Minggu, 20 Oktober 2019


Minggu, 06 Oktober 2019 09:01 WIB

R. Soekmono

Reporter :
Kategori : Sosok

R. Soekmono

Oleh: Bambang Budi Utomo*

Perkembangan dunia arkeologi Indonesia tidak dapat lepas kaitannya dengan tokoh-tokoh arkeologi bangsa Belanda yang pernah malang melintang di situs-situs yang mengandung tinggalan budaya masa lampau di Nusantara, terutama di Jawa dan Sumatra. Bisa dimaklumi karena pada waktu itu Nusantara masih dijajah Belanda. Keberadaan tinggalan budaya masa lampau banyak dicatat oleh para arkeolog tersebut. Bahkan, cikal bakal berdirinya Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, dirintis oleh para arkeolog Belanda tersebut Ada arkeolog yang profesional, ada yang amatir, dan ada pula yang berangkat dari kecintaannya terhadap keantikan suatu karya seni.



Dari sekian banyak yang menyatakan dirinya sebagai seorang ahli arkeologi yang tergabung dalam organisasi Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), mungkin hanya sedikit yang mengetahui siapa orang itu sebenarnya, dan apa karyanya yang “monumental”. Sebagai seorang yang memproklamirkan dirinya arkeolog, sudah seharusnya mengenal orang-orang yang berjasa tersebut, mulai dari J.L.A Brandes dari abad ke-19, sampai dengan Uka Tjandrasasmita yang pernah bertualang di Sumatra Selatan dan Jambi pada tahun 1953 bersama-sama dengan R. Soekmono, R.P. Soejono, Satyawati Suleiman, dan Boechari.

Setelah edisi sebelumnya tentang sosok J.L.A Brandes, Nicolaas Johannes Krom, Frederik David Kan Bosch, dan W.F. Stutterheim, berikut sosok peletak dasar arkeologi di Indonesia:

 

- R. Soekmono -

Bersama-sama dengan Satyawati Suleiman, Soekmono termasuk dalam arkeolog pertama bangsa Indonesia yang berhasil menyelesaikan gelar sarjananya pada tahun 1953 dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pak Soek, biasa dipanggil oleh rekan, bawahan, dan mahasiswanya, lahir di Ketanggungan (Brebes) pada tanggal 14 Juli 1922. Bersama-sama dengan Satyawati Suleiman, Soejono, Boechari, Uka Tjandrasasmita, Basoeki dan arkeolog Belanda pada tahun 1954 melakukan ekspedisi ke Sumatra. Dari ekspedisinya itu, beliau berpendapat bahwa pada masa Sriwijaya garis pantai Sumatra bagian timur terletak di daerah pedalaman. Di Jambi terdapat sebuah teluk, sedangkan kota Palembang terletak di ujung sebuah semenanjung. Pendapatnya ini terus dipertahankan hingga akhir hayatnya.

Soekmono merupakan orang Indonesia pertama yang lulus sebagai doktorandus dalam bidang studi arkeologi. Setelah lulus tahun 1953, pada tahun itu juga beliau diangkat sebagai Kepala Dinas Purbakala Republik Indonesia, suatu kedudukan yang sebelum itu dijabat oleh orang-orang Belanda. Jabatan ini terus dipangkunya hingga tahun 1973. Pada tahun 1970 beliau dipercaya pemerintah untuk memimpin Proyek Pemugaran Candi Borobudur, sebuah proyek besar yang didanai oleh pemerintah RI dan UNESCO.

Ditengah-tengah kesibukannya memimpin suatu proyek besar, pada tahun 1974 beliau sempat menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Candi, Fungsi dan Pengertiannya" di Universitas Indonesia. Pada bidang studi inilah keahlian dan pengalaman beliau dapat diuji, terutama pengetahuannya mengenai candi-candi di Indonesia. Pengalamannya pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur menjadikannya seorang ahli mengenai bangunan candi yang sedang ditanganinya. Di dunia internasional pengetahuan beliau mengenai konservasi bangunan monumental banyak dipakai. Beberapa jabatan yang berkaitan dengan masalah-masalah konservasi banyak disandangnya.

Kesibukannya sebagai “praktisi arkeologi” tidak menjadikannya lupa akan dunia akademis. Pengetahuannya yang luas mengenai Sejarah Kebudayaan Indonesia, diamalkannya di ruang kuliah Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Udayana, dan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Batusangkar sebagai Dosen Luar Biasa (1953-1978). Pada tahun 1978 beliau dikukuhkan sebagai Gurubesar Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Kemudian pada tahun 1986-1987 sebagai Gurubesar tamu di Rijksuniversiteit te Leiden, Belanda.

*Penulis adalah arkeolog senior. Pelbagai karya tulisnya seputar kajian arkeologi di Nusantara, termasuk Jambi dan Palembang, terbit dalam bentuk buku, prosiding konferensi dan artikel di media cetak baik lokal maupun nasional. Seri tokoh peletak dasar arkeologi Indonesia lainnya dapat dibaca di rubrik Sosok Kajanglako.com


Tag : #Sosok #Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia #R. Soekmono



Berita Terbaru

 

Minggu, 20 Oktober 2019 11:50 WIB

Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019


Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019 Kajanglako.com, Jambi - Sabtu (19/10) malam, bertempat di Aula Balai Prajurit Makorem 042/Garuda Putih,

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 20:01 WIB

Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan


Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan Kajanglako.com, Jambi – Dewan Perwakilan

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:00 WIB

Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI


Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI Kajanglako.com, Jambi – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:24 WIB

Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019


Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019 Kajanglako.com, Merangin - Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:49 WIB

Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama


Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan memiliki desa sadar kerukunan umat beragama.