Senin, 13 Juli 2020


Selasa, 14 Januari 2020 15:45 WIB

Putra Pingin Ikut Ujian dan Berharap Pungli di SMK N 11 Sarolangun Tak Ada Lagi

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Pendidikan Hukrim

Foto: Ridai

Kajanglako.com, Sarolangun - Pungutan liar yang terjadi di SMKN 11 Sarolangun sangat disayangkan banyak pihak. Tindakan ini telah merusak citra dunia pendidikan di Provinsi Jambi.

Seorang siswa SMKN 11 Sarolangun yang tidak membayar uang iuran yang diperuntukkan gaji security dan uang komite, terpaksa tidak ikut ujian semester beberapa waktu lalu. Siswa yang sedang duduk di kelas 10 tersebut, sebut saja namanya putra (nama samaran), akibat pungli yang diterapkan manajemen SMKN 11 Sarolangun, ia terpaksa tidak mengikuti ujian semester beberapa waktu lalu, sementara putra merupakan siswa yang berpotensi dan berbakat.



Putra tidak membayar uang iuran gaji satpam dan komite yang berjumlah Rp 220.000, yang per bulan sebesar Rp 20.000. Iuran ini ketika mendekati ujian barulah pihak sekolah menagih ke siswa. Sangat disayangkan masa depan Putra dalam mengikuti pendidikan terpaksa urung karena tidak membayar iuran.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, memanmg tidak semua siswa SMK N 11 Sarolangun memiliki kemampuan yang sama untuk membayar iuran. Sebagai salah satu siswa yang tak bisa membayar iuran, Putra  haru terhenti, tidak bisa mengikuti ujian semester dan hingga saat ini belum ada kejelasan apakah ada ujian susulan untuknya.

Saat ditemui awak media, Putra sangat kecewa dengan kebijakan SMKN 11 yang membebankan siswa untuk membayar iuran gaji security, sementara dana BOS disalurkan ke siswa. Putra berharap dapat mengikuti ujian dan pungli di sekolahnya bisa diberantas.

"Iya bang, saya pingin ikut ujian dan berharap pungli di sekolah tidak ada lagi," jelasnya.

Selain sumbangan iuran Rp 20.000 untuk gaji security, sekolah menerapkan pembayaran uang ujian nasional dan UNBK bagi siswa kelas tiga sebesar Rp 1.150.000 yang harus dilunasi beberapa bulan menjelang ujian nasional. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Sejarah VOC di Jambi
Senin, 13 Juli 2020 17:18 WIB

Markas VOC yang Pertama di Jambi (6)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam penilaian Soury, semua penduduk Jambi miskin. Ia juga menilai semua orang itu merupakan pencuri

 

Senin, 13 Juli 2020 15:21 WIB

Hari Ketiga Pencarian, Jasad Pelajar SMP Bungo yang Tenggelam Ditemukan Mengapung


Kajanglako.com, Bungo - Pelajar SMP di Kabupaten Bungo, yang tengelam pada Sabtu (11/7/20) lalu, akhirnya ditemukan Senin, (13/7/20) sekitar pukul

 

Senin, 13 Juli 2020 15:11 WIB

Sudirman: Perhatikan Kebijakan Sekolah di Wilayah Zona Hijau


Kajanglako.com, Jambi - Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan aturan regulasi yang terbaru terkait zonasi di dunia pendidikan

 

Sosok dan Pemikiran
Senin, 13 Juli 2020 15:08 WIB

Herbert Feith


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya membubarkan Konstituante dan memutuskan

 

Senin, 13 Juli 2020 14:31 WIB

Pekerja PETI Tewas Tertimbun Tanah, Kematian Seolah Dirahasiakan


Kajanglako.com, Sarolangun - Asep, warga Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berada di Selembau Desa Teluk