Kamis, 04 Maret 2021


Kamis, 28 Januari 2021 09:13 WIB

Dukung Berantas PETI, Kades Harap Pemerintah Legalkan Menjadi Tambang Rakyat

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Warga bersama aparat saat melakukan uapaya pemberantasan PETI di Sarolangun (Foto:kajanglako/Riadi)

Kajanglako.com, Sarolangun - Aksi pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan lindung Lubuk Bedorong yang merusak aliran sungai Muara Limun di dukung penuh Kepala Desa dan masyarakat, mereka mendukung tim gabungan dalam pemberantasan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI di kecamatan limun serta dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kepala desa panca karya kecamatan Limun Saidina Ali mengatakan pihaknya sangat mendukung langkah persuasif yang di lakukan tim gabungan  dalam upaya pemberantasan PETI yang menggunakan alat berat.



"Kita sangat mendukung aktifitas pemberantasan PETI dengan cara persuasif atau  pendekatan yang menggunakan alat berat." kata Saidina Ali

Dijelaskan Ali dalam upaya pemberantasan peti polisi berhasil mengeluarkan belasan alat berat yang keluar dan berada di didesanya tersebut, bukan beroperasi di wilayahnya namun melakukan aktivitasnya di wilayah desa lubuk bedorong, semua pemilik alat berat tersebut  bukan milik warga desanya.

"Kita sangat mendukung dan 13 alat berat yang dikeluarkan mereka sebahagian beroperasi di kawasan hutan lubuk bedorong," sambung Saidina.

Selain itu Saidina Ali berharap pemerintah memberikan solusi, karena warga mencari nafkah dari hasil tambang tersebut, selain itu pemerintah berikan izin untuk menjadikan tambang rakyat yang memiliki izin operasional.

"Kita harap tambang emas ini ada izin dan dilegalkan untuk dijadikan tambang rakyat," jelasnya

Sementara itu  warga desa Panca Karya,  Mubarok salah satu pemilik alat berat mengatakan, masyarakat sebagai pelaku penambangan emas tanpa izin sudah sangat koperatif dan mendukung tim gabungan untuk memberhentikan aktivitas penamabangan namun ia meminta kepada pemerintah maupun TNI dan Polri untuk memberikan solusi, karena selama ini masyarakat bekerja dalam mencari emas,untuk memenuhi kebutuhan nafkah rumah tangga, apalagi harga karet yang dalam sepuluh tahun terahir terjun bebas.

"Kita sangat mendukung langkah tim dalam pemberantasan peti dengan cara persuasif, tapi pikirkan juga warga yang mencari nafkah dari sini, untuk itu kita harap pemerintah segera melegalkan menjadi tambang rakyat" sebut Mubarok

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono menjelaskan akan membantu masyarakat untuk mendapatkan izin dari operasional penambangan emas tanpa izin  dialihkan menjadi tambang rakyat, karena menurut Kapolres langkah penindakan hukum tidak menyelesaikan persoalan.

"Kita semua akan bantu menjadikan Tambang Emas Tanpa Izin ini agar memiliki izin dan menjadi tambang rakyat agar semua dapat terpantau dengan baik, karena kita tahu PETI dalam penegakan hukum tidak efektif dan menjadikan situasi Kamtibmas tidak kondusif," kata Kapolres. (Kjcom)


Tag : #jambi #sarolangun #peti #tambang emas tanpa izin



Berita Terbaru

 

Rabu, 03 Maret 2021 08:25 WIB

Diduga Disunat, Dewan Pertanyakan Setoran Retribusi Terminal Muarabulian


Kajanglako.com, Batanghari - Uang setoran retribusi Terminal Muarabulian diduga disunat. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Batanghari. Menurut

 

Selasa, 02 Maret 2021 21:31 WIB

Bahas Honorer Nonkategori, DPRD Merangin Panggil Diknas dan BKD


Kajanglako.com, Merangin - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin hearing dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan BKPSDM Merangin,

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas