Senin, 16 Desember 2019


Selasa, 19 November 2019 21:44 WIB

Razia Tiga Kecamatan di Batanghari, 143 Botol Miras Diamankan Petugas

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Hukrim

Petugas menyita minuman keras / foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Satpol-pp Batanghari bersama tim gabungan Polri, Kejaksaan, BNN dan Pengadilan Negeri, Selasa (19/11), merazia sejumlah tempat di tiga kecamatan dalam Kabupaten Batanghari, yaitu kecamatan Muara Bulian, Pemayung dan Tembesi. Razia ini dilakukan menindaklanjuti laporan warga terkait maraknya penjual minuman keras (Miras) di wilayah hukum kabupaten Batanghari.

Dalam razia yang dilakukan, 143 botol minuman keras berbagai merek berhasil disita petugas. Selain miras, petugas juga mengamankan tuak 4 galon berukuran besar.



Di hari yang sama petugas juga mengamankan 7 orang anak funk yang mangkal di Tembesi. Anak funk tersebut langsung digiring ke kantor Pol PP untuk dibina.

Kasat Pol PP Ahmad Haryono melalui Agus Salim, selaku Kabid PPUD Satpol-PP Batanghari saat dikonfirmasi (19/11), membenarkan adanya razia pekat tersebut. Dalam razia tersebut, ada sedikit perlawanan dari pemilik warung.

Agus Salim menjelaskan, sebelum adanya penindakan, terlebih dahulu pihaknya sudah melakukan penyuluhan di setiap warung yang terindikasi menjual minuman keras. Namun sepertinya penyuluhan yang pernah dilakukan Pol PP tidak membuahkan hasil. Buktinya, masyarakat tetap melapor adanya penjual miras.

Untuk para penjual miras, sambungnya, dalam waktu dekat ini akan dipanggil dan diperiksa di kantor Satpol- PP Batanghari. "Setelah pemilik warung diperiksa, hasil pemeriksaan kami serahkan ke pengadilan negeri sesuai demgan Perda yang berlaku. Dan untuk sangsinya, pihak pengadilan yang menentukan," kata Kabid PPUD Satpol-PP Batanghari Agus Salim.

Saat ditanyakan apakah Perda bagi penjual minuman tuak sudah ada? Agus menegaskan Perda tuak sudah ada dan berlaku. "Untuk minuman tuak sudah ada perdanya, artinya tidak boleh diperjual belikan," tegas Agus Salim. 

Giat pekat tersebut akan terus dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Peredaran miras selalu ada, jika tidak ditindak lanjuti sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Akan rutin kita lakukan razia pekat sesuai jadwal. Dalam giat ini tidak ada kita temukan wanita penghibur," tutupnya. (Kjcom)


Tag : #Batanghari #Miras



Berita Terbaru

 

Minggu, 15 Desember 2019 02:14 WIB

Songsong Pilgub 2020, Lembaga Survei ADRC Sasar Pengguna Smartphone


Kajanglako.com, Jambi - Di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi di Era digitalisasi 4.0, semua sistem baik dari segi perencanaan, input dan output

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 14 Desember 2019 08:33 WIB

Soedjatmoko


Oleh: Manuel Kaisiepo* Membaca ulang pemikiran dalam buku The Fourth Industrial Revolution (2016) karya Klaus Schwab, pendiri dan Ketua World Economic

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:46 WIB

Sidak Limbah PT SGN, Komisi III dan LH Langsung Uji pH


Kajanglako.com, Merangin - Komisi III DPRD Merangin sidak ke PT Sumber Guna Nabati (SGN), Jumat (13/12). Ini merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:42 WIB

Ketua Organisasi Jurnalis Bungo Kecam Sikap Arogan Oknum Security RSUD H Hanafie


Kajanglako.com, Bungo - Penghalangan peliputan oleh jurnalis di Kabupaten Bungo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sucurity RSUD H Hanfie Muara Bungo,

 

Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang