Senin, 16 Desember 2019


Rabu, 27 November 2019 16:14 WIB

KASN Ingatkan Soal Nonjob dan Mutasi Pejabat Pemprov Jambi

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Berita Pemerintahan

Foto: Juanda

Kajanglako.com, Jambi - Sebanyak 37 pejabat pimpinan tinggi Pratama dan pejabat administrator lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi beberapa waktu lalu, Rabu (27/11), mengikuti job fit assessment. Dari 37 pejabat tersebut 8 orang di antaranya harus menelan pahit hasil Keputusan Gubernur, di mana 3 pejabat di antaranya dinonjob, 1 pejabat di rolling, 1 pejabat dilantik ulang,  dan 2 pejabat harus rela turun jabatan eselon II ke eselon III.

Asisten Komisioner (Askom) Bidang Promosi dan Advokasi KASN, Nurhasni Anwar menyatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memiliki tugas memastikan pelaksanaan tahapan lelang jabatan di lingkungan Pemprov Jambi nantinya, mengingatkan menjelang pemilihan Gubernur Jambi 2020, supaya berjalan sesuai ketentuan.



"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang pelaksaan pilkada bahwa enam bulan sebelum penetapan calon Gubernur atau sekitar bulan Januari mutasi jabatan harus mendapatkan izin Mendagri," katanya kepada Gatra.com, Selasa (26/11) malam.

Pemprov Jambi belum dapat mengajukan lelang jabatan jika soal mutasi jabatan beberapa waktu lalu terdapat pengaduan ke KASN. Normalnya lelang jabatan dapat dilakukan sejak sekarang sepanjang jabatan itu tidak ada masalah. Menurutnya, dalam proses pengajuan lelang jabatan terbilang sebentar, asalkan sekda sudah menyiapkan rencana seleksi jabatan yang akan dilelang dengan melanjutkannya ke kepala daerah selaku PPK mengajukannya ke KASN.

“Kami punya aplikasi namanya Sijapti, selagi memenuhi persyaratannya dalam sehari kami bisa di rekomendasikan dengan PPK membentuk panitia seleksi, kemudian diumumkan selama 15 hari kerja. Minimal 4 orang calon dalam satu jabatan," katanya.

Sementara itu mantan Kepala BKD Husairi, menduga ada yang tidak beres terkait surat rekomendasi KASN tanggal 18 November 2019.

“Kita ketahui bahwa surat rekomendasi KASN yang pertama itu keluar tanggal 8 Agustus lalu dan jelas dalam salah satu poinnya bahwa pejabat yang mengikuti assessment tidak boleh dinonjob melainkan di-rolling bahkan ada masalah penilaian kinerjanya selama enam bulan setelah itu baru melakukan proses lelang,” katanya.

Nah terkait rekomendasi terbaru yang kita tanyakan kenapa KASN berani mengeluarkan surat rekomendasi boleh dinonjob, sudah menjadi bomerang di internal KASN dan Jambi khususnya menjadi topik pembicaraan.

"Kami tidak mempersoalkan nonjob, kami sudah terima ikhlas, tetapi prosesnya yang harus jujur terkait dengan hasil pemeriksaan inspektorat itu memang tugasnya secara triwulan dan jangan dijadikan memanfaatkan senjata untuk mencari kesalahan kami, padahal itu di luar poin rekomendasi KASN,” katanya.

Ia juga menduga ada lobi-lobi di tingkatan ASN terkait penerbitan rekomendasi terbaru tanggal 18 November 2019. “Saya dinonjob saya terima, tapi harus saya akui sebelum proses ini berakhir kemarin saya sudah diingatkan oleh pihak KPK," kata Husairi. (Kjcom)


Tag : #Pelantikan #Pejabat #Eselon



Berita Terbaru

 

Minggu, 15 Desember 2019 02:14 WIB

Songsong Pilgub 2020, Lembaga Survei ADRC Sasar Pengguna Smartphone


Kajanglako.com, Jambi - Di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi di Era digitalisasi 4.0, semua sistem baik dari segi perencanaan, input dan output

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 14 Desember 2019 08:33 WIB

Soedjatmoko


Oleh: Manuel Kaisiepo* Membaca ulang pemikiran dalam buku The Fourth Industrial Revolution (2016) karya Klaus Schwab, pendiri dan Ketua World Economic

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:46 WIB

Sidak Limbah PT SGN, Komisi III dan LH Langsung Uji pH


Kajanglako.com, Merangin - Komisi III DPRD Merangin sidak ke PT Sumber Guna Nabati (SGN), Jumat (13/12). Ini merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:42 WIB

Ketua Organisasi Jurnalis Bungo Kecam Sikap Arogan Oknum Security RSUD H Hanafie


Kajanglako.com, Bungo - Penghalangan peliputan oleh jurnalis di Kabupaten Bungo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sucurity RSUD H Hanfie Muara Bungo,

 

Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang