Rabu, 20 Januari 2021


Kamis, 30 Juli 2020 14:29 WIB

Kenang Koran Lokal Jambi Era 1950an, Dua Tokoh Pers Bersua

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Bincang Tokoh Pers Jambi. Sumber foto: Sakti Alam Watir

Oleh: Jumardi Putra*

Selasa, 28 Juli 2020, pukul 15.15 WIB, tokoh pers Jambi, A.K. Mahmud, mengunjungi kediaman Asrie Rasyid, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Penerangan Jambi periode 1984-1988. Kunjungan A.K. Mahmud kali ini boleh dikata spesial lantaran lebih dari 20 tahun dirinya tidak bersua pak Asrie Rasyid. “Nostalgia lah,” imbuhnya.



Selain A.K. Mahmud, turut hadir dalam kesempatan tersebut fotografer sekaligus seniman Sakti Alam Watir, dan saya sendiri. Pertemuan tokoh pers ini membicarakan dinamika pers Jambi paroh 1950-an hingga 1980-an.

Sebelum purna tugas sebagai Kakanwil Penerangan Provinsi Jambi tahun 1988, Asrie Rasyid ditugaskan sebagai Kakanwil Penerangan Riau periode 1980-1984, dan sejak 1963 hingga 1980 menjadi Kepala Bidang Pers di Jambi (masa itu Kota Jambi bagian dari kabupaten Batanghari).

Sebelum menjabat di dua lembaga tersebut, Asrie Rasyid terlebih dahulu melakoni profesi sebagai koresponden Pers Biro Indonesia Aneta (PIA) pimpinan Djamaludin Adinegoro tahun 1950-an dan wartawan Koran Haluan pimpinan Darwis Abbas tahun 1951.

“Sebenarnya kewartawanan saya terasah ketika saya bergabung di bagian penerangan Militer di Tungkal tahun 1946an,” cetusnya.  

Jauh sebelum memiliki koran lokal, kata Asrie, masyarakat di provinsi Jambi membaca berita dari Koran-koran yang datang dari luar daerah, seperti Waspada (Medan), Haluan (Padang), Batanghari Sembilan dan Suara Rakyat Sumatera (kedunya di Palembang), serta Star Weekly, Keng Po dan Pedoman dari Ibukota Jakarta.

“Saya melihat, mengamati dan bersinggungan langsung dengan wartawan di Jambi paroh 50an sampai saya pensiun di tahun 1988, salah duanya saya bertemu Pak A.K. Mahmud ini dan almarhum Syamsul Watir. Tentu masih banyak tokoh pers Jambi lainnya, dan umumnya mereka orang-orang berdedikasi di dunia pers,” ungkap pria kelahiran 28 April 1928 ini.

A.K. Mahmud menceritakan periode paroh 1950 hingga 1970an Jambi belum punya percetakan, sehingga Koran-koran di masa itu masih berbentuk stensilan dan dicetak di luar daerah. Menurut pria berusia 81 tahun ini kehadiran Koran lokal di Jambi sejak 1956 ditandai kehadiran koran Harian Peristiwa pimpinan Aminullah Alamsyah (1956-1957), Harian Berita/Mingguan Berita pimpinan Zen Alamsyah (1958/1959), Warta Indonesia pimpinan Rosmani Rauf dan Warta Massa pimpinan Marpaung (keduanya 1963), Ampera pimpinan A.K. Mahmud (1966), dan Independent pimpinan Syamsul Watir (1973).

“Saya sendiri selain aktif menjadi wartawan LKBN Antara, juga aktif sebagai pemimpin Redaksi Duta Mayarakat pimpinan Mahbub Djunaidi. Di samping itu saya juga ikut mendirikan Koran Ampera tahun 1966. Banyak cerita menyertai tumbuh-tumbangnya Koran-koran di Jambi masa itu,” kenang pria kelahiran 4 Mei 1939 ini.

Menurut kedua tokoh pers ini menjadi wartawan di masa perintisan bukan untuk mencari keuntungan. Karena menghidupi Koran di masa itu justru menggunakan uang dari kantong sendiri. Maka tidak sedikit wartawan di masa itu bekerja merangkap di Koran-koran Nasional agar bisa menghidupi keluarga, untuk menyebut contoh, seperti almarhum Syamsul Watir menjadi wartawan di Koran Nasional Indonesia (KNI) dan A.K. Mahmud bekerja di LKBN ANTARA, Duta Masyarakat dan sempat di Sinar Harapan.

Sakti Alam Watir di akhir pertemuan mengatakan kunjungan ke kediaman tokoh pers Jambi ini merupakan bagian dari upaya mengumpulkan informasi sejarah pers di Jambi sekaligus menyongsong pameran kenangan 30 tahun wafatnya H. Syamsul Watir, pendiri Harian Jambi Independent.


Tag : #Ensklopedia #pers di Jambi



Berita Terbaru

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Selasa, 19 Januari 2021 10:08 WIB

Hilangnya Si Anak Sulung


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Di antara Soepajang dan Siroekam ada dataran tinggi yang luas. Beberapa pohon koebang yang bagus tumbuh

 

Perspektif
Selasa, 19 Januari 2021 09:53 WIB

Demokrasi Ternyata Bisa Mati, Juga di Amerika Serikat


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Sebagai seorang politisi sekaligus gubernur yang memiliki gelar doktor ilmu politik Anies Baswedan tidak aneh kalau memiliki

 

Tipikor
Senin, 18 Januari 2021 20:06 WIB

Cerita Kasus Korupsi Baju Linmas, Tiga Tersangka Kembalikan Kerugian Negara


Kajanglako.com, Merangin - Kasus korupsi baju Linmas Satpol PP Merangin sudah masuk tahap persidangan, Rabu (13/01) lalu sidang perdana di pengadilan Tipikor

 

Pandemi Covid-19
Senin, 18 Januari 2021 20:03 WIB

Hasil Evaluasi, Dinas Pendidikan Sarolangun Tetap Lakukan Sekolah Tatap Muka


Kajanglako.com, Sarolangun – Dinilai tidak menemui kendala, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau sekolah Tatap Muka di masa Pendemi Covid-19

 

Senin, 18 Januari 2021 19:50 WIB

Tahun 2020, 406 Perempuan Merangin Menjanda


Kajanglako.com, Merangin - Angka perceraian di Kabupaten Merangin tinggi. 2020 lalu tercatat ada 479 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama