Rabu, 20 Januari 2021


Kamis, 24 Desember 2020 06:06 WIB

Menuju Era Transformasi Digital dengan Big Data

Reporter :
Kategori : Perspektif

ilustrasi

Oleh: Tria Anggita Hafsari*

Internet telah menjadi essentials need dalam kehidupan kita sehari-hari. Pengguna internet saat ini tak hanya berasal dari kalangan elite namun telah merambah pada semua kalangan masyarakat. Begitu pula dengan rentang usia pengguna internet, kelompok usia muda hingga kelompok lansia aktif menjelajah dunia digital. Dahulu internet lebih banyak dimanfaatkan pada sektor bisnis, namun sekarang untuk berkomunikasi dan menjalin silaturahmi secara umum pun kita sudah sangat mengandalkan internet. Fenomena pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-Hari kemudian dikenal dengan Internet of Things (IoT), sebuah konsep adanya konektivitas yang diatur oleh internet melalui perangkat IoT misalnya laptop, smartphone, smartwatch dsb. Melalui IoT kita dapat melebarkan aksesibilitas pada berbagai hal sehingga menciptakan kehidupan yang lebih efektif dan efisien dibandingkan operasi manual.



Kemajuan teknologi yang kian canggih secara tidak sadar menggiring kita bertransformasi dari operasi manual ke operasi digital dengan memanfaatkan jairngan internet. Transformasi digital adalah masa depan, tidak menampik kemungkinan di masa yang akan datang transformasi digital menjadi strategi bertahan hidup seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Salah satu perkembangan teknologi yang cukup cepat adalah teknologi informasi dan komunikasi (TIK), terdapat kata informasi yang berarti semakin canggih teknologi tersebut maka akan semakin banyak informasi yang memuat sejumlah data-data. Data tersebut, baik yang terstruktur ataupun yang tidak terstruktur, dianalisis dalam jumlah besar merupakan upaya transformasi digital. Data yang terhimpun secara digital seringkali kita sebut dengan jejak digital. Semakin banyak jejak digital dari seseorang maka semakin banyak banyak pula informasi yang disimpan. Data dan informasi yang disimpan lama kelamaan menjadi data yang besar, kemudian kita mengenalnya sebagai big data. Istilah big data mungkin bagi sebagian pengguna internet masih terdengar asing. Konsep big data memang masih belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat bila dijelaskan secara ilmiah namun sudah banyak penerapan big data yang telah kita rasakan manfaatnya seperti Gojek, Grab, Facebook, Twitter, dsb.

 

Transformasi Digital

Era modernisasi merujuk pada kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. MIT Sloan Management Review dalam Morgan (2019) mendefinisikan transformasi digital sebagai penggunaan teknologi secara radikal untuk meningkatkan kinerja atau jangkauan perusahaan. Dilansir dari hpe.com adalah proses integrasi teknologi digital ke dalam segala aspek bisnis yang membutuhkan perubahan mendasar dalam teknologi, budaya, operasi dan pengiriman nilai. Transformasi digital dalam hal ini yaitu mengenai bagaimana meningkatkan kinerja daripada mengimplementasikan teknologi. Lebih lanjut transformasi digital harus dimulai dengan transformasi manajemen. Manajemen menjadi tantangan yang besar sekali dan jarang dilihat seorang manajer sebagai masalah utama yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan transformasi digital.

Morgan (2019) menjelaskan bahwa langkah yang tepat untuk melakukan pendekatan transformasi digital ini yaitu dengan mengidentifikasi bisnis, manajemen, proses dan permsalahannya terlebih dahulu. Setelah itu, merumuskan tujuan dan sasaran lalu memulai berpikir bagaimana solusi teknologi ini dapat memenuhi permintaan bisnis. Sehingga, teknologi muncul di akhir sebagai cara mencapai tujuan tersebut bukan tiba-tiba muncul pertama sebelum identifikasi tujuan dan sasaran bisnis. Dalam proses tersebut perlu fokus pada peningkatan performa dan kualitas serta pemberitahuan informasi transformasi digital kepada seluruh bagian organisasi. Hal ini penting agar seluruh anggota atau karyawan mengetahui dan bisa mempelajarinya bersama. Hal-hal tersebut merupakan pendefinisian transformasi digital yang mulanya memang dilakukan di kalangan bisnis. Sebuah perusahaan bisnis, harus melakukan transformasi tersebut agar tetap bertahan dan tidak tertinggal. Sementara itu, dewasa ini transformasi digital bukan hanya dituntut pada sistem manajemen perusahaan namun juga pada sektor pelayanan publik. Untuk memahami transformasi digital tersebut dijabarkan dalam proses berikut:

- Digitasi (upaya proses konversi data analog menjadi data digital sehingga informasi dapat disimpan dan dibagi dengan mudah

- Digitalisasi (upaya pemrosesan informasi berbasis data digital dan organisasi merubah proses bisnis yang ada)

- Transformasi digital (upaya atau proses yaitu perubahan di seluruh perusahaan dan cara perusahaan melakukan bisnis. Transformasi digital melebihi digitalisasi yang masih sekedar merubah proses bisnis).

 

Big Data dalam Transformasi Digital

Big data adalah jejak data digital dalam jumlah besar dan kompleks yang dihasilkan interaksi manusia melalui medium gawai dengan jaringan internet. Semakin banyak interaksi dari berbagai macam perangkat maka akan menghasilkan berbagai macam data yang berbeda-beda. Ragam data tersebut  biasanya disebut dengan datasets. Mengapa banyak datasets yang dihasilkan? Karena interaksi yang terjadi pun beragam mengikuti kebutuhan user. Misal pada google, terdapat banyak kumpulan data dengan berbagai format seperti text, video, gambar bahkan saat ini informasi mengenai koordinat pun ada pada google. Big data adalah teknologi yang mengolah dan menganalisis berbagai kumpulan data tersebut. Seiring bertambahnya jumlah perangkat IoT, wearables, smartphone dan machine sensor maka banjir informasi dalam jumlah yang besar dan cepat tak terhindarkan lagi. Sehingga informasi tersebut perlu dikelola agar tidak sekadar “melayang-layang” pada database. 

Dalam konteks penelitian "the big data" telah muncul sebagai pendekatan baru dalam mengumpulkan dan menganalisis data digital di internet (Boyd & Crawford, 2012). Dengan kata lain, big data dapat dijadikan sebagai sumber digital dalam menentukan pola dan tren terhadap suatu objek yang akan dianalisis. Pentingnya analisis big data inilah yang menjadi gerbang menuju transformasi digital.

Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa transformasi digital merupakan proses integrasi teknologi digital yang diawali dengan transformasi manajemen. Salah satu konsekuensi utama dari pergerakan yang tak terhentikan ke dunia yang lebih digital ini adalah penciptaan volume data yang semakin besar, yang perlu dikumpulkan dan dikelola dengan benar (Pereira, Belo, & Ravesteijn, 2018). Selanjutnya, di era transformasi digital dituntut fleksibilitas dan distribusi yang merata dalam mengelola dan mengatur sebaran data-data. Menghadapi tantangan baru tersebut, yang dibawa oleh gerakan Transformasi Digital, Big Data menjawab dengan menawarkan teknologi manajemen data baru, yang mampu menangani karakteristik Volume, Kecepatan, dan Variasi yang lebih tinggi dari data baru. Oleh karena itu, solusi Transformasi Digital dan Big Data sangat terkait - satu tidak dapat terjadi tanpa yang lain. Adanya big data dalam transformasi digital dapat menjadi solusi terbaik dalam penyelesaian masalah, pengambilan keputusan bahkan memprediksi peluang di masa yang akan datang. Dalam sektor bisnis, tentunya ini menjadi suatu keuntungan tersendiri. Maka penting bagi kita memahami dan memanfaatkan big data dengan optimal. Bagi individu pemahaman terkait big data juga menjadi penting agar kita sebagai user dapat bijak menggunakan internet karena segala perilaku kita di dunia digital dapat terekam dan ditelusuri. Bersiaplah untuk era transformasi digital!

*Penulis adalah Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

 

Referensi

- Boyd, D., & Crawford, K. (2012). Critical Questions for Big Data. Information, Communication & Society

- Morgan, J. (2019). Digital transformation in the public sector, (January 2018).

- Peirera, Jose. L., Belo, Orlando., & Ravesteijn, Pascal. 2018. Special Issue on Big Data and Digital Transformation. J Grid Computing (2018) 16:531–533.


Tag : #Perspektif #Transformasi Digital #Internet



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Selasa, 19 Januari 2021 10:08 WIB

Hilangnya Si Anak Sulung


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Di antara Soepajang dan Siroekam ada dataran tinggi yang luas. Beberapa pohon koebang yang bagus tumbuh

 

Perspektif
Selasa, 19 Januari 2021 09:53 WIB

Demokrasi Ternyata Bisa Mati, Juga di Amerika Serikat


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Sebagai seorang politisi sekaligus gubernur yang memiliki gelar doktor ilmu politik Anies Baswedan tidak aneh kalau memiliki

 

Tipikor
Senin, 18 Januari 2021 20:06 WIB

Cerita Kasus Korupsi Baju Linmas, Tiga Tersangka Kembalikan Kerugian Negara


Kajanglako.com, Merangin - Kasus korupsi baju Linmas Satpol PP Merangin sudah masuk tahap persidangan, Rabu (13/01) lalu sidang perdana di pengadilan Tipikor

 

Pandemi Covid-19
Senin, 18 Januari 2021 20:03 WIB

Hasil Evaluasi, Dinas Pendidikan Sarolangun Tetap Lakukan Sekolah Tatap Muka


Kajanglako.com, Sarolangun – Dinilai tidak menemui kendala, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau sekolah Tatap Muka di masa Pendemi Covid-19

 

Senin, 18 Januari 2021 19:50 WIB

Tahun 2020, 406 Perempuan Merangin Menjanda


Kajanglako.com, Merangin - Angka perceraian di Kabupaten Merangin tinggi. 2020 lalu tercatat ada 479 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama