Minggu, 29 Maret 2020


Senin, 20 Januari 2020 10:34 WIB

KASN Turunkan Tim ke Jambi, Buntut dari Demosi dan Nonjob Pejabat

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Berita Pemerintahan

Foto: Juanda

Kajanglako.com, Jambi - Siapa sangka buntut dari demosi demosi nonjob sejumlah pejabat adminisrator pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi pada 25 November 2019 lalu, yang diduga ada maladministrasi, rupanya semakin keruh.

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), telah Mendengarkan aspirasi dan keterangan dari pejabat Jambi non job,  yakni Husairi (Eks Kepala BKD), Agus Harianto (Eks KaDisdik), Ujang Hariadi (Eks Kadis Budpar), Amsyarnedi (Eks Karo kesramas), Ariansyah (eks Kadis Perindag), Edi Kusmiran (Eks Kasat polpp) , dan drg Iwan Hendrawan (Eks Plt Dirut RSUD Raden Mattaher), pada Senin (13/1/20) lalu, di kantor KASN Jakarta.



Asisten Komisioner (Askom) Kusen Kusdiana,  Asisten KASN Bidang Monitoring dan Evaluasi, membenarkan bahwa tim dari KASN akan turun ke Jambi untuk memastikan kebenaran dari proses Non job pejabat yang kini jadi perbincangan Hangat.

"Pimpinan KASN nanti akan Rapat pimpinan (Rapim) hari ini dan besok, dan setelah ada keputusan dalam waktu dekat tim akan turun," kata Kusen, saat dikonfirmasi kajanglako.com melalui Sambungan telepon, Senin (20/1/20).

Kusen menjelaskan, nantinya tim KASN yang turun ke Jambi akan mendudukkan dan mengklarifikasi yang sebenarnya pihak yang terlibat seperti Gubernur, Sekda, Mantan Sekda, Kepala Inspektorat, dan lainn-lain, yang notabenenya KASN sebagai pengawas nomerik jadi tidak bisa berdiri hanya satu pihak.

Saat ditanya kajanglako.com apakah ada dugaan maladministrasi terkait demosi dan Nonjob pejabat eselon II? Kusen menjawab "Kami tidak tahu karena kami menerima berdasarkan dokumen dan data, jadi keputusan-keputusan yang sudah kita ambil. Saya hanya tukang ketik aja, mas, biar tahu, semua ada di pimpinan,” ujarnya.

Ditanya lebih jauh, apakah ada kemungkinan pejabat tersebut akan dikembalikan ke posisi semula? "Saya nggak tahu itu pak, nggak boleh menduga-duga, nanti setelah kita mendudukan perkara itu sesungguhnya” katanya.

Sementara itu, pejabat yang nonjob, kepada kajanglako.com membenarkan adanya pemberian aspirasi dan keterangan kepada Ketua KASN pada hari Senin yang lalu di kantor KASN. "Kami jelaskanlah apa yang sebenarnya terjadi dalam proses demosi dan Non Job pejabat di Jambi dihadapan ketua KASN" kata salah satu mantan pejabat.

Ia juga mengatakan pertemuan tersebut dilakukan sebelum KASN mengambil keputusan atau memutuskan agar tidak keliru di kemudian hari. "Anehnya data yang masuk di KASN ada Temuan BPK tahun 2011, sedangkan kami dilantik 2017," katanya.

Lanjutnya, infonya akan dibalikin ke posisi awal, sebelum diteken KASN, agar tidak keliru. Makanya KASN akan turunkan tim ke Jambi.

Sebelumnya, sejumlah pejabat eselon II Pemprov Jambi yang dibebastugaskan atau nonjob melaporkan Gubernur Jambi ke Presiden Joko Widodo. Ternyata kasus ini menjadi perhatian Ombudsman RI.

Pejabat nonjob tersebut juga melayangkan surat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), KPK RI, karena diduga menabrak Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN. Bahkan Ombudsman RI di Jakarta akan menindaklanjuti persoalan pemberhentian dan penurunan pejabat di Pemprov Jambi itu. Ombudsman RI telah melayangkan surat kepada Ketua KASN, perihal "permintaan klarifikasi terkait laporan tersebut".

Surat yang dilayangkan pada 16 Januari 2020 menegaskan, Ketua KASN diminta memberikan penjelasannya paling lambat 14 hari sejak surat tersebut diterima. “Kami meminta saudara untuk memberikan klarifikasi tertulis beserta dokumen pendukung,” bunyi surat tersebut.

Petikan surat tersebut, meminta Ketua KASN memberikan klarifikasi serta dokumen rencana tindak lanjut penyelesaian pelapor terkait keberatan atas rekomendasi KASN yang bersifat merugikan para pelapor. Kemudian, dasar KASN menerbitkan surat rekomendasi nomor: B-3964/KASN11/2019 tertanggal 18 November 2019 perihal Rekomendasi Hasil Uji Kompetensi JPT Pratama dalam rangka mutasi/rotasi di Lingkungan Pemprov Jambi mengingat bahwa mereka memiliki hasil penilaian memenuhi syarat (MS) dan masih memenuhi syarat (MMS) untuk menduduki jabatan sebagai JPT Pratama.

“Agar KASN dapat melakukan pemeriksaan terkait surat pernyataan Sekda Provinsi Jambi, M. Dianto dan Kepala BKD Provinsi Jambi, Husairi,” tulis surat yang ditandatangani oleh Ketua Ombudsman RI, Prof. Amzulian Rifai itu.

Bahkan, 28 November 2019 lalu, pejabat nonjob tersebut dimintai keterangan dalam berita acara pemberian keterangan (BAP), oleh asisten komisioner bidang pengaduan dan penindakan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

KASN juga memanggil 5 orang lainnya dan mempertanyakan  terkait pemberhentian atau demosi dari jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama.

"Iya benar, pada hari Kamis kemarin (28/11/19), pukul 10.00 WIB, kami 6 orang dipanggil. Kebetulan 3 Kepala OPD lainnya berhalangan hadir, saya dan 2 orang Kepala OPD lainnya yang juga dinonjob dan Demosi memberikan keterangan di KASN, kurang lebih 2 jam kami di BAP," kata Husairi Kala itu, Sabtu (30/11/20). (kjcom)


Tag : #Pelantikan #Pejabat #Eselon #KASN



Berita Terbaru

 

Minggu, 29 Maret 2020 18:09 WIB

Pemprov Jambi Terima Bantuan APD Covid-19 dari Pusat


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar, menerima secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

 

Minggu, 29 Maret 2020 16:07 WIB

Dampak Corona, Harga Jahe Merah Meroket


Kajanglako.com, Batanghari - Dampak virus Corona yang melanda dunia saat ini, sejumlah barang yang dianggap sebagai penangkal corona harganya semakin tinggi.

 

Minggu, 29 Maret 2020 16:00 WIB

Tanggulangi Covid-19, Pemkab Batanghari Gelontorkan Rp 4,8 Miliar


Kajanglako.com, Batanghari - Untuk menanggulangi wabah virus Corona (Covid-19), Pemkab Batanghari telah menggelontorkan sedikitnya Rp 4,8 Miliar dana APBD

 

Sabtu, 28 Maret 2020 21:39 WIB

Fachrori Serahkan Bantuan Pribadi Rp 50 Juta untuk Penanganan Covid-19


Kajanglako.com, Jambi – Gubernur Jambi Fachrori Umar, secara langsung menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai sebesar 50 juta rupiah kepada

 

Sabtu, 28 Maret 2020 21:34 WIB

Cegah Wabah Meluas, Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi Targetkan Ini


Kajanglako.com,  Jambi - Rapat antisipasi dan evaluasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi di Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19, ruang