Jumat, 30 Juli 2021


Sabtu, 10 Juli 2021 02:22 WIB

Inspektur Inspektorat Sarolangun Dipanggil Kejari, Kasus Mark Up DD Desa Lidung Terus Bergulir

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Hukrim

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Kepala Inspektorat Sarolangun Muslihadi dipanggil Kejaksaan Negeri Sarolangun pada Kamis (08/07), terkait adanya pernyataannya yang mengatakan "Bila diberikan kewenangan, Inspektorat akan menetapkan tersangka setiap hari". Pernyataan ini diucapkan Muslihadi selaku Inspektur saat audiensi Inspektorat dan Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) pada Senin (05/07) lalu.

Usai mencuatnya pernyataan tersebut, Muslihadi dipanggil Kejaksaan Negeri Sarolangun disebut untuk menjelaskan maksud dari perkataannya. Dalam klarifikasinya, Muslihadi menjelaskan pernyataan tersebut dikatakannya sambil bercanda.



"Saya sudah klarifikasi, pernyataan saya itu sambil bercanda," sebut Muslihadi.

"Saya tidak menduga Kejaksaan lamban bekerja, tapi kalau diminta laporan terkait adanya kerugian negara kita berikan," jelas Inspektur Muslihadi.

Sementara, Abdul Haris Kasi Pidsus Kejari Sarolangun, saat dimintai keterangan mengenai Kepala Inspektorat tidak mau berkomentar terkait klarifikasi inspektur akibat adanya pernyataan yang membuat gerah kejaksaan.

"Kalau soal itu kita tidak mau berkomentar lah," kata Haris.

Abdul Haris menjelaskan, terkait Desa Lidung yang ditemukan adanya kerugian negara akibat proyek jalan rigit beton yang bersumber dari Dana Desa tahun 2019, dengan pagu anggaran sebesar 6.27 juta rupiah dengan panjang 840 meter, dalam perkembangannya akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Terkait perkembangan desa lidung kita akan lakukan ekspose  penetapan tersangka," jelas Abdul Haris, Kasi Pidsus Kejari Sarolangun.

Soal perkembangan kasus Mark Up penggunaan anggaran DD Desa Lidung, kata Abdul Haris, Kejari hanya minta penghitungan kerugian negara dari BPKP RI perwakilan Jambi yang sudah keluar. "Kita minta penghitungan kerugian melalui BPKP RI perwakilan Jambi bukan Inspektorat," tegasnya.

"Kami melakukan penegakan hukum tetap dijalankan, tidak menunggu apapun itu. Kami menjalankan tugas sesuai prosedur dan aturan yang berlalu," tutup Haris. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign