Minggu, 26 Januari 2020


Senin, 13 Januari 2020 17:58 WIB

Kapolres: Maunya Illegal Drilling "Dilegalkan"

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Daerah

Barang bukti Illegal Drilling diamankan Polisi / foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Kabupaten Batanghari kaya akan potensi hasil buminya. Tanah dalam wilayah desa Pompa Air kecamatan Bajubang misalnya, hasil bumi di daerah tersebut patut dipertimbangkan.

Tanah di wilayah Desa Pompa Air mengandung minyak. Namun, hingga kini pengolahan minyak mentah di sana tergolong bisnis Ilegal. 



Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto, saat konferensi pers terkait penangkapan empat pelaku pengeboran minyak tanpa izin belum lama menegaskan, bahwa dirinya sangat menyayangkan kegiatan tersebut tidak dilegalkan. Menurutnya, jika dilegalkan secara resmi, otomatis PAD Kabupaten Batanghari meningkat drastis.

Lebih jauh dikatakannya, selama ini yang ditangkap hanyalah para pelakunya saja. Sementara warga yang ditangkap mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya.

"Maunya kegiatan Illegal Drilling dilegalkan. Kasihan melihat warga yang menjadi tumbal. Kenapa di daerah lain kegiatan yang sama bisa dilegalkan, namun di Kabupaten Batanghari masih Ilegal. Saya rasa kalau dilegalkan, pastinya lebih teratur. Sebab, dikelola oleh orang orang yang sudah berpengalaman. Tentunya, pihak Pertamina juga ikut mengolah jika betul betul resmi dilegalkan," kata Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto.

Dia menambahkan, terjadinya ledakan dan sebagainya di lapangan selama ini, berarti yang mengolah bukan ahlinya. "Kalau yang dilakukan para pelaku Illegal Drilling saat ini hanya dikerjakan secara manual. Tentunya sangat berbahaya, terjadinya ledakan dan sebagainya. Namun, jika dikerjakan oleh para ahlinya, saya yakin pengeboran minyak berjalan lancar,"ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada koordinasi dengan Pemkab Batanghari dan Pertamina terkait hal ini? Kapolres menjelaskan, beberapa waktu lalu sudah ada disarankan untuk dilegalkan. Namun, prosesnya tidak segampang membalikkan telapak tangan. "Iya, semuanya butuh proses. Bahkan harus ada surat resmi dari Kementerian Migas. Jika dilegalkan, masyarakat yang pengangguran bisa bekerja dengan sempurna," jelasnya.

Selama status pengeboran minyak tanpa izin masih berstatus Ilegal, selama itu pula pihaknya melakukan kegiatan patroli rutin di lokasi pengeboran. "Untuk penjagaan didalam sana tetap kami lakukan. Siapapun orangnya jika terbukti melakukan aktifitas Illegal Drilling maka akan kami amankan beserta barang buktinya," tutup Kapolres. (Kjcom)


Tag : #Batanghari #Illegal Drilling #Tambang ilegal



Berita Terbaru

 

Minggu, 26 Januari 2020 18:41 WIB

4 Penjabatnya Dipanggil Soal Nonjob, Pemprov Jambi Siap Beri Penjelasan ke KASN


Kajanglako.com, Jambi – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI, menyurati Gubernur Jambi Fachrori Umar, permintaan klarifikasi terkait Mutasi/Rotasi

 

Minggu, 26 Januari 2020 17:14 WIB

Takut Terpapar Virus Corona, Pengunjung RSUD Raden Mattaher Mendadak Sepi


Kajanglako.com, Jambi - Pihak rumah sakit plat merah RSUD Raden Mattaher Jambi, membenarkan pasca diisolasi pasien (perempuan) diduga terpapar virus Corona

 

Minggu, 26 Januari 2020 16:19 WIB

Waspada, Lansia dan Anak-anak Rentan Terpapar Virus Corona


Kajanglako.com, Jambi - Virus Corona asal kota Wuhan China itu, disebut mulanya berasal dari hewan dan terpapar ke manusia kemudian manusia terpapar pada

 

Minggu, 26 Januari 2020 16:10 WIB

Kondisi Terkini Pasien Diduga Terpapar Virus Corona di RSUD Raden Mattaher


Kajanglako.com, Jambi - Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi dr Dewi Lestari menerangkan kondisi terkini pasien diduga terpapar virus Corona

 

Minggu, 26 Januari 2020 16:06 WIB

Virus Corona Mematikan Itu, Ancam Warga Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Rumah Sakit Plat Merah (RSUD) Raden mattaher Jambi, Sabtu ( 25/1/20) malam pada pukul 21.00 WIB mengisolasi seorang pasien (perempuan)