Jumat, 30 Juli 2021


Rabu, 07 Juli 2021 11:23 WIB

Aksi Pejalan Kaki Asal Toba Adukan Kejahatan Lingkungan ke Presiden

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Nasional

Aktivis lingkungan gelar aksi jalan kaki protes kejahatan lingkungan ke Presiden / Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Aktivis lingkungan asal Sumatera Utara melakukan aksi berjalan kaki ke Jakarta, menemui Presiden RI Jokowidodo, untuk mengadukan aksi kejahatan lingkungan. Akai ini sebagai bentuk protes masyarakat adat Toba atas keberadaan PT TPL yang selama ini dianggap telah merusak hutan dan melakukan penyerobotan lahan adat kawasan pesisir Danau Toba.

"Kami berjalan kaki meminta agar kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan dapat ditindak Presiden," sebut salah satu peserta aksi jalan kaki temui Presiden tersebut.



Sudah 24 hari tim yang terdiri dari 11 orang  aktivis lingkungan tanah Batak itu berjalan kaki sepanjang 793 KM dan beristirahat sejenak di Kabupaten Sarolangun, Rabu (06/07).

Setelah beristirahat semalam di kota Sarolangun, dan disambut anggota DPRD Sarolangun Ronald Pasaribu, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan diiringi dua mobil pengantar.

Aksi berjalan kaki merupakan inisiatif Togu Simorangkir yang menginginkan kejahatan lingkungan segera ditindak, hal ini banyak mendapat  dukungan dari beberapa lapisan masyarakat.

Aksi jalan kaki yang dilakukan Togu Simorangkir, Irwan Sirait, Anita Martha Hutagalung bersama delapan orang lainnya memulai perjalanan dari makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja ke XII Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Senin (14/06).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat adat Toba atas keberadaan PT TPL yang selama ini diduga telah merusak hutan dan penyerobotan lahan adat kawasan pesisir Danau Toba dan sering terjadi bentrok dengan masyarakat adat di sekitaran Danau Toba.

Nantinya rombongan pejalan kaki tim 11 tersebut setelah tiba di Jakarta menempuh perjalanan sepanjang lebih kurang 1.750 Km dari Lintas Wilayah Barat Sumatera, mereka akan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan PT TPL.

"Kita  meminta pemerintah mencabut izin konsesi pabrik bubur kertas, karena  PT TPL  tidak berdampak pada kesejahteraan warga setempat. Bahkan sebaliknya banyak  kerusakan ekosistem alam, dan penyerobotan lahan adat Toba yang terjadi," sebut Togu Simorangkir. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign