Jumat, 24 Januari 2020


Jumat, 16 Agustus 2019 15:18 WIB

Pemprov Jambi Ekspor 4 Komoditas Pertanian Senilai Puluhan Miliarke Empat Negara Sahabat

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Bisnis

Pemprov Jambi Ekspor 4 Komoditas Pertanian Senilai Puluhan Miliarke Empat Negara Sahabat

 Kajanglako.com, Jambi  – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto, mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berupaya mendorong ekspor komoditi pertanian Provinsi Jambi, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan para pelaku usaha sektor pertanian, serta meningkatkan pendapatan daerah.



Hal itu disampaikan Sekda dalam Pelepasan Ekspor 4 Komoditas Pertanian Provinsi Jambi Tahun 2019, di Pelabuhan Talang Duku Provinsi Jambi, Kamis (15/08). Pelepasan dilakukan secara bersama oleh Sekda bersama Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian pertanian Ali Jamil, dan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Guntur.

Namun, Sekda menekankan agar yang diekspor bukan barang mentah, melainkan barang jadi atau setidaknya barang setengah jadi, untuk memberikan added value (nilai) tambah bagi Provinsi Jambi, supaya Provinsi Jambi mendapat nilai keekonomian yang lebih besar.

Sekda menjelaskan, upaya Pemprov Jambi untuk mendorong ekspor komoditi pertanian tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi nomor: 845/KEP.GUB/PSDA-3.1/2019 tanggal 25 Juli 2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Peningkatan dan Percepatan Ekspor Pengolahan Sumber Daya Alam di Provinsi Jambi.

“Saya mengharapkan, tim yang telah dibentuk dapat bekerja secara bersinergi dalam meningkatkan ekspor Provinsi Jambi ke depannya secara berkelanjutan, dimana Provinsi Jambi setiap tahunnya terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian,” kata Sekda.

“Alhamdulillah, hari ini Provinsi Jambi melalui 6 perusahaan mengekspor 4 komoditas pertanian, yaitu: kayu olahan ke China dan Jepang sebanyak 356,69 M3, karet ke China sebanyak 201,6 ton, pinang ke Thailand dan Iran sebanyak 447,12 ton, serta cangkang kelapa sawit ke Jepang sebanyak 10.488,648 ton dengan total secara keseluruhan sebesar Rp23,244 miliar,” kata Sekda.

Sekda menjelaskan, Provinsi Jambi terus mendorong para petani dan pelaku usaha dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian yang selama ini masih diekspor dalam bentuk mentah, dan berharap komoditas pertanian yang di ekspor bisa barang setengah jadi, sehingga nilai ekonominya meningkat.

“Selama ini, kita masih mengekspor komoditas berupa barang mentah, yang mana harga untuk barang mentah di pasaran, masih mengikuti harga pasar dunia, seperti karet dan Crude Palm Oil (CPO). Kita kedepannya harus mengekspor komoditas pertanian berupa barang setengah jadi, sehingga kita bisa menentukan harga sendiri,” kata Sekda.

“Kita harus terus memacu peningkatan produksi dan komoditas, agar dapat meningkatkan investasi dan mendorong para petani bersama para pelaku usaha dalam memproduksi komoditas pertanian yang berkualitas guna memenuhi permintaan pasar luar negeri, tentunya berupa barang setengah jadi sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani, para pelaku usaha, serta pendapatan daerah,” kata Sekda.

 

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Ir.Ali Jamil,MP,Ph.D menyampaikan, pelepasaan ekspor 4 komoditas pertanian di Provinsi Jambi adalah untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pertanian RI dalam mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian di Indonesia.

“Untuk Provinsi Jambi, komoditas terbanyak untuk ekspor berasal dari sub sektor perkebunan, dimana Provinsi Jambi memiliki perkebunan kelapa sawit dan karet yang sangat luas. Dari kelapa sawit, Provinsi Jambi sudah banyak mengekspor CPO dan olein, sedangkan hari ini komoditas pertanian yang akan diekspor adalah cangkang sawit,” kata Ali.

“Kedepannya, Provinsi Jambi sudah harus mengekspor komoditas pertaniannya minimal berupa barang setengah jadi, baik kelapa sawit, karet, kelapa, maupun pinang, karena harga barang setengah jadi lebih tinggi nilai jualnya daripada barang mentah yang selama ini kita ekspor,” kata Ali.

Guntur menuturkan, komoditas pertanian dari sub sektor perkebunan di Provinsi Jambi masih mendominasi komoditas ekspor, total nilai ekspor Provinsi Jambi mencapai Rp2,8 triliun dengan Rp2,5 triliun dari komoditas sektor perkebunan dengan persentase 89% nilai ekspor Provinsi Jambi, data ini tercatat sampai 14 Agustus 2019.

“Tiga komoditas unggulan perkebunan Provinsi Jambi adalah cangkang sawit, pinang biji dan karet lempengan dengan nilai ekspor sejumlah Rp1 triliun dari pinang biji, Rp500 miliar dari cangkang sawit, Rp500 miliar dari karet lempengan, dan Rp500 miliar selebihnya tersebar pada komoditas perkebunan lainnya, antara lain, minyak kelapa mentah, karet lembaran, kopi dan kopra,” kata Guntur. kajanglako.com


Tag : #jambi #komoditi #ekspor #cangkang sawit #talang duku



Berita Terbaru

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:51 WIB

Jambi Tuan Rumah PWN 2020, Fachrori: Kita Alokasikan Rp 5,8 M


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi pada pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN)

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:45 WIB

Fachrori Dorong Ajang Kreatif Seni Siswa Jenjang SMA/SMK


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar berkesempatan membuka Ajang Kreatif Seni Siswa 2020 (AKSI) di Lapangan Upacara SMAN 1 Kota Jambi,

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:41 WIB

Gubernur Cup 2020 Sukses, Fachrori: Upayakan Peningkatan Pembinaan Sepak Bola Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar menutup Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Tahun 2020, yang diselenggarakan di Stadion Tri Lomba Juang

 

Kamis, 23 Januari 2020 19:35 WIB

Aksi Massa Berujung Penyegelan Gerbang Masuk Kantor DPRD Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Aksi demonstrasi warga 12 desa di Mandiangin yang menduduki kantor Bupati Sarolangun Kamis(23/1/20) pagi, berujung pada penyegelan

 

Kamis, 23 Januari 2020 18:20 WIB

Hari Ketiga Aksi, Warga Mandiangin Bertahan Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun - Hingga memasuki hari ketiga menggelar demonstrasi, tuntutan warga dari 12 desa di Kecamatan Mandiangin yang menduduki kantor