Minggu, 20 Oktober 2019


Selasa, 08 Oktober 2019 13:37 WIB

Si 'Putih' Kecil yang Tak Boleh Dianggap Remeh

Reporter :
Kategori : Ragam

ilustrasi. bawang putih. sumber foto: hallosehat.com

Oleh: Dinda Desinta*

Tak asing rasanya saat menjumpai bawang putih dipakai sebagai bumbu dapur di rumah-rumah penduduk sampai restaurant berbintang. Selain untuk bumbu utama dalam masakan, bawang putih juga digunakan sebagai obat-obatan seperti untuk pilek, batuk dan penyakit lainnya. Soal khasiat, si kecil putih cukup bisa diandalkan.



Iseng-iseng saya pernah berpikir, berapa sih rata-rata penggunaan bawang putih dalam satu hari?

Membahas bawang putih sepertinya cenderung kurang menarik jika dibandingkan dengan produk lainnya seperti beras, bawang merah, ataupun daging sapi, yang harganya cenderung lebih mahal dan fluktuatif. Tetapi kalau publik sedikit memberikan perhatian, sebenarnya topik ini cukup renyah untuk kita simak.

Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mencatat, konsumsi bawang putih masyarakat Indonesia pada 2016 misalnya, mencapai 465,1 ribu ton. Sedangkan tahun 2017,  konsumsi terhadap komoditas ini mencapai sekitar 482,19 ribu ton. Pertanyaannya kemudian, kira-kira apakah produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tersebut?

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui jika penghasil komoditas bawang putih terbesar pada tahun 2016 dan 2017 berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Produksinya mencapai 11 ribu ton dan 10,2 ribu ton. Lalu disusul oleh Provinsi Jawa Tengah dengan produksi bawang putih sebesar 6,8 ribu ton dan 6 ribu ton.

Namun kedua provinsi itu bertukar posisi pada tahun 2018, dimana Provinsi Jawa Tengah menghasilkan 19,5 ribu ton sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Barat menghasilkan bawang putih sebesar 13,11 ribu ton.

Dari data statistik itu pula, dapat dilihat bahwa pada tahun 2018 komoditas bawang putih mengalami kenaikan produksi yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dilihat dari total produksi Indonesia yang diambil dari seluruh provinsi yang ada, pada tahun 2016 Indonesia memproduksi 21,15 ribu ton, sedangkan pada tahun 2017 produksi bawang putih mengalami penurunan yaitu sebesar 19,51 ribu ton.

Pada tahun 2016 kebutuhan Indonesia mencapai 465,1 ribu ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya mampu menyuplai 21,15 ribu ton. Artinya, ada sekitar 443,95 ribu ton lainnya yang harus diimpor dari negara lain.

Dalam kasus bawang putih, faktanya hampir 95% bawang putih dipenuhi dengan cara impor. Dalam kata lain, berarti saat ini Indonesia tengah berada di fase “sangat membutuhkan” bantuan dari negara lain dalam pemenuhan bahan pangan bagi masyarakatnya. Namun, impor komoditas pangan ini sendiri merupakan peluang yang “menggiurkan” bagi pihak-pihak tertentu.

Dalam salah satu media online, Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa dahulu Indonesia pernah swasembada pangan pada tahun 1994. Kita mampu memenuhi kebutuhan bawang putih hanya dari hasil produksi petani dalam negeri. Namun, krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 yang berujung pada ekonomi liberal, menjadi titik awal impor bawang putih ke dalam negeri hingga menjadi tak terkendali. (baca di sini: http://hortikultura.pertanian.go.id)

Saat ini, ketergantungan kita pada impor bawang putih dari negara lain menjadi sangat tinggi. Ironisnya, bawang putih impor menjadi raja dalam pasar bawang putih di Indonesia. Bisa saja masyarakat sulit membedakan yang mana bawang putih lokal dan mana yang impor.

Mirisnya lagi, dengan harga bawang putih impor yang cenderung lebih murah, menyebabkan masyarakat cenderung lebih menyukai membeli bawang putih yang didatangkan dari luar negeri tinimbang produksi petani sendiri. Bawang putih impor yang paling digemari masyarakat adalah bawang putih yang berasal dari negara Tiongkok yang ukurannya besar-besar.

Jelas tidak mudah untuk memenuhi hampir 500 ribu ton bawang putih per tahun. Salah satu gebrakan pemerintah Indonesia saat ini target swasembada bawang putih pada 2021. Hal tersebut sudah cukup terbukti dengan meningkatkan produksi bawang putih yang cukup tinggi pada tahun 2018.

Dari data Badan Pusat Statistik, diketahui saat ini provinsi-provinsi yang sebelumnya tidak menghasilkan bawang putih, di tahun 2018 sudah mulai membantu menyuplai bawang putih. Seperti Provinsi Jambi yang pada 2016 dan 2017 tidak memproduksi si kecil putih tersebut, tahun 2018 menyumbang 41 ribu ton bawang putih untuk pemenuhan konsumsi di Indonesia. Begitu pula dengan Provinsi Bengkulu yang tahun 2018 ini menyumbang 20 ribu ton bawang putih.

Hal tersebut juga terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang pada tahun 2016 hanya menyumbang 9 ribu ton dan tidak ada produksi di tahun 2017, namun pada 2018 menyuplai bawang putih sebesar 20 ribu ton. Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan yang tahun sebelumnya tidak berkontribusi pada pengadaan bawang putih, pada 2018 kedua provinsi ini menyumbangkan 16 ribu ton dan 3 ribu ton. Provinsi lainnya juga mengalami peningkatan produksi yang cukup tinggi pada tahun 2018.

Dengan peningkatan produksi bawang putih yang sangat ‘mengesankan’ tersebut, rasanya proyek swasembada bawang putih di tahun 2021 akan dapat tercapai. Indonesia diharapkan tidak bergantung lagi pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan bawang putih. Sudah saatnya potensi petani kita digenjot untuk menghasilkan bawang putih kualitas baik hingga super, sehingga Indonesia menjadi negara yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan masyarakatnya, bahkan bisa menjadi pengekspor untuk mendatangkan devisa. Si 'putih' kecil semestinya memang tak boleh dianggap remeh.

*Penulis adalah mahasiswi Politeknik Statistika STIS Jakarta.


Tag : #Komoditi #ekspor #bawang putih #swasembada



Berita Terbaru

 

Minggu, 20 Oktober 2019 11:50 WIB

Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019


Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019 Kajanglako.com, Jambi - Sabtu (19/10) malam, bertempat di Aula Balai Prajurit Makorem 042/Garuda Putih,

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 20:01 WIB

Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan


Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan Kajanglako.com, Jambi – Dewan Perwakilan

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:00 WIB

Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI


Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI Kajanglako.com, Jambi – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:24 WIB

Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019


Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019 Kajanglako.com, Merangin - Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:49 WIB

Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama


Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan memiliki desa sadar kerukunan umat beragama.