Minggu, 19 Januari 2020


Minggu, 13 Oktober 2019 04:31 WIB

Seniman Asal Muarajambi Raih Anugerah Maestro Seni Tradisi 2019

Reporter : Ardi Putra
Kategori : Ensklopedia

Maryam, seniman Senandung Jolo. Sumber foto: Riani Sari (2011).

59 pegiat budaya ditetapkan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai penerima anugerah kebudayaan  Tahun 2019.

Di antara 59 pegiat budaya itu, terdapat nama Maryam, salah seorang pelaku seni tradisi Senandung Jolo asal Desa Tanjung Kumpeh Hilir, Kabupaten Muarajambi.



Pemberian Anugerah Kebudayaan 2019 menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019, yang berlangsung sejak tanggal 7-13 Oktober 2019 di Istora Senayan dan Parkir Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

Nek Maryam langsung menerima penghargaan maestro seni tradisi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada Kamis, 10 Oktober 2019. Selain piagam penghargaan, trofi dan pin emas 10 gram, peraih naugerah maestro seni tradisi berhak menerima uang senilai Rp 50 juta.

Najamudin Ramli, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, mengatakan para penerima akan mendapatkan uang kehormatan berlaku seumur hidup.

"Jika tokoh atau orang itu ditetapkan sebagai Maestro Seni Tradisi, maka yang bersangkutan akan mendapatkan berupa uang kehormatan sebesar Rp25 juta pertahun. Itu merupakan khusus Maestro Seni. Mereka akan mendapatkan hingga wafat," kilah Najamudin Ramli, Selasa (8/10).

Selain Nek Maryam, empat penerima anugerah maestro seni tradisi lainnya adalah Usman Lajanja (Sulawesi Tengah), Gustaf Bame (Papua Barat), Warsad Darya (Jawa Barat), dan Usman (Kalimantan Barat).

Ket: Maryam menerima anugerah Maestro Seni Tradisi dari Bapak Muhadjir Efendy (10/10)

Keberhasilan Nek Maryam ini menambah daftar penerima Maestro Seni Tradisi asal provinsi Jambi. Lima Tahun sebelumnya, Nek Jariah (76 tahun), pelaku seni tradisi Dideng asal Kabupaten Bungo, ditetapkan sebagai penerima penghargaan anugerah Maestro Seni Tradisi Indonesia Tahun 2014. Hal serupa, empat tahun sebelum Nek Jariah, gelar Mastero Seni Tradisi 2010 disematkan kepada budayawan Iskandar Zakaria dari Kerinci.

Meski berusia senja, kesetiaan Maryam melestarikan seni tradisi Senandung Jolo tidak diragukan lagi. Ia bersama dua seniman lokal lainnya, yakni Zuhi dan M. Alfian, menghidupkan kembali kesenian senandung jolo di Desa Tanjung sejak 1983 sampai sekarang.

Senandung jolo merupakan suatu kesenian dengan materi utamanya adalah sastra tutur dalam bentuk pantun yang dinyanyikan. Awalnya kesenian ini hanya berfungsi sebagai curahan hati yang yang diungkapkan sambil menunggu sawah atau pada saat berada di perahu seusai memasang alat tangkap ikan. Pada perkembangannya, kesenian ini tampil sebagai seni pertunjukkan dengan ditandai dukungan alat musik seperti Gambang Kayu-terdiri dari 4 bilah kayu yang terbuat dari jenis kayu Marelang-; Tetawak, Rebana, Gendang Panjang, Gong dan Beduk.. Sebagai seni pertunjukkan pula, senandung jolo kerap tampil dalam acara pesta perkawinan, pesta panen, dan acara acara seremonial yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Ingin tahu lebih jauh tentang Maryam, seni tradisi Senandung Jolo dan dinamika penghargaan Anugerah Budaya Jambi? Sila baca di sini: http://kajanglako.com/id-9346-post-maryam-dan-anugerah-maestro-seni-tradisi.html


Tag : #Maestro Seni Tradisi 2019 #Seni Tradisi #Anugerah Kebudayaan #Senandung Jolo #Warisan Budaya Tak Benda



Berita Terbaru

 

Minggu, 19 Januari 2020 10:37 WIB

Al Haris dan Adi Rozal Berbagi Kisah Perjalanan Hidup, Tukang Martabak dan Kuli Bangunan


Kajanglako.com, Merangin - Hubungan baik Al Haris dengan kepala daerah di Jambi terus dibina Bupati Merangin dua periode ini. Terutama dengan grup lima

 

Sabtu, 18 Januari 2020 22:16 WIB

Meriahnya Penyambutan Al Haris di Koto Tebat Kerinci


Kajanglako.com, Merangin - Al Haris bakal calon kuat Gubernur Jambi disambut meriah warga di Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci,

 

Sabtu, 18 Januari 2020 15:55 WIB

Soal 4 Mobnas yang Belum Dikembalikan Saihu, Wabup: Semua Kita Serahkan ke Jaksa


    Kajanglako.com, Sarolangun - Persoalan aset bergerak milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun berupa mobil dinas (mobnas) yang dikuasai pihak

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 18 Januari 2020 11:13 WIB

Su'aidi Asy'ari


Oleh: Jumardi Putra* Tersebab sakit mendera, niat saya merampungkan lembar singkat ini setelah mendapat kabar Prof. Su’aidi Asy’ari terpilih

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 18 Januari 2020 09:30 WIB

Snelleman kembali ke Loeboe Gedang


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang Penghoeloe Soekoe menunggunya di rumah. Lelaki itu merupakan utusan Penghoeloe Kapala yang memerlukan