Jumat, 25 Juni 2021


Selasa, 06 April 2021 14:32 WIB

Persoalan PETI Tak Kunjung Usai, Lintas OKP Sarolangun Gelar Aksi Demonstrasi

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Orasi perwakilan dari HMI/ foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lintas OKP Sarolangun melakukan Aksi Demontrasi di jalan Lintas Sumatera, tepatnya di persimpangan Pelayang jalan lintas Sarolangun, Selasa (06/04/2021).

Massa menuntut pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera melakukan penertiban aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) menggunakan alat berat jenis ekskavator yang sampai saat ini masih beroperasi, merambah hutan di wilayah hulu Sungai Limun dan hulu Sungai Batang Asai.



Aliansi Lintas OKP Sarolangun ini terdiri dari Himpunan Mashasiswa Islam (HMI) Sarolangun, PMII Sarolangun, Karang Taruna Kabupaten Sarolangun dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sarolangun.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Lintas OKP Sarolangun Padhil Khusairi mengatakan, persoalan aktifitas PETI di Sarolangun tak kunjung selesai dan terus merusak alam. Dia mendesak aparat penegak hukum segera mengeluarkan alat berat dan menegakkan hukum bagi aktor pelaku PETI.

"Kita minta penegak hukum mengeluarkan puluhan ekskavator yang beraktifitas di hulu sungai tanpa perlu bersikap humanis," sebutnya.

Padhil mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan belum begitu sukses, karena rencana massa memblokade jalan lintas sumatera tidak tercapai. "Aksi kami ini tidak sukses atau terintimidasi karena dihalang-halangi oleh aparat maupun pemerintah,” ujar Padhil.

Padhil mengatakan pihaknya memberikan pernyataan sikap kepada pemerintah dan pihak kepolisian. Dan Aliansi Lintas OKP ini masih menunggu bagaimana reaksi dan sikap pemerintah terhadap tuntutan massa aksi. “Jika pernyataan sikap kami ini tidak ada keputusan maka kita di kemudian hari akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi,” ungkapnya.

"Kita tegaskan dengan permintaan apapun keputusan hari ini, untuk alat berat Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih beroperasi merambah hutan di wilayah hulu Sungai Limun dan hulu Sungai Batang Asai, agar segera keluar dan tidak beroperasi terlebih dahulu menjelang kita bahas dengan kesepakatan bersama,” tandasnya. (Kjcom) 


Tag : #PETI #Sarolangun #Pemda



Berita Terbaru

 

Kamis, 24 Juni 2021 17:33 WIB

Letusan Senpi Iringi Uji Menembak Personil Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun -  Sebanyak 119 Personil Polres Sarolangun melakukan latihan uji Menembak di lapangan tembak Endra Dharmalaksana, Kamis

 

Kamis, 24 Juni 2021 15:22 WIB

Kasus Korupsi DD Desa Lidung, Kejari Segera Tetapkan Tersangka


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) Desa Lidung Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun pada tahun 2019 lalu, mulai

 

Sosok dan Pemikiran
Kamis, 24 Juni 2021 09:15 WIB

Membaca Hatta dan Pasal 33 Itu


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo*Saya mulai mengenal tulisan Hatta ketika akhir tahun 80an meneliti sejarah transmigrasi. Saat itu saya sedikit terkejut karena

 

Rabu, 23 Juni 2021 16:23 WIB

Sarolangun Tempat Nyaman Anak Punk Berkeliaran, PKL Harap Pol PP Segera Tertibkan


Kajanglako.com, Sarolangun – Kabupaten Sarolangun dikenal dengan kabupaten dangan nuansa religi yang kental, memegang nilai dan seloko adat, serta

 

Rabu, 23 Juni 2021 15:57 WIB

IWS: DPRD Sarolangun 'Illfeel' terhadap Aspirasi Pers


Kajanglako.com, Sarolangun – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Sarolangun (IWS) melanjutkan aksinya ke gedung dewan, usai dari