Senin, 23 November 2020


Kamis, 05 Desember 2019 10:42 WIB

Pemanfaatan Lahan Kritis untuk Selamatkan TNKS

Reporter : Riki Saputra
Kategori : Berita Daerah

Foto: istimewa

Kajanglako.com, Merangin - Perambahan menjadi acaman utama Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Selain ancaman lain seperti pembalakan, pembukaan jalan dan perburuan.

Pembukaan, perambahan TNKS dan penyangganya 65 % dipicu tren masyarakat yang ingin mencari lahan baru subur dan ditanami komaditi kopi yang memiliki nilai ekonomi, serta alasan kondisi lahan yang ada tidak lagi menghasilkan (kritis).



Terkait itu 6 Desa di Kecamatan Jangkat yakni Desa Muara Madras, Renah Alai, Renah Pelaan, Pulau Tengh, Koto Renah dan Koto Rawang sepakat melakukan upaya perlindungan kawasan TNKS dan penyangga melalui pemanfaatan lahan kritis dan reboisasi.

Direktur Yayasan Mitra Aksi, Suparlan Siswo Sudarwo menyebutkan komitmen ini tertuang dalam SK bersama dan peraturan desa.

"Ada 36 kelompok tani terdiri dari 656 petani yang bersepakat untuk zona perlindungan dan konservasi penyangga TNKS melalui upaya pertanian organik dilahan kritis. Sudah mendapatkan SK Bupati juga tentang penetapan kawasan organik di Oktober lalu,”  katanya.

Saat ini masih ada seluas 1.213 hektar lahan kritis yang berada di enam desa  di Kecamatan Jangkat. Selama satu tahun seluas 2.193,12 hektar sudah di SK-kan untuk pertanian organik dengan melibatkan petani perempuan sebagai ujung tombak kegiatan. 

Parlan menyebutkan, sebelumya kelompok petani perempuan yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT) tidak begitu ada kegiatan. Dengan adanya kegiatan bertani organik khususnya di lahan kritis ini tebukti mampu menambah pengahsilan keluarga dan menumbuhkan minat dan pengetahuan petani perempuan untuk bertanam sayur dan tanaman holtikultura yang sudah lama ditinggalkan.

”Dibuktikan pertama demplot dilakukan oleh 1 KWT dengan luasan 300 m2 mampu menghasilkan penghasilan kelompok mencapai Rp. 5.560.000,- dan ini akhirnya membuat 7 KWT lain juga ikut mau bertani oragnik di lahan kritis,” tambahnya.

Untuk mendukung perlindungan TNKS dan konservasi kawasan penyangganya, kegiatan penanaman bibit agroforestry pada areal lahan kritis juga telah berjalan. Tidak kurang dari 157.000 batang bibit kayu manis, surian, jeruk dan alpokat telah di tanam di hamparan lahan kritis seluas 1.213 hektar sedang.

“Kita sudah berdayakan untuk 656 petani melakukan kegiatan pemulihan tersebut,” ujarnya.

Parlan menyebutkan kemampuan pemulihan lahan kritis ini didapatkan petani dengan sekolah lapang yang mereka lakukan setiap satu kali dalam seminggu. Didalam sekolah lapang, para petani belajar dan meramu sendiri bahan formula untuk menyuburkan tanah.

“Semua bahan-bahannya dari desa mereka, dari lahan kritis itu sendiri. Diantaranya ada daun-daun, abu, semua bahannya tersedia agar tidak ada ketergantungan dari luar untuk menyuburkan lahan kritis ini,” jelas Parlan.

Sekolah lapang yang dilakukan sudah berlangsung sejak dua tahun yang lalu di beberapa desa lainnya di Desa Muara Madras baru enam bulan yang lalu. Petani bersemangat mengikuti kegiatan tersebut dilihat dari antusias peserta yang bertambah setiap bulannya.

Upaya penyelamatan kawasan TNKS ini mendapatkan dukungan dari TFCA Sumatera  yang sudah berlangsung sejak 2011 dan tahun ini ada 3 mitra yang fokus pada landscape tersebut. Pundi Sumatera sebagai fasilitator wilayah tengah –selatan TFCA Sumatera melakukan upaya monitoring dan sistensi , peningkatan kapasitas, dan fasilitasi proses keberpihakan para pihak di areal kerja para mitra.

Direktur Pundi Sumatera, Sutono mengatakan ada 3 mitra yang tahun ini dengan isu penyelamatan TNKS, YAITU Mitra Aksi, KKI WARSI, dan Konsosrium ICS (Sinergitas Hijau).

“Tiga mitra itu dengan model kegiatan yang berbeda, KKI WARSI dengan pemanfaatan  PHBM melalui peningkatan ekonomi , Mitra Aksi dengan konservasi Berbasis Tataguna  lahan pada kawasan TNKS di Merangin, sementara WARSI di Bungo dan Solok Selatan. ICS modelnya juga melalui upaya peningkatan pendapatan masyarakat nagari tepi hutan di Solok Selatan juga areal kerjanya. Semuanya dengan model yang berbeda dan wilayah yang berbeda namun goalnya tetap pada perlindungan TNKS,” katanya.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan kawasan penyangganya di Kabupaten Merangin seluas 121.046 Ha, dan 35% atau 42,326 Ha berada di dataran tinggi Jangkat merupakan ekosistem penting yang berfungsi sebagai sumber air didaerah hulu dan tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna. Akan tetapi dalam kurang waktu 20 tahun terakhir, di daerah penyangga ini terus mengalami tekanan dari masyarakat setempat maupun pendatang. Tekanan tersebut terjadi dalam bentuk perambahan dan alih fungsi hutan untuk dijadikan lahan pertanian serta perkebunan.

Berdasarkan data Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera, kawasan ini adalah tempat ideal untuk ratusan flora hingga habitat bagi sejumlah populasi satwa langka. Misalnya, harimau Sumatera, gajah Sumatera, badak Sumatera, kijang Sumatera, dan lebih dari 372 jenis burung termasuk 16 jenis burung endemik. Dari data itu pula diketahui, ada 436 desa yang wilayahnya berbatasan langsung dengan kawasan TNKS. Karena itu, kawasan ini dinilai amat penting dalam ekosistem di Pulau Sumatera. Hingga tahun 2004, kawasan TNKS telah didaftar masuk World Heritage Site  (Situs Warisan Dunia) sebagai Cluster Mountainous Tropical Rainforest Heritage Site of Sumatra (TRHS). (Kjcom)


Tag : #Merangin #TNKS



Berita Terbaru

 

Sejarah Jambi
Senin, 23 November 2020 17:11 WIB

'Djambi' di Harian Haarlemsch Dagblad


Oleh: Frieda Amran (Antroplog. Mukim di Belanda) Kadang-kadang, untuk menghilangkan kebosanan membaca buku-buku tua berbahasa Belanda, untuk mengganti

 

Senin, 23 November 2020 11:36 WIB

Haru, Doa Emak Al Haris untuk Ulang Tahunnya Hari Ini


Kajanglako.com, Jambi - Al Haris, Calon Gubernur Jambi 2020-2024, hari ini berulang tahun. Emak tercintanya, Zuriah, dengan haru menyampaikan doa dan selamat

 

Senin, 23 November 2020 11:07 WIB

Satu Unit Rumah Semi Permanen di Desa Sungai Baung Hangus Terbakar


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu unit rumah semi permanen milik Sakirin warga RT 11 Desa Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun, Minggu malam hangus terbakar

 

Minggu, 22 November 2020 22:40 WIB

Kunjungi Kampung Tahfiz Pentagen Kerinci, Al Haris: Saya Ingin Jambi Provinsi Qurani


Kajanglako.com, Jambi - Calon gubernur Jambi nomor urut 3, Al Haris di Kabupaten Kerinci juga berkunjung ke kampung Tahfidz Quran di Desa Pendung Talang

 

Pilgub Jambi 2020
Minggu, 22 November 2020 19:57 WIB

Tokoh Masyarakat Bathin VIII Ajak Warga Pilih Cek Endra-Ratu, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Sarolangun – Para Tokoh Masyarakat (Tomas), Tokoh Adar dan Pemuda Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun mengajak semua warga