Minggu, 19 Januari 2020


Sabtu, 27 Juli 2019 22:15 WIB

Program Doktor Ilmu Hukum Unja Gelar Pelatihan Pembentukan Perdes di Jati Emas

Reporter : Redaksi
Kategori : Akademia Berita Hukrim

Tim Program Doktor Ilmu Hukum Unja saat pertemuan dengan Perangkat Desa Jati Emas / Foto: Istimewa

Program Doktor Ilmu Hukum Unja Gelar Pelatihan Pembentukan Perdes di Jati Emas

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat - Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Jambi (Unja) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembentukan peraturan desa (Perdes) di Desa Jati Emas, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (25/7). Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti oleh Perangkat Desa Jati Emas.



Ketua PDIH, Dr. Usman, dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Pendidikan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. PDIH sendiri disebutnya konsen untuk menyosialisasikan dan mendorong pembentukan Perdes, karena desa merupakan organ pemerintahan yang memiliki kedudukan penting dalam masyarakat dan negara.

Tim Program Doktor Ilmu Hukum Unja foto bersama perangkat desa Jati Emas

Ia (Desa, red) merupakan kesatuan masyarakat hukum yang dalam struktur ketatanegaraan sekarang bisa jadi disebut “terbawah” namun sesungguhnya terlibat atau bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, wajar jika kemudian desa berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat, karena menjadi pihak yang relatif lebih mengetahui urusan masyarakat setempat.

Dalam sosialisasi dan pelatihan ini, tim PDIH terdiri dari Dr. Usman, Dr. Hartati, Dasril Radjab, Elizabeth Siregar, dan M Zulfa Aulia. Dasril Radjab, yang merupakan pengajar ilmu perundang-undangan Fakultas Hukum Unja menjelaskan, Perdes merupakan bagian dari peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sekalipun demikian, disebutnya, masih sangat jarang desa yang menginisiasi pembentukan perdes, padahal desa sesungguhnya organ pemerintahan yang paling mengetahui permasalahan di masyarakat, karena memang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Kalaupun ada perdes yang dibentuk, umumnya adalah perdes rutin yang memang harus ada, semisal Perdes APBDes.

Selain Perdes rutin, sebenarnya banyak perdes yang perlu dibentuk atas dasar inisiasi desa sendiri dalam mengatur masyarakatnya. Hal ini dikarenakan desa selain punya kewenangan yang ditugaskan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah, juga punya kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Dalam sosialisasi dan pelatihan ini, tim mengambil contoh soal keamanan dan ketertiban masyarakat. Selama ini sebenarnya desa sudah mengatur soal keamanan dan ketertiban masyarakat, tapi umumnya tidak tertulis. Misalnya, kalau ada warga yang punya hajatan seperti perkawinan, biasanya ada batasan mereka harus meminta izin kepada siapa, dan jika diselenggarakan malam hari, batasnya sampai kapan. Demikian juga kalau ada tamu yang ingin menginap, harus melapor kepada siapa. Aturan semacam ini sudah menjadi kelaziman di banyak tempat, dan karenanya layak untuk dituangkan dalam Perdes.

Sekretaris Desa Jati Emas, Ahmad Mizan Basori, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kesediaan PDIH Unja untuk menyelenggarakan kegiatan ini di Jati Emas. Sebab kata dia, di Jati Emas sejauh ini Perdes yang ada memang baru Perdes rutin. Oleh karenanya, langkah-langkah apa yang harus disiapkan dalam membentuk suatu Perdes, menjadi penting diketahui dan dipahami oleh perangkat desa, agar mereka punya bekal jika kelak membentuk Perdes.

Dalam kegiatan ini, PDIH Unja membantu perangkat desa mengidentifikasi permasalahan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Permasahan-permasalahan yang diidentifikasi itu selanjutnya dimusyawarahkan bagaimana pemecahannya menurut perangkat desa. Permasalahan yang diidentifikasi dan cara mengatasinya ini, sesungguhnya adalah materi muatan penting dalam suatu Perdes yang dibentuk. (Kjcom)


Tag : #Unja #Hukum #PDIH



Berita Terbaru

 

Minggu, 19 Januari 2020 10:37 WIB

Al Haris dan Adi Rozal Berbagi Kisah Perjalanan Hidup, Tukang Martabak dan Kuli Bangunan


Kajanglako.com, Merangin - Hubungan baik Al Haris dengan kepala daerah di Jambi terus dibina Bupati Merangin dua periode ini. Terutama dengan grup lima

 

Sabtu, 18 Januari 2020 22:16 WIB

Meriahnya Penyambutan Al Haris di Koto Tebat Kerinci


Kajanglako.com, Merangin - Al Haris bakal calon kuat Gubernur Jambi disambut meriah warga di Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci,

 

Sabtu, 18 Januari 2020 15:55 WIB

Soal 4 Mobnas yang Belum Dikembalikan Saihu, Wabup: Semua Kita Serahkan ke Jaksa


    Kajanglako.com, Sarolangun - Persoalan aset bergerak milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun berupa mobil dinas (mobnas) yang dikuasai pihak

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 18 Januari 2020 11:13 WIB

Su'aidi Asy'ari


Oleh: Jumardi Putra* Tersebab sakit mendera, niat saya merampungkan lembar singkat ini setelah mendapat kabar Prof. Su’aidi Asy’ari terpilih

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 18 Januari 2020 09:30 WIB

Snelleman kembali ke Loeboe Gedang


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang Penghoeloe Soekoe menunggunya di rumah. Lelaki itu merupakan utusan Penghoeloe Kapala yang memerlukan