Minggu, 26 Januari 2020


Sabtu, 07 Desember 2019 08:42 WIB

Dawam Rahardjo

Reporter :
Kategori : Sosok

Dawam Rahardjo

Oleh: Manuel Kaisiepo*

Dia dikenal sebagai pemikir ekonomi kritis, kaya penguasaan teori, kuat dalam analisis sosial, juga mendalami kajian agama dan filsafat. Sosok tersebut adalah Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo, yang wafat Rabu, 30 Mei 2018, dalam usia 76 tahun.



Sekalipun dikenal luas sebagai pemikir ekonomi, jangan lupa Dawam pada masa mudanya juga seorang penyair! Dia senang sastra, menulis puisi, juga menulis cerpen. "Anjing yang Masuk Surga", judul buku kumpulan cerpen karya Dawam yang pernah dimuat di berbagai media (Jalasutra, 2007) itu mendapat cukup perhatian dari para kritikus sastra.

Dia juga pecinta musik ! Di masa tuanya, dia menyenangi musik klasik. Penyanyi favoritnya adalah Pavarotti, Broseri, dan terutama Jose Careras.

Dawam lahir dan dididik dalam keluarga santri Muhammadiyah. Ayahnya, M Zudhi Rahardjo, ahli tafsir Alquran. Dia sendiri mengawali pendidikannya di Madrasah Diniyyah Al-Islam dan di Pesantren Krapyak. Dawam lulus dari FE-UGM 1969.

Ada pengalamannya yang menarik. Saat SMA, Dawam terpilih ikut program pertukaran siswa AFS, dan dikirim sekolah ke Borach High School, Idaho, Amerika Serikat (1960-1961). Selama satu tahun di Idaho , Dawam tinggal di sebuah keluarga Kristen Amerika. Pengalaman ini tentu ikut membentuk sikapnya di kemudian hari yang menghargai kebebasan dan pluralisme.

Sebagai pemikir ekonomi politik, Dawam telah menulis puluhan buku, ratusan artikel analisis ekonomi pada berbagai jurnal ilmiah, dan begitu banyak makalah pada berbagai seminar di dalam dan di luar negeri.

Bagi pembaca Jurnal Prisma (LP3ES) sejak awal 1970-an hingga 1990-an, pasti tak asing dengan tulisan-tulisan Mas Dawam. Semua tulisannya di Prisma kemudian dibukukan dalam sebuah buku tebal, Ekonomi Politik Pembangunan (2012).

Tulisan pertama Dawam dimuat di Prisma, No. 4, Juli 1973. Saat itu saya masih di SMA dan baru rencana akan melanjutkan studi ke Yogyakarta.

Saya beruntung kemudian bisa mengenal tokoh ini lebih dekat dan akrab, baik sebagai senior maupun sahabat, ketika saya bergabung sebagai editor Prisma (LP3ES) tahun 1979.

Keterangan Foto: Saya (kanan) duduk di samping Mas Dawam dalam suatu rapat LP3ES (1980an). Berdiri di belakang Dawam, Abdullah Syarwani (kemudian Duta Besar RI di Lebanon). Di belakang saya, Aswab Mahasin (almarhum).

Di LP3ES jabatan Dawam diawali sebagai Kordinator bidang Penelitian, kemudian Direktur, menggantikan Ismed Hadad (sebelumnya Tawang Alun dan Nono Anwar Makarim). Direktur LP3ES adalah sekaligus sebagai Pemimpin Umum Prisma.

Tetapi Dawam bukan hanya pemikir ekonomi yang hebat, ruang lingkup minat intelektualnya sangat luas. Dia aktif terlibat diskusi dan banyak menulis soal-soal agama, filsafat dan politik di atas basis keyakinannya tentang humanisme, demokrasi, dan pluralisme.

Minatnya dalam kajian filsafat dan agama sudah muncul saat dia masih mahasiswa ekonomi UGM, ketika dia terlibat dalam kelompok diskusi terbatas (Limited Group) akhir 1960an-awal 1970an.

Dalam kelompok yang dibina intelektual Islam terkemuka, Prof Dr Mukti Ali (kelak Menteri Agama), terdapat nama-nama yang kemudian dikenal sebagai intelektual dan pemikir keagamaan terkemuka , antara lain, Djohan Effendi dan Ahmad Wahib. Nama yang terakhir, Wahib, terkenal lewat buku catatan harian "kontroversial", Pergolakan Pemikiran Islam (LP3ES, 1984).

Dawam dan Wahib tidak selalu sejalan, bahkan sering berbeda pendapat, namun keduanya akrab dan saling mengaggumi. "....orang seperti Dawam terbentuk karena keluasan ilmunya", tulis Wahib dalam bukunya di atas. Sedangkan Dawam menilai Wahib orang yang halus namun berpendirian tegas dan terus terang.

Minat Dawam terhadap kajian agama dan filsafat semakin terlihat di usia tuanya. Selepas dari Prisma/LP3ES, Dawam membentuk Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) dan menerbitkan Jurnal Ulumul Quran.

Melalui LSAF dan Jurnal Ulumul Quran, Dawam semakin banyak menghasilkan pemikiran-pemikiran kritis seputar soal-soal agama dan pluralisme dikaitkan dengan konteks keindonesiaan saat ini.

Pemikiran Dawam dalam tema-tema ini seringkali "menantang arus", dan menimbulkan polemik. Bahkan karena keyakinan, prinsip, dan pikiran-pikirannya yang kontroversial itu, Dawam harus menerima konsekuensi "dikucilkan" dari organisasi asalnya, Muhammadiyah, di mana dia pernah menjadi salah satu tokohnya.

Pemikiran-pemikiran kritisnya yang sering menimbulkan kontroversi, yang mencerminkan sikap dan prinsip-prinsip yang dianutnya mengenai kemanusiaan, akhirnya membuat Dawam menerima "Yap Thiam Hien Award 2013".

 

*Dalam masa kepresidenan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Manuel Kasiepo diangkat menjadi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia. Karya tulisnya terbit dalam bentuk jurnal, buku dan tulisan populer. Di facebook pribadi, penulis kerap menulis tentang dinamika politik nasional maupun ulasan sosok intelektual publik secara singkat, padat, kritis dan reflektif.


Tag : #Sosok #Dawam Rahardjo #LP3ES #Jurnal Prisma #LSAF #Jurnal Ulumul Quran



Berita Terbaru

 

Sabtu, 25 Januari 2020 22:27 WIB

Gubernur Fachrori Sampaikan Kesan Ini, pada Pisah Sambut Kepala BPS Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Jambi – Gubernur Jambi Fachrori Umar, memuji Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mulai dari Kepala BPS sampai semua jajarannya,

 

Sabtu, 25 Januari 2020 17:46 WIB

Al Haris Lantik Ratusan Tim Pemenangan untuk Bungo dan Tebo


Kajanglako.com, Merangin - Al Haris kembali melantik tim pemenangannya untuk pemilihan gubernur periode 2021-2024. Sabtu (25/1/20), Bupati Merangin dua

 

Sabtu, 25 Januari 2020 15:00 WIB

KASN Bersurat ke Gubernur Jambi, Permintaan Klarifikasi Soal Nonjob Pejabat


Kajanglako.com, Jambi - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI, menyurati Gubernur Jambi Fachrori Umar, berisi permintaan klarifikasi demosi dan nonjob

 

Sabtu, 25 Januari 2020 14:43 WIB

23 Tahun Tak Bersua, Ini Potret Reuni Akbar Alumni SMK Veteran Kota Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Sabtu (25/1) pagi, bertempat di salah satu restoran di kawasan Sipin Kota Jambi, ratusan alumni SMK Veteran Kota Jambi dari tahun

 

Sabtu, 25 Januari 2020 12:02 WIB

Wabup Apri Tinjau Jalan Dusun Aur Cino, Masyarakat Antusias


Kajanglako.com, Bungo - Wakil Bupati Bungo H Safruddin Dwi Afriyanto melaksanakan kunjungan kerja di Dusun Senamat Ulu dan Aur Cino. Kunjungan Wabup ke