Rabu, 20 Januari 2021


Rabu, 09 Desember 2020 15:35 WIB

Ayako, Nuansa Berbeda di Jambi Fashion Festival 2020

Reporter :
Kategori : Ragam

Jambi Fashion Festival 2020

Oleh: Wenny Ira R.

Ada yang berbeda pada Jambi Fashion Festival 2020 yang dihelat pada Sabtu, 5 Desember 2020, di ruang Ebony, hotel BW Luxury, Kota Jambi kemarin. Salah satunya yaitu tampilnya karya anak muda bernama Bima Zikwan dengan mengusung tema Ayako di atas panggung peragaan busana bergengsi ini. Hanya lima rancangan busana yang ditampilkan oleh Bima, namun cukup memberikan nuansa yang berbeda.



Lima rancangan Bima Zikwan terdiri dari busana perempuan berupa blazer lengan panjang, outer berlengan pumpkin dan balon, blouse lengan panjang dan outer lengan panjang lurus. Sentuhan motif etnik menghiasi sedikit potongan lengan bagian pergelangan, obi, bagian depan outer dan sedikit bagian bawah outer.

Semua busana atasan itu dipadukan dengan celana panjang pipa dengan detail motif di bagian bawah. Obi besar maupun kecil melilit pinggang berpadu  dengan garis-garis tegas potongan busana sehingga menonjolkan torso tubuh yang terkesan kuat, percaya diri, berwibawa dan menampakkan karakter pemimpin meskipun dibalut model busana dan warna yang feminim.

Warna-warna yang diaplikasikan pada rancangan busana Bima Zikwan merupakan warna feminim yang lembut. Bima Zikwan menerangkan bahwa warna yang dipilih merupakan warna yang sedang trend seperti warna zelena, sudan brown, deep blue.

Bima Zikwan mengusung tema Ayako diadaptasi dari gaya hidup wanita Jepang yang cenderung dinamis, pekerja keras dan disiplin.  Baginya, rancangan karyanya ini merupakan implementasi dari sebuah nama dalam bahasa Jepang yang bermakna perempuan mandiri, memimpin dengan berwibawa dan percaya diri.

Ket: Bima Zikwa (Tengah) bersama model dan karya busananya.

“Diaplikasikan pada garis rancangan sustainable fashion, Ayako hadir dengan warna serta gaya kekinian dan dapat digunakan untuk acara formal maupun non formal,” jelas Bima Zikwan.

Jika ditilik, ke-lima rancangan busana Bima Zikwan selain dapat digunakan pada berbagai acara formal maupun non formal, modelnya  dan juga warnanya menerapkan model  dan warna yang tidak lekang oleh waktu, bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama tanpa ketinggalan trend mode. Itu lah mengapa Bima Zikwan menyebutkan sebagai garis rancangan sustainable fashion, sebuah prinsip di industri mode yang mulai menjadi gerakan di seluruh dunia untuk mengurangi dampak sampah dari industri fashion yang mengancam kehidupan bumi.

Peragaan busana rancangan Bima Zikwan ini menarik perhatian ketika diperagakan di atas panggung Jambi Fashion Festival 2020 , selain temanya yang berbau Jepang, potongan busananya yang berkarakter, juga menarik ketika kepala dan wajah hingga leher ke-lima model yang memperagakannya  diselubungi kain tipis berwarna hitam.

“Selubung yang dikenakan itu sebagai simbolis saja bahwa pekerja punya hak untuk tidak dibungkam dan bebas berpendapat. Buruh tidak lagi ditindas,” terang Bima Zikwan. Ini dilakukannya lebih kepada melihat suasana dan perkembangan isu-isu yang sedang banyak dibicarakan.

Memakan waktu sekitar dua minggu mulai dari proses mencari sumber ide hingga menciptakannya, rancangan Bima Zikwan patut diapresiasi sebagai dinamisasi karya anak muda di Jambi dalam bidang fashion yang patut diperhitungkan dalam perkembangan bisnis fashion Jambi.

“Saya mulai belajar desain sejak lulus SMA (Sekolah Menengah Atas) pada tahun 2016. Saat itu saya kabur ke Jogja dan kursus desain juga menjahit selama satu tahun, karena sempat terhalang restu orang tua untuk menekuni bidang fashion ini. Pada tahun 2018 saya ikut lomba pada Jambi Fashion Festival, namun hanya sebatas lolos sepuluh besar sebagai finalis. Pada tahun 2019 saya mencoba lagi dan menjadi juara satu kategori busana kasual etnik Jambi,” papar Bima Zikwan, perancang busana yang juga mahasiswa  semester  lima jurusan ekonomi manajemen di Universitas Muhammadiyah Jambi.


Tag : #Ragam #Jambi Fashion Festival 2020



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Selasa, 19 Januari 2021 10:08 WIB

Hilangnya Si Anak Sulung


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Di antara Soepajang dan Siroekam ada dataran tinggi yang luas. Beberapa pohon koebang yang bagus tumbuh

 

Perspektif
Selasa, 19 Januari 2021 09:53 WIB

Demokrasi Ternyata Bisa Mati, Juga di Amerika Serikat


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Sebagai seorang politisi sekaligus gubernur yang memiliki gelar doktor ilmu politik Anies Baswedan tidak aneh kalau memiliki

 

Tipikor
Senin, 18 Januari 2021 20:06 WIB

Cerita Kasus Korupsi Baju Linmas, Tiga Tersangka Kembalikan Kerugian Negara


Kajanglako.com, Merangin - Kasus korupsi baju Linmas Satpol PP Merangin sudah masuk tahap persidangan, Rabu (13/01) lalu sidang perdana di pengadilan Tipikor

 

Pandemi Covid-19
Senin, 18 Januari 2021 20:03 WIB

Hasil Evaluasi, Dinas Pendidikan Sarolangun Tetap Lakukan Sekolah Tatap Muka


Kajanglako.com, Sarolangun – Dinilai tidak menemui kendala, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau sekolah Tatap Muka di masa Pendemi Covid-19

 

Senin, 18 Januari 2021 19:50 WIB

Tahun 2020, 406 Perempuan Merangin Menjanda


Kajanglako.com, Merangin - Angka perceraian di Kabupaten Merangin tinggi. 2020 lalu tercatat ada 479 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama