Minggu, 21 Oktober 2018


Senin, 06 November 2017 14:54 WIB

Keris Singa Merjaya, Pemberian Sultan Palembang ke Pangeran Ratu Anom Martadiningrat

Reporter :
Kategori : Ensklopedia

Keris Singa Merjaya. Sumber gambar: Budi Prihatna

Oleh: Budi Prihatna*

Keris Singa Merjaya merupakan keris pusaka Kesultanan Jambi yang disandang oleh Pangeran Ratu atau putra mahkota. Keris ini dari 14 Agustus 1904 berada di lembaga Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang kini menjadi Museum Nasional.



Keris ini diserahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda  melalui Binnenlandsch Bestuur (Kementrian Dalam Negeri) dengan Gubermenten Besluit (Keputusan Pemerintah) No. 7, tanggal 14 Agustus 1904.

Keris Senja Merjaya yang bernomor inventaris 10920 (E 264) bilahnya dibuat dari besi dengan sedikit hiasan motif sulur daun dari emas daun, terutama pada bagian dapur dan lambe. Keris yang panjangnya 35 cm berhulu kayu bentuk katak duduk dengan tangan membelit badan, ber-luk 7, dan ber-selut emas dengan motif sulur daun, tumpal, bunga, dan lidah api. Kondisi koleksi sangat baik.

Keris Singa Merjaya merupakan keris pemberian Sultan Palembang kepada Pangeran Ratu Anom Martadiningrat sebagai hadiah perkawinannya dengan putri Palembang. Dalam Naskah Undang-Undang Piagam dan Kisah Negeri Jambi, Pasal Raja Jambi Pergi Beristri di Palembang, Nikah Dengan Anak Sunan Palembang, dipaparkan sebagai berikut:

“Maka berwasiatlah Ratu Ibu kepada anaknya dan kepada Raja yang besar-besar, dan kepada mentrinya yang besar dikatanya inilah keris aku yang disangui Sri Paduka Ayahanda Susunan Palembang, masa aku hendak berangkat ke Jambi dahulu, maka sekarang ini keris aku namai Singo Marjayo yang aku jadikan kerajaan kepada orang Tembesi, dan kepada Orang Batin Sembilan. Siapa juga yang bergelar Pangeran Ratu, maka itulah yang memegang keris ini, maka itulah raja orang Tembesi dan orang Batin Sembilan ……”. (Darahim, 2005: 35).

Sebelum diserahkan ke Pemerintah Hindia Belanda di bulan Desember 1903 Keris Singa Merjaya dikuasai oleh Pangeran Ratu Martaningrat.

*Sumber: Budi Prihatna. Tesis. Pemanfaatan Koleksi Regalia Kesultanan Jambi Guna Penyempurnaan Tata Pameran Tetap Museum Negeri Jambi. Bandung: Universitas Padjadjaran. 2010.


Tag : #Sumatra #Jambi #Kesultanan Jambi #Kesultanan Palembang #Museum Nasional



Berita Terbaru

 

Minggu, 21 Oktober 2018 20:48 WIB

Tanggapi Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Ihsan Yunus: Harus Lahirkan Pejabat yang Berkompeten


Kajanglako.com, Jambi - Lelang jabatan di lingkungan Pemprov Jambi telah menghasilkan tiga besar nama-nama calon delapan pejabat eselon II. Masing-masing

 

Minggu, 21 Oktober 2018 20:35 WIB

Breaking News!! Dua Orang Tahanan Denpom Jambi Kabur


Kajanglako.com, Jambi - Warga sekitar Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jambi dihebohkan dengan kabar kaburnya dua orang tahanan Denpom, Minggu malam (21/10).   Pantauan

 

Kejurwil Panjat Tebing
Minggu, 21 Oktober 2018 20:22 WIB

Panitia Kejurwil Panjat Tebing Gelar Technical Meeting, Ini yang Dibahas


Kajanglako.com, Jambi - Minggu sore, kontestan yang mengikuti Kejurwil se-Sumatera di Provinsi Jambi yang digelar di Venue Garuda Kabupaten Batanghari

 

Minggu, 21 Oktober 2018 16:49 WIB

Jalan Darurat Rasau-Berbak Jadi Keluhan Pengguna Jalan


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Rantau Rasau-Berbak, tepatnya di Alahan Desa Rantau Makmur. Untuk sementara

 

Kejurwil Panjat Tebing
Minggu, 21 Oktober 2018 16:22 WIB

16 Atlet Panjat Tebing Jambi Siap Berlaga di Kejurwil


Kajanglako.com, Jambi - Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jambi melepas 16 Atlet Panjat Tebing yang akan berlaga di Kejuaraan Wilayah (Kejurwil)