Kamis, 12 Desember 2019


Minggu, 28 Juli 2019 22:35 WIB

Identifikasi Masalah di Bram Itam, Tim PDIH UNJA: Perdes Kebersihan Perlu Dibentuk

Reporter : Redaksi
Kategori : Akademia Berita Pemerintahan

Tim Program Doktor Ilmu Hukum Unja menyampaikan materi sosialisasi dan pelatihan pembentukan Perdes / Foto: Istimewa

Identifikasi Masalah di Bram Itam, Tim PDIH UNJA: Perdes Kebersihan Perlu Dibentuk

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kebersihan di lingkungan mereka yang cenderung tidak terjaga. Di desa, kondisi ini biasanya dijumpai di tempat yang dijadikan sebagai pasar mingguan (pasar seminggu sekali), rumput dan sampah di pinggir jalan dan sungai, serta sebagian kebun yang semak belukar.



Permasalahan itu mengemuka dalam identifikasi masalah-masalah kebersihan apa yang ada di masyarakat, yang disampaikan oleh perangkat desa di Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Identifikasi ini merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembentukan peraturan desa (Perdes) oleh Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Jambi (Unja) di Desa Bram Itam Raya, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kamis 25 Juli 2019.

Tim Program Doktor Ilmu Hukum Unja foto bersama perangkat desa Bram Itam

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti oleh Sekretaris Desa beserta perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sebagian Kepala Dusun, dan mantan Kepala Desa (Kades) di Bram Itam Raya. Tim PDIH Unja sendiri terdiri dari Dr. Usman, Dr. Hartati, Dasril Radjab, Elizabeth Siregar, dan M Zulfa Aulia.

Identifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat disebut Ketua PDIH, Dr. Usman, merupakan langkah awal yang penting dalam membentuk perdes. Dengan masalah yang teridentifikasi, maka langkah-langkah penyelesaiannya seperti apa dapat dimusyawarahkan antara kades, kaur, BPD, dan, sebisa mungkin, melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Cara mencari penyelesaian yang demikian kata Dr. Usman, diharapkan efektif dalam penerapannya, karena melibatkan unsur-unsur penting dalam desa. Terlebih bagi desa yang dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan, merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan begitu desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang dalam struktur ketatanegaraan sekarang bisa jadi disebut “terbawah” namun sesungguhnya terlibat atau bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Oleh karenanya, wajar jika kemudian desa berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat, karena merupakan pihak yang relatif lebih mengetahui urusan masyarakat setempat. Dalam konteks hari ini, kewenangan mengatur sendiri itu dikenali dengan otonomi, namun bukan otonomi daerah sebagaimana dimaksudkan dalam pemerintahan daerah.

Kegiatan pengabdian ini sendiri merupakan bagian dari Tridarma Pendidikan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Usman berharap, dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan perangkat desa memahami persoalan-persoalan yang bisa dibuatkan perdes, cara menyelesaikan persoalan tersebut, dan cara menuangkannya dalam Perdes.

Saat ini disebut Usman, masih sangat jarang dijumpai desa menginisiasi pembentukan perdes, terkecuali perdes rutin. Padahal, desa sesungguhnya organ pemerintahan yang paling mengetahui permasalahan yang terjadi dan dihadapi masyarakat. Perdes kebersihan, yang menjadi materi yang dicoba diidentifikasi dan dibuatkan perdesnya dalam kegiatan, hanyalah salah satu persoalan yang sering dijumpai di desa.

Selain kebersihan, sebenarhnya banyak lagi soal-soal lain yang bisa diinisasi untuk diterbitkan Perdes, misalnya soal ketertiban, kemanan, dan sosial budaya. Keberadaan perdes sesuai inisiasi desa diharapkan dapat menjaga nilai-nilai dan tradisi baik yang berlangsung di masyarakat, sekaligus juga menghindari masalah-masalah yang bisa merusak kerukunan antar warga.

Beberapa persoalan yang diidentifikasi Tim Program Doktor Ilmu Hukum Unja, seperti kebersihan pasar mingguan, kebersihan jalan dan sungai, juga kebersihan kebun, sesungguhnya persoalan-persoalan yang memang perlu dicari upaya penyelesaiannya, agar tidak mengganggu kerukunan warga. Soal kebersihan pasar mingguan, jika dibiarkan terus menerus maka jelas mengganggu setidaknya keindahan lingkungan.

Demikian juga dengan sampah di jalan dan sungai (dengan lebar yang relatif kecil biasanya disebut masyarakat Tanjung Jabung dengan parit), tentu bisa mengganggu aliran masuk dan keluar (pasang-surut) air. Pada soal kebersihan kebun, jika dibiarkan semak belukar, juga bisa menjadi tempat atau sarang hama, misalnya babi, sehingga bisa mengganggu kebun tetangganya. (Kjcom)


Tag : #Unja #Hukum #PDIH



Berita Terbaru

 

Rabu, 11 Desember 2019 20:01 WIB

Pemda Siapkan 61 Ton Cadangan Pangan Pasca Bencana di Musim Penghujan


Kajanglako.com, Jambi - Memasuki musim penghujan, sejumlah wilayah di Provinsi Jambi rentan terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan/banjir,

 

Rabu, 11 Desember 2019 19:52 WIB

Pelajar SMA di Tanjabtim Gantung Diri Samping Rumah


Kajanglako.com, Tanjung Jabung Timur - Pelajar salah satu SMA negeri di Tanjung Jabung Timur ditemukan tewas mengenaskan. Pemuda berusia 17 tahun yang

 

Rabu, 11 Desember 2019 19:31 WIB

Amir Hasbi: Jambi Punya Cold Storage, Konter Pendingin Komoditi Pangan Segar


Kajanglako.com, Jambi - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi mengatakan, kini Jambi patut berbangga, karena telah memiliki Cold Storage,

 

Rabu, 11 Desember 2019 16:12 WIB

Tes CPNS Tidak di Merangin, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 500


Kajanglako.com, Merangin - Pelaksanaan tes CPNS dengan sistem CAT pada tahun 2019 tidak dilaksanakan di Kabupaten Merangin, informasinya tes akan dilakukan

 

Rabu, 11 Desember 2019 16:04 WIB

Prestasi MTQ Kurang Membanggakan, Wabup Gelar Rakor


Kajanglako.com, Merangjn - Prestasi Merangin di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jambi ke-49 di Bungo lalu, kurang memuaskan. Kabupaten