Senin, 12 April 2021


Rabu, 03 Maret 2021 08:25 WIB

Diduga Disunat, Dewan Pertanyakan Setoran Retribusi Terminal Muarabulian

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Daerah

Foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Uang setoran retribusi Terminal Muarabulian diduga disunat. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Batanghari.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Batanghari Yoghi Verly Pratama, saat dikonfirmasi Selasa (2/3/2021), bahwa jika dikalkulasikan dengan jumlah truk bertonase 1 hingga 24 ton yang melintas per harinya, uang setoran yang tercatat di Dinas Perhubungan (Dishub) Batanghari tidak sesuai dengan jumlah truk dan bus yang melintas.
 
Yoghi menyebut, selaku anggota DPRD Batanghari, Komisi II dalam waktu dekat ini akan menggelar pertemuan dengan Dishub Batanghari. “Iya, kami akan panggil pihak Dishub Batanghari dan mempertanyakan Retribusi terminal Muarabulian. Data yang kita temukan, setoran perbulan retribusi Terminal sungguh tidak masuk akal. Sebab, jika setoran perbulannya Rp 1.640.000, dikalikan dengan jumlah truk tonase yang melintas sangat jauh nilainya. Data yang ada, retribusi truk dan Bus bertonase 1 hingga 9 ton Rp 5000 permobil. Untuk tonase 10 hingga 14 ton Rp 7000 permobil dan tonase 15 hingga 24 ton Rp 10.000 permobil,” tegas Yoghi.
 
Dengan data tersebut, lanjutnya, Fraksinya menilai sangat tidak mungkin retribusi terminal hanya bisa menyetor per bulannya Rp 1.640.000. “Data yang kami terima untuk setoran retribusi truk batu bara sehari semalamnya hanya 300 truk batubara dikalikan Rp 5000 permobil ditambah 20 mobil tonase 10 hingga 14 ton hanya 20 mobil semalaman. Setahu kami, jumlah truk Batubara saja yang melintas sehari semalam lebih kurang 1000 mobil bahkan lebih. Kan tidak masuk akal hanya bisa setor retribusi 300 mobil truk batubara, kemana sisanya, apakah goodby saja tidak dipungut setoran. Bagaimana PAD meningkat kalau seperti ini terus hasilnya,” kesal Yoghi.
 
Terpisah, Dwi Wasto selaku Kabid Penataan Lalu Lintas dan Terminal Dishub Batanghari saat dikonfirmasi diruang kerjanya Selasa (2/3/2021) menjelaskan bahwa, data setoran retribusi terminal yang masuk perharinya selalu bervariasi. “Ada dua regu yang bertugas sehari semalam disana, satu regu terkadang setorannya Rp 200.000. Jika cuaca hujan, setoran tidak sampai segitu. Jika cuaca normal terkadang sehari semalam mencapai Rp 500.000 setoran retribusi terminal,” kata Dwi Wasto.
 
Dwi Wasto menjelaskan, seringkali petugas dilapangan cekcok dengan para sopir batu bara terkait setoran retribusi terminal. “Bukan gampang dindo untuk memungut setoran di terminal. Apalagi saat petugas menagih retribusi dengan sopir truk batubara, terkadang nyaris ribut dengan sopir karena tidak mau membayar retribusi. Namun kami tetap optimis setiap tahunnya setoran retribusi terminal dan parkir ditepi jalan umum selalu mencapai target,” jelasnya.  
 
Lebih jauh dikatakannya, pada tahun 2021 ini, target retribusi terminal sebesar Rp 1.259.060.000. Retribusi tersebut mencakupi retribusi terminal, parkir dan jasa usaha mobil. “Target retribusi terminal Muarabulian capai Rp.896.780.000 pertahun. Sementara parkir ditepi jalan umum mencapai Rp 165.720.000 dan  retribusi jasa usaha mobil Rp 36 juta. Tahun 2020 lalu, retribusi terminal mencapai 103 persen. Meliputi, target retribusi mencapai Rp 679.149.000, realisasinya Rp 701.998.000 atau 103, 36 persen,” tutupnya. (Kjcom)






Berita Terbaru

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati

 

Rabu, 07 April 2021 19:39 WIB

Truck Bertonase Besar Kerap Melintas, Jalan Longsor Terancam Putus


Kajanglako.com, Sarolangun - Akses jalan lintas nasional jalur Jambi - Sarolangun yang berada di Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun,