Jumat, 30 Juli 2021


Rabu, 23 Juni 2021 15:52 WIB

Terindikasi Lakukan Penyimpangan Anggaran, IWS Temui Bupati CE Tuntut Diskominfo Transparan

Reporter : RIadi
Kategori : Berita Daerah Pemerintahan

IWS Temui Bupati CE Tuntut Diskominfo Transparan / foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Ikatan wartawan Sarolangun (IWS), Rabu (23/06) pagi geruduk kantor Bupati Sarolangun. Para awak media ini menuntut Bupati segera melakukan evaluasi kinerja Kadis Kominfo Sarolangun.

Dinas Kominfo Sarolangun yang dinahkodai oleh Kurniawan dinilai tidak transparan terkait anggaran, terutama Diskominfo Sarolangun selama ini dinilai selalu menutup-nutupi anggaran publikasi media.



Sejak beralihnya kewenangan Humas ke Diskominfo dalam perubahan nomenklatur yang ditugaskan  mengatur kerjasama Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan media yang berada di Kabupaten Sarolangun hingga saat ini dinilai banyak kejanggalan.

Sejak kerja sama media di bawah kewenangan Diskominfo Sarolangun, IWS menyebut tidak ada satupun melibatkan media dalam kerjasama publikasi. Sementara organisasi Wartawan Sarolangun tersebut mendapat info bahwa anggaran digelontorkan untuk publikasi cukup besar.

Alasan inilah yang melatarbelakangi Ikatan Wartawan Sarolangun melakukan aksi demonstrasi menuntut ketransparanan anggaran media yang dikelola oleh Diskominfo Sarolangun.

"Kita sejauh ini merasa dipermainkan diskominfo, dan kita minta anggaran diskominfo di audit dan minta bupatilakukan evaluasi kinerja diskominfo," sebut Asmara, Korlap aksi.

Puluhan orang massa dari IWS mendatangi kantor bupati dan meminta Bupati Sarolangun melakukan evaluasi kinerja Diskominfo. Massa juga meminta dilakukannya audit anggaran Diskominfo.

Tidak hanya itu, peserta aksi yang terdiri dari wartawan Sarolangun tersebut juga menilai pernyataan yang pernah dilontarkan oleh oknum di Diskominfo telah mengkerdilkan profesi dan peran wartawan.

"Kita dikerdilkan Diskominfo dengan pernyataan kami tidak butuh wartawan, wartawan yang butuh kami," sebut Sobirin, peserta aksi.

Setelah melakukan aksi hampir dua jam di halaman kantor Bupati Sarolangun, Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) disambut langsung Bupati Cek Endra dan Wakil Bupati Hilalatil Badri dalam mediasi. Bupati mengaku tidak mengetahui dan Cek Endra berjanji akan melakukan evaluasi Kadis Kominfo dan jajaran Kabid di Diskominfo.

"Saya terima kasih aspirasi pers telah mengingatkan kita, aspirasi ini akan kita tindak lanjuti dan saya tidak berkenan adanya ketidak transparan bawahan saya," ujar Bupati Cek Endra.

Cek Endra berjanji meminta seluruh bawahannya untuk transparan dalam penggunaan anggaran APBD Kabupaten Sarolangun, dan melakukan evaluasi pada Kadis Kominfo Sarolangun dan jajarannya yang dianggap tidak bisa bekerja.

"Kita akan lakukan evaluasi Dinas Kominfo, tidak hanya itu semua OPD akan kita lakukan evaluasi juga," tegas Cek Endra. (Kjcom)


Tag : #Sarolangun #DIskominfo #bupati #ce #IWS #wartawan



Berita Terbaru

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:19 WIB

Razia Prokes Pelaku Usaha, Pelanggar Disanksi Denda Hingga Segel


Kajanglako.com, Sarolangun - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun mulai memberlakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan bagi

 

Sosok dan Pemikiran
Rabu, 28 Juli 2021 07:20 WIB

Romo Kuntara dan Jawa Kuna


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Secara kebetulan saat menjadi profesor tamu di Institute for Language and Culture of Asia and Africa-Tokyo University of Foreign