Minggu, 20 Oktober 2019


Jumat, 04 Oktober 2019 18:50 WIB

Frederik David Kan Bosch

Reporter :
Kategori : Sosok

Frederik David Kan Bosch (17 Juni 1887 - 20 Juli 1967

Oleh: Bambang Budi Utomo*

Perkembangan dunia arkeologi Indonesia tidak dapat lepas kaitannya dengan tokoh-tokoh arkeologi bangsa Belanda yang pernah malang melintang di situs-situs yang mengandung tinggalan budaya masa lampau di Nusantara, terutama di Jawa dan Sumatra. Bisa dimaklumi karena pada waktu itu Nusantara masih dijajah Belanda. Keberadaan tinggalan budaya masa lampau banyak dicatat oleh para arkeolog tersebut. Bahkan, cikal bakal berdirinya Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, dirintis oleh para arkeolog Belanda tersebut Ada arkeolog yang profesional, ada yang amatir, dan ada pula yang berangkat dari kecintaannya terhadap keantikan suatu karya seni.



Dari sekian banyak yang menyatakan dirinya sebagai seorang ahli arkeologi yang tergabung dalam organisasi Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), mungkin hanya sedikit yang mengetahui siapa orang itu sebenarnya, dan apa karyanya yang “monumental”. Sebagai seorang yang memproklamirkan dirinya arkeolog, sudah seharusnya mengenal orang-orang yang berjasa tersebut, mulai dari J.L.A Brandes dari abad ke-19, sampai dengan Uka Tjandrasasmita yang pernah bertualang di Sumatra Selatan dan Jambi pada tahun 1953 bersama-sama dengan R. Soekmono, R.P. Soejono, Satyawati Suleiman, dan Boechari.

Setelah edisi sebelumnya sosok J.L.A Brandes dan Nicolaas Johannes Krom, berikut sosok peletak dasar arkeologi di Indonesia:

 

- Frederik David Kan Bosch -

Bosch sudah berada di Hindia Belanda sejak tahun 1914, dan pada tahun 1916 hingga tahun 1936 beliau dipercaya pemerintah kolonial untuk memimpin Oudheidkundige Dienst menggantikan pendahulunya, Krom yang kembali ke Belanda pada tahun 1915. Pekerjaan pertama yang dilakukannya adalah menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan pendahulunya dan menerbitkannya. Karya monumental yang hingga kini masih dipakai sebagai pedoman para peneliti arkeologi adalah inventaris mengenai tinggalan budaya masa lampau. Buku inventaris ini hingga saat ini merupakan satu-satunya yang ada.

Bosch menjadi terkenal di kalangan para ahli arkeologi setelah menulis “Een Hypothese Omtrent den Oorsprong der Hindoe-Javaansche Kunst” yang dimuat dalam Handelingen Eerste Congres voor Taal-, Land- en Volkenkunde van Java, tahun 1921. Dalam karyanya ini beliau mengungkapkan peranan bangsa Indonesia sebagai pencipta bangunan-bangunan candi serta kesenian lainnya. Karena peranan inilah maka tidak ada jurang yang memisahkan antara masa sekarang dari masa lampau bangsa Indonesia. Dengan landasan pemikiran itu, Bosch mengarahkan arkeologi Indonesia ke dalam dua usaha, yaitu: 1) penelitian yang mendalam terhadap unsur-unsur Indonesia dalam segala aktivitas kesenian pada masa lampau, dan 2) pengembalian kemegahan serta keindahan semua hasil kesenian masa lampau. Dari landasan pemikiran inilah maka selama masa kepemimpinan Bosch banyak candi yang dipugar, sehingga kemegahan dan keindahan candi tersebut dapat dinikmati masyarakat.

Perhatian terhadap kepurbakalaan di Hindia-Belanda tidak hanya melakukan pemugaran saja, tetapi juga memberikan perlindungan hukum. Melalui perjuangannya yang panjang, pada tahun 1931 keluar Monumenten Ordonantie (Stbl 1931 No. 238) yang kini telah menjadi Undang-undang No. 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Selama kepemimpinannya Bosch telah membawa arkeologi di Hindia-Belanda ke arah kedewasaan melalui pemikiran di berbagai bidang, baik prasejarah, kesenian, arsitektur, kebudayaan, maupun epigrafi sehingga arkeologi Indonesia mulai berdiri tegak sebagai ilmu dan sejajar dengan arkeologi di negara-negara lain.

*Penulis adalah arkeolog senior. Pelbagai karya tulisnya seputar kajian arkeologi di Nusantara, termasuk Jambi dan Palembang, terbit dalam bentuk buku, prosiding konferensi dan artikel di media cetak baik lokal maupun nasional. Seri tokoh peletak dasar arkeologi Indonesia lainnya dapat dibaca di rubrik Sosok Kajanglako.com


Tag : #Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia #J.L.A Brandes #Nicolaas Johannes Krom



Berita Terbaru

 

Minggu, 20 Oktober 2019 11:50 WIB

Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019


Sekda Buka Pesparani Katolik Provinsi Jambi 2019 Kajanglako.com, Jambi - Sabtu (19/10) malam, bertempat di Aula Balai Prajurit Makorem 042/Garuda Putih,

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 20:01 WIB

Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan


Puncak HUT ke-54 Kabupaten Bungo, Fachrori : 28,7 Miliar APBD 2019 Provinsi Dikucurkan untuk Bangun 4 Ruas Jalan Kajanglako.com, Jambi – Dewan Perwakilan

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:00 WIB

Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI


Forkompimda Provinsi Jambi Deklarasi Kebangsaan Jelang Pelantikan Presiden RI Kajanglako.com, Jambi – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:24 WIB

Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019


Al Haris Lepas Ribuan Peserta Kirab Hari Santri Nasional 2019 Kajanglako.com, Merangin - Ribuan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten

 

Sabtu, 19 Oktober 2019 09:49 WIB

Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama


Merangin Akan Miliki Desa Sadar Kerukunan Umat Beragama Kajanglako.com, Merangin - Kabupaten Merangin akan memiliki desa sadar kerukunan umat beragama.