Minggu, 07 Maret 2021


Minggu, 09 Agustus 2020 04:36 WIB

Perspektif Moderat dan Ilmiah Penting dalam Penerjemahan Alquran

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Daerah

Penerjemahan Alquran ke Dalam Bahasa Melayu Jambi. Sumber foto: LPM UIN STS Jambi

Kajanglako.com, Kota Jambi-Kementerian Agama mendukung keberagamaan yang moderat dan berbasis ilmu pengetahuan. Produk-produk yang dihasilkan, termasuk terjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah, harus mencerminkan cara pandang tersebut.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO), Balitbang Kementerian Agama RI, Muhammad Zain, ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun atau FGD Pembahasan Draf Validasi Penerjemahan Alquran ke Dalam Bahasa Melayu Jambi, Selasa (4/8) di Jambi.



Melalui telekonferensi, Zain mengatakan bahwa penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Melayu Jambi memang perlu memperhatian dua konteks: Arab tempat Alquran diturunkan dan Melayu Jambi sebagai bahasa sasaran. Meskipun demikian, komitmen terhadap nilai-nilai moderat dan pengetahuan modern harus juga ditonjolkan.

“Jadi yang kita inginkan adalah terjemahan Alquran dalam versi orang Melayu Jambi yang maju,” kata Zain.

Karena itu, Zain menekankan, para penerjemah dan validator perlu memperkaya dengan banyak karya tafsir, tidak hanya yang membahas Alquran kata per kata, tapi juga yang tematik (maudhu’i) dengan perspektif ilmiah atau tafsir al-‘ilmi.

Zain memberikan contoh penafsiran yang dilakukan oleh pemikir modernis Mesir, Muhammad ‘Abduh, terhadap Q.S. al-F?l (105): 4. Di dalam tafsirnya, ‘Abduh memberikan alternatif pemaknaan baru bahwa tentara bergajah Abrahah diserang oleh bakteri atau virus. Pemaknaan ini tentu saja lebih sesuai dengan cara pandang modern dan ilmiah.

Menurut Zain, pemaknaan baru atas ayat Alquran adalah sesuatu yang lumrah. “Kata zarrah, misalnya, pernah diartikan benda kecil seperti rambut dibelah tujuh, dan belakangan menjadi atom, kemudian molekul.”

Hal lain yang juga ditekankan Zain menyangkut penerjemahan ayat-ayat terkait agama Abrahamik, yang perlu mencari titik-temu atau berangkat dari persamaan, bukan perbedaan. “Penerjemahan kafara menjadi kafir atau kufur akan punya nuansa yang berbeda,” tambahnya.

Proses penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Melayu Jambi telah dimulai sejak tahun lalu. Hasil terjemahannya yang telah selesai tahun itu, sedang dalam tahap validasi. Dalam penerjemahan tersebut, Puslitbang LKKMO bekerja sama dengan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. [mha]


Tag : #Alquran #Bahasa Melayu Jambi #UIN STS Jambi



Berita Terbaru

 

Rabu, 03 Maret 2021 08:25 WIB

Diduga Disunat, Dewan Pertanyakan Setoran Retribusi Terminal Muarabulian


Kajanglako.com, Batanghari - Uang setoran retribusi Terminal Muarabulian diduga disunat. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Batanghari. Menurut

 

Selasa, 02 Maret 2021 21:31 WIB

Bahas Honorer Nonkategori, DPRD Merangin Panggil Diknas dan BKD


Kajanglako.com, Merangin - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin hearing dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan BKPSDM Merangin,

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas