Jumat, 25 Juni 2021


Minggu, 23 Mei 2021 12:43 WIB

Pangkalan Gas Nakal, Gas Bersubsidi Bukannya untuk Warga Biasa Malah Utamakan Pelaku Usaha

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Batanghari - Distribusi gas 3 kg bersubsidi yang diperuntukkan bagi warga miskin, sepertinya tidak lagi tepat sasaran peruntukannya. Betapa tidak, di Pall V Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi yang terdapat banyak pangkalan elpiji, namun warga masih saja mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas melon (3 kg).

Dari keterangan beberapa warga yang diperoleh, sedikitnya terdapat tiga pangkalan besar gas melon di wilayah Pall V Muara Tembesi.



Pangkalan Adi, misalnya, yang berada di depan Bank BRI Muara Tembesi, di kala elpiji masuk, tidak lagi memperhatikan gas layak digunakan untuk siapa. Semua pedagang eceran datang dengan membawa tabung gas tanpa ada batasan kuota untuk dilayani. Sehingga saat warga setempat membeli elpiji, justru gas dalam kondisi habis.

"Padahal, baru sekitar 3 jam tabung gas masuk satu truck ke pangkalan" ujar salah seorang warga yang tidak kebagian elpiji.

Riyadi, warga Pall V Tembesi saat mencari gas melon untuk memasak, merasa sulit, sementara gas di pangkalan masih ada namun dinyatakan habis.

Seperti di pangkalan milik Amran yang berada di Pall V Tembesi, kata Riyadi, saat ditanya sang pemilik pangkalan mengatakan tidak ada gas atau sudah habis. Sementara, diakui Riyadi, dalam perjalanan pulang ia justru melihat pekerja Amran membawa gas melon sebanyak empat tabung ke pelaku usaha seperti bakso dan mie ayam.

"Saya tanya tidak ada, tapi saya lihat pekerjanya mengantarkan empat tabung gas melon ke pelaku usaha bakso dan mie ayam, jadi bingung gas subsidi ini berlaku untuk pelaku usaha atau warga berpenghasilan rendah," kesal Riyadi.

Tidak hanya di situ, masih berdasarkan penuturan Riyadi, warung milik  Akiong yang berada di depan SDN 25 Kampung baru Muara Tembesi yang disinyalir bukan pangkalan resmi, memiliki banyak tabung gas yang diperolehnya dan diduga disalurkan ke tempat lain.

Riyadi saat menanyakan gas melon yang biasa dijual di warung Akiong, pekerjanya mengatakan banyak gas di dalam, namun saat ditanyakan ke pemiliknya langsung justru dijawab gas habis.

Merasa bingung, Riyadi sempat mempertanyakan gas yang diperoleh dilarikan kemana. Namun tidak ada jawaban dari pemilik warung.

Tidak hanya Riyadi, di waktu yang hampir bersamaan terdapat beberapa warga lainnya yang membawa tabung elpiji hilir mudik untuk mendapatkan setabung gas bersubsidi. Mereka juga mengeluhkan kondisi tersebut karena tidak mendapatkan gas melon di pangkalan. Namun, gas bersubsidi tersebut bisa didapatkan di pedagang eceran dengan harga berkisar hingga Rp 30.000 per tabung.

Riyadi berharap Dinas Perdagangan Kabupaten Batanghari segera melakukan sidak dan mengecek semua pangkalan di Pall V Muara Tembesi. Karena kata dia, keberadaan pangkalan gas di Pall V Tembesi disinyalir tidak lagi mengutamakan kepentingan masyarakat setempat, melainkan kepentingan pelaku usaha dan pengecer, serta pembeli yang dengan harga tinggi disinyalir dijual ke luar.

"Saya harap Disperindag Batanghari segera sidak dan tertibkan semua pangkalan di Pall V kelurahan kampung baru muara Tembesi," harap Riyadi. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Kamis, 24 Juni 2021 17:33 WIB

Letusan Senpi Iringi Uji Menembak Personil Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun -  Sebanyak 119 Personil Polres Sarolangun melakukan latihan uji Menembak di lapangan tembak Endra Dharmalaksana, Kamis

 

Kamis, 24 Juni 2021 15:22 WIB

Kasus Korupsi DD Desa Lidung, Kejari Segera Tetapkan Tersangka


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Desa Lidung Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun pada tahun 2019 lalu, mulai

 

Sosok dan Pemikiran
Kamis, 24 Juni 2021 09:15 WIB

Membaca Hatta dan Pasal 33 Itu


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo*Saya mulai mengenal tulisan Hatta ketika akhir tahun 80an meneliti sejarah transmigrasi. Saat itu saya sedikit terkejut karena

 

Rabu, 23 Juni 2021 16:23 WIB

Sarolangun Tempat Nyaman Anak Punk Berkeliaran, PKL Harap Pol PP Segera Tertibkan


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabupaten Sarolangun dikenal dengan kabupaten dangan nuansa religi yang kental, memegang nilai dan seloko adat, serta

 

Rabu, 23 Juni 2021 15:57 WIB

IWS: DPRD Sarolangun 'Illfeel' terhadap Aspirasi Pers


Kajanglako.com, Sarolangun – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) melanjutkan aksinya ke gedung dewan, usai dari