Kamis, 26 November 2020


Kamis, 05 Desember 2019 20:26 WIB

Sekolah Lapang Agar Petani Mandiri Manfaatkan Lahan Kritis

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riki

Kajanglako.com, Merangin - Upaya penyelamatan TNKS dari perambahan dengan pemanfaatan lahan kritis. Tenyata juga dilakukan bimbingan terhadap petani agar mandiri. 
 
Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) petani dibekali pengetahuan mulai dari pengolahan lahan, cara tanam dan pembuatan pengendali hama alami. 
 
Adi koordinator Mitra Aksi pendamping petani wilayah Jangkat mengatakan pendambingan dilakukan di enam desa yakni  Desa Muara Madras, Renah Alai, Renah Pelaan, Pulau Tengah, Koto Renah dan Koto Rawang.
 
Warga enam desa ini sepakat melakukan upaya perlindungan kawasan TNKS dan penyangga melalui pemanfaatan lahan kritis dan reboisasi.
 
"Setiap desa ada satu orang pendamping dari kawan-kawan Mitra Aksi. Tugasnya mendampingi petani sejak mulai pengalahan lahan, penanaman dan juga pembuatan pengendali hama," katanya. 
 
"Pengendali hama ini sebagai upaya agar petani tidak lagi menggunakan bahan kimia. Dan bahannya sudah tersedia dialam dan mudah didapat," jelas Adi lagi. 
 
Sekolah lapangan untuk petani ini ternyata sangat membantu petani, apa lagi ilmu yang diberikan pendamping diharapkan dapat diaplikasikan petani secara mandiri. 
 
Masnah (43), petani di Muara Madras sangat berterima kasih dengan adanya pendampingan dari Mitra Aksi yang dalam penyelamatan kawasan TNKS di dukungan dari TFCA Sumatera.
 
Dia mengatakan banyak pengelaman yang didapatkan pertani, apa lagi pendampingan dilakukan sejak pengolahan tanah hingga pembuatan pengendali hama dan itu didapat cuma-cuma oleh petani. 
 
"Kami terima kasih dengan kegiatan ini, kami tidak banyak keluar biaya dan hasilnya (Penen) juga banyak," katanya. 
 
Sementara itu Direktur Program TFCA Sumatera, Samedi mengatakan kegiatan positif untuk kesejahteraan masyarakat diharapkan agar masyarakat tidak lagi merambah TNKS dan fokus memanfaatkan lahan yang ada. 
 
"Kegiatan yang sangat bagus, TFCA Sumatera merupakan organisasi yang melakukan kegiatan konservasi hutan untuk meningkatkan kesejateran masyarakat desa. Apa lagi Mitra aksi sudah bagus melakukan pendampingan di lapangan," katanya. 
 
Dia melanjutkan hubungan konservasi dengan TNKS sangat penting untuk menjaga taman nasional tersebut. "Masyarakat yang merambah sekarang sudah tidak merambah dengan mengolah lahan kembali melalui pertanian oganik," ujarnya lagi. (Kjcom)


Tag : #TNKS #Merangin



Berita Terbaru

 

Rabu, 25 November 2020 18:01 WIB

Gelapkan Mobil Rental Bersama Teman Lelakinya, Ibu Beranak Tiga Ditangkap Polisi


Kajanglako.com, Batanghari - Jajaran Polsek Muarabulian, pada 18 November 2020 lalu, mengamankan seorang ibu rumah tangga beranak tiga di kediamannya.

 

Rabu, 25 November 2020 16:19 WIB

Plt Bupati Merangin Ikuti Vidcom Penyerahan DIPA dan TKDD 2021


Kajanglako.com, Merangin - Plt Bupati Merangin H Mashuri mengikuti jalannya video comfrence (vidcom), penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

 

Selasa, 24 November 2020 16:15 WIB

Banjir Pulau Pandan, Kapolres Turun Pantau Lokasi Banjir


Kajanglako.com, Sarolangun - Banjir yang melanda Desa Pulau Pandan kali ini merupakan yang kedua kalinya dalam satu bulan terakhir. Kapolres dan TNI beserta

 

Selasa, 24 November 2020 16:06 WIB

Banjir Pulau Pandan Rendam 70 Rumah, Warga Pilih Bertahan


Kajanglako.com, Sarolangun - Hujan deras dengan intensitas cukup tinggi yang melanda Kabupaten Sarolangun menyebabkan debit air meningkat sehingga aliran

 

Selasa, 24 November 2020 10:20 WIB

Keluarga Besar A Manap Dukung Al Haris Jadi Gubernur Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Al Haris, calon Gubernur Jambi  bersilaturahmi dengan keluarga besar Abdul Manap di kediaman Sakroni, lorong H Kamil, Kecamatan