anak mendapatkan hidup dengan orang tua, hak anak untuk mendapatkan tumbuh dan berkembang.

"Kita terus mengawasi setiap anak, dan setiap anak wajib mendapatkan haknya  selaku anak dan tidak mendapatkan kekerasan," sambungnya.

Mislawati menekankan terhadap semua anak siswa SMP N17 Sarolangun agar tidak mencoba dan terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, anak wajib mendapatkan perlindungan, di antaranya hak anak untuk tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba, termasuk penggunaan lem.

"Kita jangan coba coba untuk mengenal narkoba dan ngelem, itu sangat berbahaya dan dapat merusak anak serta moralnya," katanya. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign