Minggu, 19 Januari 2020


Rabu, 21 Agustus 2019 14:17 WIB

Kemelut Asap di Tanah Pilih Jambi: Sepilihan Pantun

Reporter :
Kategori : Oase Puisi

ilustrasi. kabut asap. sumber: liputan6com

Oleh: Jumardi Putra*

 



Anak sekolah berduyun-duyun ke Rumah Misteri

Hantu pirau diajak nyanyi dan berlari-lari 

Sungguh berat hari-hari ini

Kabut asap tak terperi. 

 

*

Ingin sangat ke Candi Muarojambi 

Lalu ngevlog di tepian Tanggorajo dan Gentala Arasy

Kabut asap tak kunjung pergi

Niat ke Jambi baru sebatas mimpi.

 

*

Hutan dan lahan gambut terbakar cepat

Asap kalap menimpa umat

Ini bukan khotbah mengenai laknat

Tapi tamak dan rakus penilap hutan rakyat.

 

*

Lama menyusuri Benteng Muaratembesi

Indahnya kelok sungai Batanghari

Tidakkah ingat pesan puyang nan bijak bestari

Jangan tercabut dari akar budaya sebagai jati diri.

 

*

Meriahnya sorak orai festival Batanghari

Bujang gadis seirama dalam gerak tari dan bait-bait puisi

Sungguh melimpah kekayaan alam di Jambi

Jagalah hutan dan alam sepenuh hati.

 

*

Harimau Jambi keluar dari persembunyian

Pertanda si Raja Hutan membawa pesan

Para pemodal tak boleh malawan kuasa tuhan

Hutan dan alam merapal dendam tak berkesudahan.

 

*

Sejuk dingin Seberang Jambi

Keliling Kampung Melayu dengan jalan kaki

Muhasabah dan doa kami panjatkan pada Ilahi rabbi

Semoga hujan segera membasahi titik-titik api.

 

*

Karena tak mau berkabut asap

Umat memohon hujan bercepat-cepat

Jangan dikira Tuhan berlambat-lambat

Bila doa yang dipanjat mengabaikan hakikat.

 

*

Apabila marwah sudah tiarap

Harga diri turutlah lesap

Kabut asap terus diidap

Siang merengek malam meratap.

 

*

Tiada guna memakai masker tebal

Kabut asap menebal tak terjegal

Tiada guna pejabat durja dan gombal

Bila hutan rakyat melulu diobral.

 

*

Jerebu dalam kalbu

Kaum hantu termangu-mangu

Inikah kita yang bebal dan dungu

Atau pertanda alam mengajak pisah daripada bersekutu

tapi melulu ditipu.

 

*

Elok ruponyo kembang melati

Dibawa sepasang Angso balik ke Gentala Arasy

Terperangah hati awak ini

Mengetahui Pilgub Jambi sebentar lagi

 

*

Saya bukanlah ahli strategi

Sembarang analisa tak boleh digelari

Saya tak pandai memuji calon Gubernur Jambi

Karena lima tahun janji tinggal janji.

 

*

Batu akik jangan diasah

Batu koral digual-gual

Hati-hati pejabat doyan bual

Selain rakyat dak katik lagi yang laiak jual

 

*

Kasidah berzanji merekah di tiap-tiap rumah

Cinta dan hormat kepada Rasulullah 

Wahai tuan dan puan yang di ujung, pangkal, dan tengah

Munajatmu laksana alunan madah yang indah.

 

*

Berlayar ke Pulau Berhala

Mencatat kisah tangguh wangsasamudra

Ksatrialah sejak dalam pikiran, jiwa dan raga

Menapak jejak dalam biduk adat-budaya.

 

*

Ike Nurjanah dendangkan Negeri Jambi

Alamnyo indah dan bijak bestari

Dari Durian Batakuk Rajo sampai Sialang Belantak Besi

Gunung Kerinci kokoh berdiri menjulang tinggi

Terima kasih belambun para pejuang pemadam titik-titik api

Semoga kabut asap tak terulang lagi di tanah pilih kami.

 

*

Ke Tanah Pilih menimba ilmu

Hari baik selalu menyertaimu

Mari kita terus bersatu

Bergandengan tangan and thank you!

 

*Penulis adalah pecinta Buku dan kesenian.


Tag : #Kabut Asap #Jambi #Pembakaran Hutan



Berita Terbaru

 

Minggu, 19 Januari 2020 10:37 WIB

Al Haris dan Adi Rozal Berbagi Kisah Perjalanan Hidup, Tukang Martabak dan Kuli Bangunan


Kajanglako.com, Merangin - Hubungan baik Al Haris dengan kepala daerah di Jambi terus dibina Bupati Merangin dua periode ini. Terutama dengan grup lima

 

Sabtu, 18 Januari 2020 22:16 WIB

Meriahnya Penyambutan Al Haris di Koto Tebat Kerinci


Kajanglako.com, Merangin - Al Haris bakal calon kuat Gubernur Jambi disambut meriah warga di Koto Tebat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci,

 

Sabtu, 18 Januari 2020 15:55 WIB

Soal 4 Mobnas yang Belum Dikembalikan Saihu, Wabup: Semua Kita Serahkan ke Jaksa


    Kajanglako.com, Sarolangun - Persoalan aset bergerak milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun berupa mobil dinas (mobnas) yang dikuasai pihak

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 18 Januari 2020 11:13 WIB

Su'aidi Asy'ari


Oleh: Jumardi Putra* Tersebab sakit mendera, niat saya merampungkan lembar singkat ini setelah mendapat kabar Prof. Su’aidi Asy’ari terpilih

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 18 Januari 2020 09:30 WIB

Snelleman kembali ke Loeboe Gedang


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Seorang Penghoeloe Soekoe menunggunya di rumah. Lelaki itu merupakan utusan Penghoeloe Kapala yang memerlukan