Minggu, 26 Januari 2020


Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Hukrim

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang Kecamatan Batang Asai yang terjadi tahun 2016 lalu, Jumat (13/12) pagi. Kasus ini telah merugikan negara hingga 2,6 miliyar rupiah.

Kapolres Sarolangun AKBP Deny Haryanto mengatakan, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan dua tersangka dan bakal ditetapkan kembali persangka baru. Kedua tersangka  ditahan di Mapolres Sarolangun, antara lain kuasa pengguna anggaran (KPA) atas nama Masril dan  direktur PT ALEDINO CAHAYA SYAFIRA, Syafri Kamal.



"Kita sudah menetapkan dua tersangka kasus korupsi proyek PLTMH di Kecamatan Batang Asai yang merugikan negara sebesar 2,6 milyar rupiah," jelas Kapolres Sarolangun dalam rilisnya.

Modus yang dilakukan tersangka, kata Kapolres, KPA menawarkan kepada Rafiq paket pekerjaan pembangunan PLTMH di Desa Batin Pengambang Kecamatan Batang Asai Kabulaten Sarolangun. Selaku KPA, tersangka membantu Rafiq mendapatkan paket lelang pekerjaan PLTMH dengan menyerahkan dokumen EE (Engine Estimit) paket PLTMH kepada Rafiq pada tanggal 28 Juli 2016.

Tersangka Masril selaku KPA mengetahui Syafri Kamal selaku penyedia jasa menandatangani kontrak proyek PLMTH. Akan tetapi faktanya pekerjaan tersebut dilaksanakan Rafiq tanpa ada surat kuasa Direktur secara resmi yang di akta notariskan.

"Syafril menandatangani kontrak proyek PLTMH, sayangnya proyek dikerjakan Rafiq tanpa ada surat kuasa dari direktur PT ALEDINO CAHAYA SYAFIRA. Sehingga pekerja belum selesai telah dibayar semua dan merugikan negara sebesar 2.6 milyar." jelas Kapolres AKBP Deny Haryanto.

Pasal yang menjerat tersangka adalah pasal 2 atau 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan UU RI nomor 20 di tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak Pedana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP  pidana, dengan ancaman  paling lama 20 tahun atau denda 1 milyar rupiah.

Dalam perkara ini, tersangka melakukan dugaan tindak pidana korupsi dari proyek ESDM Provinsi Jambi dari anggaran Rp 3,3 milyar, dan telah merugikan negara sebesar 2,6 milyar rupiah. (Kjcom)


Tag : #Sarolangun #Korupsi



Berita Terbaru

 

Sabtu, 25 Januari 2020 22:27 WIB

Gubernur Fachrori Sampaikan Kesan Ini, pada Pisah Sambut Kepala BPS Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Gubernur Jambi Fachrori Umar, memuji Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mulai dari Kepala BPS sampai semua jajarannya,

 

Sabtu, 25 Januari 2020 17:46 WIB

Al Haris Lantik Ratusan Tim Pemenangan untuk Bungo dan Tebo


Kajanglako.com, Merangin - Al Haris kembali melantik tim pemenangannya untuk pemilihan gubernur periode 2021-2024. Sabtu (25/1/20), Bupati Merangin dua

 

Sabtu, 25 Januari 2020 15:00 WIB

KASN Bersurat ke Gubernur Jambi, Permintaan Klarifikasi Soal Nonjob Pejabat


Kajanglako.com, Jambi - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI, menyurati Gubernur Jambi Fachrori Umar, berisi permintaan klarifikasi demosi dan nonjob

 

Sabtu, 25 Januari 2020 14:43 WIB

23 Tahun Tak Bersua, Ini Potret Reuni Akbar Alumni SMK Veteran Kota Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Sabtu (25/1) pagi, bertempat di salah satu restoran di kawasan Sipin Kota Jambi, ratusan alumni SMK Veteran Kota Jambi dari tahun

 

Sabtu, 25 Januari 2020 12:02 WIB

Wabup Apri Tinjau Jalan Dusun Aur Cino, Masyarakat Antusias


Kajanglako.com, Bungo - Wakil Bupati Bungo H Safruddin Dwi Afriyanto melaksanakan kunjungan kerja di Dusun Senamat Ulu dan Aur Cino. Kunjungan Wabup ke