Senin, 16 Desember 2019


Senin, 18 November 2019 13:06 WIB

Pertemuan Gubernur Fachrori dengan Menteri LHK RI, Konsultasi Bahas Konflik Lahan, Karhutla dan KPH

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Inforial

Pertemuan Gubernur Fachrori dengan Menteri LHK RI, Konsultasi Bahas Konflik Lahan, Karhutla dan KPH / foto: Humas

Kajanglako.com, Jakarta - Gubernur Jambi Fachrori Umar, mengikuti konsultasi teknis dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabhakti, Jl. Gatot Subroto, Slipi, Jakarta.jumat malam, (15/11).

Pertemuan konsultasi tersebut merupakan undangan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dr.Ir.Siti Nurbaya,M.Sc kepada 8 gubernur, yakni 1.Gubernur Nusa Tenggara Barat, 2.Kalimantan Tengah, 3.Sulawesi Tenggara, 4.Riau, 5.Kalimantan Timur, 6.Sumatera Selatan, 7.Kalimantan Barat, dan 8.Jambi. Konsultasi dilakukan per sesi, yakni Menteri LHK dengan masing-masing gubernur.



Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar didampingi oleh Wakil Menteri LHK dan para pejabat terkait dari Kementerian LHK.

Poin-poin yang dibahas dalam konsultasi tersebut adalah: 1.Penyelesaian permasalahan konflik lahan dengan skema Perhutanan Sosial dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), 2.Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 3.Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai tapak pengelolan hutan.

Fachrori menjelaskan berbagai permasalahan kehutanan di Provinsi Jambi dan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap bersinergi dengan Kementerian LHK dalam penyelesaian permasalahan-permasalahan kehutanan di Provinsi  Jambi.

Mengenai Perhutanan Sosial, Fachrori menyatakan, sampai saat ini sudah terbit 143 ijin perhutanan sosial di Provinsi Jambi, baik dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, dan Kemitraan Kehutanan, dengan total luas areal mencapai 108.484,79 hektar. Tantangan yang dihadapi dalam program perhutanan sosial ini adalah belum idealnya jumlah penyuluh kehutanan dibandingkan luas wilayah yang dibina, serta belum maksimalnya dukungan sektor-sektor lain dalam penguatan kelembagaan dan pendampingan usaha perhutanan sosial. Oleh karena itu dibutuhkan pembinaan dan peningkatan kapasitas teknis penyuluh kehutanan, serta sinergitas sektor non kehutanan dalam mensukseskan program perhutanan sosial.

Selanjutnya, terkait Rehabilitasi Hutan dan Lahan dapat saya laporkan bahwa total luas lahan kritis di Provinsi Jambi sesuai statistik Kementerian LHK Tahun 2015 mencapai 844.647 Hektar. Untuk penanganan lahan kritis ini, Fachrori memandang perlu dilakukan penanaman kembali dengan pola tanaman agroforestri/MPTS melalui program Perhutanan Sosial dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Tantangan dalam kegiatan ini adalah belum tersedianya anggaran pemeliharaan, serta masih cukup luasnya lahan yang harus direhabilitasi.

Mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan, Fachrori menjelaskan, saat ini kondisi di Provinsi Jambi sudah cukup kondusif, sudah tidak banyak lagi hotspot, dan kabut asap juga sudah tidak begitu terlihat. Total luas lahan dan hutan yang terbakar di Provinsi Jambi berdasarkan data resmi KLHK sampai dengan 30 September 2019 mencapai 39.638 hektar. Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI-POLRI, Pemerintah Pusat (KLHK dan BNPB), Pemerintah Kabupaten, Pengusaha, LSM, hingga masyarakat, bahu-membahu mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan. “Kedepan, kami memprioritaskan upaya pencegahan dengan melakukan berbagai program sejak dini,” ungkap Fachrori.

Selanjutnya, Fachrori mengharapkan dukungan dari Kementerian LHK dalam mengatasi berbagai persoalan kehutanan di Provinsi Jambi

Dalam konsultasi tersebut, Fachrori didampingi bupati Merangin, bupati Muaro Jambi dan wakil bupati Sarolangun.

Selanjutnya akan dilakukan pembahasan pada tingkat Eselon I dengan instansi terkait. (Kjcom)


Tag : #Gubernur #Fachrori Umar



Berita Terbaru

 

Minggu, 15 Desember 2019 02:14 WIB

Songsong Pilgub 2020, Lembaga Survei ADRC Sasar Pengguna Smartphone


Kajanglako.com, Jambi - Di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi di Era digitalisasi 4.0, semua sistem baik dari segi perencanaan, input dan output

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 14 Desember 2019 08:33 WIB

Soedjatmoko


Oleh: Manuel Kaisiepo* Membaca ulang pemikiran dalam buku The Fourth Industrial Revolution (2016) karya Klaus Schwab, pendiri dan Ketua World Economic

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:46 WIB

Sidak Limbah PT SGN, Komisi III dan LH Langsung Uji pH


Kajanglako.com, Merangin - Komisi III DPRD Merangin sidak ke PT Sumber Guna Nabati (SGN), Jumat (13/12). Ini merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:42 WIB

Ketua Organisasi Jurnalis Bungo Kecam Sikap Arogan Oknum Security RSUD H Hanafie


Kajanglako.com, Bungo - Penghalangan peliputan oleh jurnalis di Kabupaten Bungo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sucurity RSUD H Hanfie Muara Bungo,

 

Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang