Senin, 12 April 2021


Selasa, 06 April 2021 14:32 WIB

Persoalan PETI Tak Kunjung Usai, Lintas OKP Sarolangun Gelar Aksi Demonstrasi

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Orasi perwakilan dari HMI/ foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lintas OKP Sarolangun melakukan Aksi Demontrasi di jalan Lintas Sumatera, tepatnya di persimpangan Pelayang jalan lintas Sarolangun, Selasa (06/04/2021).

Massa menuntut pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera melakukan penertiban aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) menggunakan alat berat jenis ekskavator yang sampai saat ini masih beroperasi, merambah hutan di wilayah hulu Sungai Limun dan hulu Sungai Batang Asai.



Aliansi Lintas OKP Sarolangun ini terdiri dari Himpunan Mashasiswa Islam (HMI) Sarolangun, PMII Sarolangun, Karang Taruna Kabupaten Sarolangun dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sarolangun.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Lintas OKP Sarolangun Padhil Khusairi mengatakan, persoalan aktifitas PETI di Sarolangun tak kunjung selesai dan terus merusak alam. Dia mendesak aparat penegak hukum segera mengeluarkan alat berat dan menegakkan hukum bagi aktor pelaku PETI.

"Kita minta penegak hukum mengeluarkan puluhan ekskavator yang beraktifitas di hulu sungai tanpa perlu bersikap humanis," sebutnya.

Padhil mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan belum begitu sukses, karena rencana massa memblokade jalan lintas sumatera tidak tercapai. "Aksi kami ini tidak sukses atau terintimidasi karena dihalang-halangi oleh aparat maupun pemerintah,” ujar Padhil.

Padhil mengatakan pihaknya memberikan pernyataan sikap kepada pemerintah dan pihak kepolisian. Dan Aliansi Lintas OKP ini masih menunggu bagaimana reaksi dan sikap pemerintah terhadap tuntutan massa aksi. “Jika pernyataan sikap kami ini tidak ada keputusan maka kita di kemudian hari akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

"Kita tegaskan dengan permintaan apapun keputusan hari ini, untuk alat berat Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi merambah hutan di wilayah hulu Sungai Limun dan hulu Sungai Batang Asai, agar segera keluar dan tidak beroperasi terlebih dahulu menjelang kita bahas dengan kesepakatan bersama,” tandasnya. (Kjcom) 


Tag : #PETI #Sarolangun #Pemda



Berita Terbaru

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati

 

Rabu, 07 April 2021 19:39 WIB

Truck Bertonase Besar Kerap Melintas, Jalan Longsor Terancam Putus


Kajanglako.com, Sarolangun - Akses jalan lintas nasional jalur Jambi - Sarolangun yang berada di Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun,