Minggu, 12 Juli 2020


Selasa, 19 November 2019 21:44 WIB

Razia Tiga Kecamatan di Batanghari, 143 Botol Miras Diamankan Petugas

Reporter : Raden Suhur
Kategori : Berita Hukrim

Petugas menyita minuman keras / foto: Hur

Kajanglako.com, Batanghari - Satpol-pp Batanghari bersama tim gabungan Polri, Kejaksaan, BNN dan Pengadilan Negeri, Selasa (19/11), merazia sejumlah tempat di tiga kecamatan dalam Kabupaten Batanghari, yaitu kecamatan Muara Bulian, Pemayung dan Tembesi. Razia ini dilakukan menindaklanjuti laporan warga terkait maraknya penjual minuman keras (Miras) di wilayah hukum kabupaten Batanghari.

Dalam razia yang dilakukan, 143 botol minuman keras berbagai merek berhasil disita petugas. Selain miras, petugas juga mengamankan tuak 4 galon berukuran besar.



Di hari yang sama petugas juga mengamankan 7 orang anak funk yang mangkal di Tembesi. Anak funk tersebut langsung digiring ke kantor Pol PP untuk dibina.

Kasat Pol PP Ahmad Haryono melalui Agus Salim, selaku Kabid PPUD Satpol-PP Batanghari saat dikonfirmasi (19/11), membenarkan adanya razia pekat tersebut. Dalam razia tersebut, ada sedikit perlawanan dari pemilik warung.

Agus Salim menjelaskan, sebelum adanya penindakan, terlebih dahulu pihaknya sudah melakukan penyuluhan di setiap warung yang terindikasi menjual minuman keras. Namun sepertinya penyuluhan yang pernah dilakukan Pol PP tidak membuahkan hasil. Buktinya, masyarakat tetap melapor adanya penjual miras.

Untuk para penjual miras, sambungnya, dalam waktu dekat ini akan dipanggil dan diperiksa di kantor Satpol- PP Batanghari. "Setelah pemilik warung diperiksa, hasil pemeriksaan kami serahkan ke pengadilan negeri sesuai demgan Perda yang berlaku. Dan untuk sangsinya, pihak pengadilan yang menentukan," kata Kabid PPUD Satpol-PP Batanghari Agus Salim.

Saat ditanyakan apakah Perda bagi penjual minuman tuak sudah ada? Agus menegaskan Perda tuak sudah ada dan berlaku. "Untuk minuman tuak sudah ada perdanya, artinya tidak boleh diperjual belikan," tegas Agus Salim. 

Giat pekat tersebut akan terus dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan. Peredaran miras selalu ada, jika tidak ditindak lanjuti sangat berbahaya bagi masyarakat.

"Akan rutin kita lakukan razia pekat sesuai jadwal. Dalam giat ini tidak ada kita temukan wanita penghibur," tutupnya. (Kjcom)


Tag : #Batanghari #Miras



Berita Terbaru

 

Sabtu, 11 Juli 2020 20:16 WIB

Ini 4 Daerah di Jambi yang Boleh Selenggarakan Belajar Tatap Muka Mulai 13 Juli


Kajanglako.com, Jambi - Kesepakatan rapat Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi tanggal 10 Juli 2020, mengacu pada perkembangan kasus pandemi virus Corona

 

Sabtu, 11 Juli 2020 12:16 WIB

7 Pelaku PETI Asal Jawa Tengah Dibekuk Saat Beraktivitas


Kajanglako.com, Sarolangun - Jumat pagi  Kepolisian Polres Sarolangun berhasil membekuk tujuh  orang pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti)

 

Jumat, 10 Juli 2020 22:54 WIB

Ratusan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Kota Jambi Ikuti Rapid Test


Kajanglako.com, Jambi - Sebanyak 428 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kota Jambi untuk Pilgub Jambi pada Pilkada serentak 2020 mendatang dilakukan

 

Jumat, 10 Juli 2020 16:13 WIB

Sudirman: Setwan Pahami Regulasi Eksekutif dan Legislatif


Kajanglako.com, Jambi  – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Jambi H Sudirman SH MH mengemukakan, eksistensi lembaga Sekretariat

 

Jumat, 10 Juli 2020 15:08 WIB

Sudirman Ajak Masyarakat


Kajanglako.com, Jambi - Kebijakan pemerintah yang terbaru dengan meminta masyarakat untuk “berdamai” dengan Covid-19 dengan menggaungkan apa