Jumat, 30 Juli 2021


Kamis, 24 Juni 2021 15:22 WIB

Kasus Korupsi DD Desa Lidung, Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Abdul Haris Kasi Pidsus Kejari Sarolangun / foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Desa Lidung Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun pada tahun 2019 lalu, mulai menemukan titik terang.

Dalam waktu dekat Kejari Sarolangun akan melakukan ekspose dan segera menetapkan tersangka. Kejari juga akan mengumumkan  besaran kerugian negara yang disebabkan oleh pembuatan jalan rabat beton sepanjang 840 meter tersebut.



Kuat dugaan ada mark up biaya dalam pembuatan jalan rabat beton yang bersumber dari dana desa (DD) Desa Lidung dengan pagu anggaran sebesar 627 juta rupiah, sehingga telah merugikan negara.

Pada saat penganggarannya, yakni tahun 2019, kuasa anggaran saat itu kepala desa dijabat oleh He dan dilaksanakan pembangunannya oleh Pejabat Kades Lidung yakni Ha.

Satu tahun sejak dimulai proyek jalan rabat beton Desa Lidung Kecamatan Sarolangun, pada masa akhir jabatan Kepala Desa He, ada kecurigaan penggelapan dana desa. Dugaan mark up penyimpangan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan pagu anggaran 627 juta pada tahun 2019. Penggunaan anggaran DD ini juga telah diperiksa oleh BPK RI perwakilan Jambi dan ditemukan adanya kerugian negara.

Abdul Haris Kasi Pidsus Kejari Sarolangun  kepada wartawan menjelaskan, setelah melalui pemeriksaan BPK RI perwakilan Jambi, terdapat kerugian negara dari kegiatan jalan rabat beton dan dalam waktu dekat akan segera ditetapkan tersangka kerugian dana desa Desa Lidung.

"Kita sudah menerima hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan Jambi, didapatkan adanya kerugian negara, dalam waktu dekat kita adakan ekspose kasus tersebut," sebut Abdul Haris. 

Sayangnya Abdul Haris belum mau membeberkan berapa kerugian negara yang diakibatkan kegiatan tersebut. Haris berjanji akan menyampaikan dalam waktu dekat dalam ekspose penetapan tersangka.

"Kita belum bisa menyebutkan berapa kerugian negara, akan kita sampaikan dalam penetapan tersangka nantinya besaran kerugian negara tersebut," sebutnya.

Sementara berdasarkan informasi yang beredar, kerugian negara yang disebabkan oleh mark up anggaran proyek jalan rabat beton Desa Lidung Kecamatan Sarolangun tersebut setelah diperiksa BPK RI Jambi, diduga mencapai di atas 2 ratus juta rupiah. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign