Sabtu, 28 Maret 2020


Selasa, 10 September 2019 11:16 WIB

Beranda Perempuan: Korban Kabut Asap Berjatuhan, Pemerintah Diam

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita

Beranda Perempuan: Korban Kabut Asap Berjatuhan, Pemerintah Diam

Kajanglako.com, Jambi – Beranda Perempuan menilai lambannya pemerintah pusat hingga daerah dalam menangani korban kabut asap yang terus berjatuhan. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah.



Dikatakan Zubaidah, merunut dari data Humas Kota Jambi, hingga minggu pertama Agustus 2019, tercatat sedikitnya 1707 warga telah terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA. Bahkan angka tersebut terus bertambah sebanyak 2189 dan 2577 hingga minggu ke tiga Agustus.

Beberapa penelitian kesehatan menyebutkan, korban asap dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker paru, radang paru, downsyndrom, kegagalan fungsi otak, hingga kelahiran premature.

Ini merupakan praktik pelanggaran terhadap pemenuhan hak dasar bagi warga khususnya kelompok rentan yang sudah diatur dalam PERDA KARHUTLA No 2 tahun 2016. Pemilik konsesi yang lahannya terbakar bertanggungjawab secara  responsif  memberikan bantuan peyediaan air bersih,  layanan  kesehatan, penampungan dan tempat hunian yang layak.

Sejak beberapa hari terakhir, Kondisi kabut asap terjadi semakin parah terutama di kecamatan Muara Sabak Timur dan Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung meyebabkan sekolah diliburkan selama dua minggu. Bantuan masker standar pencegah polutan asap bagi warga terdampak samasekali tidak ada.

Khalifah, seorang anak usia 2 tahun mengalami batuk pilek karena terpapar asap selama dua minggu di desanya Rantau Indah Kecamatan Dendang, ia terpaksa harus dilarikan kerumah sakit di Jambi. Menurut keterangan orang tua Khalifah, dokter mengatakan Aliyah terserang ISPA.

Kondisi udara di Kota Jambi saat ini menunjukkan angka 153 oleh AQI US, yang berarti "tidak sehat" untuk siapapun. Sedangkan jumlah titik api di seluruh Provinsi Jambi hari ini, sebanyak 658 titik, menurut LAPAN.

“Asap ini bukti dari dasyatnya penguasaan dan tata kelola gambut yang buruk, pemilik izin menguasai dan menanam komoditas yang merusak ekosistem gambut sehingga  gambut mudah terbakar. Pemilik izin yang lahannya terbakar tidak  satupun belum tersentuh hukum. Sehingga tidak ada efek jera dan akan berulang,” Ungkap Zubaidah, Senin (09/09)

Zubaidah Juga menambahkan Penegakan hukum harus ditegakkan seadil - adilnya tanpa  menegasikan pelayanan kemanusiaan bagi korban terutama kelompok rentan. Ini menjadi pekerjaan lintas instansi untuk bekerja sesuai dengan kapasitas dan amanat masing-masing instansi sebagai pelayan warga. (Kjcom)


Tag : #jambi #kabut asap #karhutla #asap #ispa #ispu



Berita Terbaru

 

Pilkada 2020
Sabtu, 28 Maret 2020 16:00 WIB

Via Aplikasi Zoom Clound, Bawaslu Jambi Bahas Tantangan Pilkada di Tengah Covid 19


Kajanglako.com, Jambi - Ditengah wabah Virus Corona atau Covid-19, Bawaslu Provinsi Jambi menegaskan tidak ada istilah penundaan Pilkada 2020, yang ada

 

Sabtu, 28 Maret 2020 15:37 WIB

Ditangkap Gelapkan Motor, Pelaku Ngaku untuk Penuhi Kebutuhan Ekonomi


Kajanglako.com, Sarolangun - Dani, warga Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, ditangkap aparat Kepolisian Resor Sarolangun, Sabtu

 

Sabtu, 28 Maret 2020 14:18 WIB

Mayat yang Ditemukan Warga Sridadi Ternyata Korban Tabrak Lari


Kajanglako.com, Batanghari - Mayat yang ditemukan warga Kelurahan Sridadi Kecamatan Muarabulian tadi malam ternyata korban tabrak lari. Tidak jauh dari

 

Sabtu, 28 Maret 2020 13:57 WIB

Antisipasi Corona, Kemenag Sarolangun: Peringatan Hari Besar Umat Islam Ditunda Dulu


Kajanglako.com, Sarolangun - Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun menginstruksikan kepada masyarakat Sarolangun agar tidak membuat kegiatan yang menghadirkan

 

Sabtu, 28 Maret 2020 13:23 WIB

Kunjungi RSD Kol Abundjani, Al Haris Beri Dukungan untuk Tenaga Medis


Kajanglako.com, Merangin - Petugas kesehatan atau tenaga medis saat ini berjuang di garda terdepan melawan pandemi virus corona (Covid-19). Mereka bekerja