Jumat, 30 Juli 2021


Selasa, 13 Juli 2021 21:09 WIB

Syargawi Dirut PDAM Sako Batuah Bantah Usir Oknum Wartawan, Ini Penjelasannya

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sako Batuah Kabupaten Sarolangun Syargawi angkat bicara terkait berita pengusiran salah satu oknum wartawan.

Syargawi menjelaskan tidak pernah mengusir wartawan inisial YN saat ingin konfirmasi ke kantornya, hal itu disampaikan Syargawi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (06/07).



"Apa yang disampaikan YN itu tidak benar, kemaren saat saya lagi berada di ruang kerja tiba-tiba pintu ruang kerja saya diketuk tiga kali dan langsung dibuka. Saya terkejut, saat itu saya bilang apa udah bilang ke umum, seharusnya kasih tahu dulu jika mau masuk. YN bilang bahwa petugas di umum tidak ada, pada hal saya cek di CCTV mereka standby," ungkap Syargawi.

“Kedatangan YN bukanlah konfirmasi, melainkan datang ketuk pintu dan langsung masuk, seharusnya dia sedikit lebih beretika," sambungnya.

Sargawi merasa keberatan karena berita yang dipublikasi tidak berimbang.

“Mestinya konfirmasi pada saya terkait masalah yang disampaikan oleh YN, namun ini tidak dilakukan seharusnya meluruskan berita yang telah beredar karena fakta kejadian tidak sama apa yang  telah dikatakannya," terang Sargawi.

“Dan apa yang telah kita lakukan merupakan peraturan PDAM, jika ada tamu yang datang harus melapor ke bagian umum bukan langsung masuk ke ruang kerja," pungkasnya.

Lebih lanjut disampaikan Syargawi, saat YN  masuk, Syargawi kaget, dan langsung menegur YN. "Saat ditegur YN langsung keluar dan saya susul keluar, saya bilang sini dulu. YN langsung ke luar dan bilang biarlah," ujarnya sambil berlalu pergi.

“Saya harap ada itikad baik dari YN minta maaf kepada saya," kata Syargawi.

Sementara sebelumnya YN salah satu oknum wartawan online menjelaskan, dirinya datang dan ingin konfirmasi ke Direktur PDAM Tirta Sako Batuah, terkait adanya keluhan masyarakat.

"Saya mau sampaikan keluhan masyarakat, terkait kualitas air, pipa bocor, namun setibanya di kantor saya masuk ke ruang Direktur, saya diusir dengan kata-kata tidak baik," ujar YN.

Dengan perlakuan Syargawi tersebut, YN mengaku kecewa dan langsung pulang.

Dari pengakuan YN, dirinya tidak menemui staf PDAM, dan langsung ke ruang Syargawi dengan mengetok pintu, setelah tiga kali mengetok pintu YN mengaku diusir Syargawi Direktur PDAM Tirta Sako Batuah Sarolangun .

"Saya lihat tidak ada stafnya di luar, saya ketuk pintu tiga kali, setelah itu saya diusir Syargawi, dengan kata-kata yang tidak baik" jelas YN.

Sementara di hadapan beberapa wartawan yang masih duduk di ruang tamu Direktur PDAM Sako Batuah Sarolangun, Syargawi menelpon salah satu Pimred media online yang diduga mempublikasi berita sepihak tersebut dari sumber YN, namun hingga malam permintaan hak jawab dari Syargawi Direktur PDAM Tirta Sako Batuah belum ditanggapi. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign