Sabtu, 14 Desember 2019


Jumat, 09 Agustus 2019 23:50 WIB

Pemuda Sarkam Angkat Bicara, Sanksi Adat Konser Musik Band Kotak Disebut Kontroversi

Reporter : Riadi
Kategori : Berita

Doni Eka Putra, Pemuda RT 14 Sakam (Foto:kajanglako/Riadi)

Pemuda Sarkam Angkat Bicara, Sanksi Adat Konser Musik Band Kotak Disebut Kontroversi

Kajanglako.com, Sarolangun – Gelaran konser musik salah satu Band papan atas tanah air, Kotak, di tanah Sepucuk Adat Srumpun Pseko, Kabupaten Sarolangun, Kamis malam (08/08), terus terus heboh diperbincangkan ditengah masyarakat dan netizen.



Namun sayangnya, kehebohan itu tidak berkaitan dengan kesuksesan Pantia Penyelenggara yang berhasil mendatangkan Band Kotak, ataupun aksi panggung Tantri Cs.

Kehebohan masyarakat dan netizen, terkait dengan sanksi adat yang dikenakan oleh Panitia Penyelenggara konser, tepat beberapa jam sebelum acara dimulai. Beberapa pihak menyebutkan, sanksi yang diberikan terlalu berlebihan.

Seperti yang dikatakan oleh Doni Eka Putra, salah satu tokoh pemuda RT 14 Kelurahan Sarolangun Kembang. Dirinya menyatakan merasa keberatan dengan sanksi adat selemak semanis yang dijatuhkan ke panitia penyelenggara.

Menurut Doni, sanksi adat tersebut dinilai tidak ada kaitannya dengan pelanggaran adat yang dilakukan panitia.

“Tentu keberatan, sanksi yang di berikan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran adat yang di lakukan oleh panitia penyelenggara, terkecuali memang panitia tidak mendapat izin sama sekali dari pihak yang berwewenang, seperti izin tempat dari pemerintah karena menggunakan lapangan Gunung Kembang milik aset Pemkab Sarolangun baru sanksi tersebut bisa di jatuhkan,” kata Doni.

Dirinya melanjutkan, sebelumnya persoalan ini sudah pernah duduk dan dibahas bersama, namun menurutnya tidak pernah ada pembahasan terkait adanya pelanggaran adat, yang pada akhirnya

“Sebelumnya persoalan ini sudah pernah di dudukan bersama, dan pada saat itu tidak pernah di bahas terkait pelanggaran adat yang dilanggar oleh pihak penyelenggara, memang kita pada awalnya  keberatan dengan pelaksanaan konser yang bertepatan dengan malam Jum'at, yang mana pada malam tersebut, banyak sekali kegiatan-kegiatan agama yang di lakukan masyarakat setempat seperti yasinan. Namun kita juga tahu jadwal konser ini tidak mungkin lagi di undur atau pun di batalkan, dan akhirnya di saat pertemuan yang di gelar dirumah ketua RT 14 Kelurahan Sarkam, selaku pemuda meminta kepada panitia penyelenggara agar memang benar-benar menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak mengganggu ketentraman masyarakat, selain itu kami juga meminta kepada panitia penyelenggara, agar tidak membunyikan alat musik sejenis apa pun, sebelum kegiatan agama yang di lakukan masyarakat setempat memang benar-benar selesai," kata Doni.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, panitia pelaksana dikenakan sanksi adat berupa selemak semanis dengan memotong Kambing, yang merupakan hasil kesepakatan mediasi antara panitia penyelenggara dengan Ketua RW 05, Ketua RT 14, RT 16, RT 17, RT 18 dan RT 21 di lingkup Kelurahan Sarolangun Kembang (Serkam) Kabupaten Sarolangun, yang merupakan wilayah lokasi acara. Mediasi digelar Kamis siang (08/08) di rumah Ketua RT 14.

“Ya setelah dimediasi, hasil kesepakatan adat, acara konser tetap berjalan namun pihak penyelenggara dikenakan sanksi adat berupa selemak semanis dengan potong Kambing,” kata Ketua RW 05, Lasdi.

Sanksi adat tersebut buntut dari penolakan berbagai pihak, yang merasa keberatan konser digelar tepat dengan malam Jumat. Seperti yang dikatakan oleh ketua RT 14 Sardini.

“Ya kami menolak diselenggerakan konser pada malam Jum’at, kareno malam Jum’at merupakan malam sakral dengan banyak kegiatan keagamaan dilaksanakan pada malam Jum’at ni.” Kata Sardini, Ketua RT 14 Kelurahan Sarkam. (Kajanglako.com)


Tag : #sarolangun #konser musik #band kotak #konser tunggal #kotak band #sanksi adat #selemak semanis



Berita Terbaru

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 14 Desember 2019 08:33 WIB

Soedjatmoko


Oleh: Manuel Kaisiepo* Membaca ulang pemikiran dalam buku The Fourth Industrial Revolution (2016) karya Klaus Schwab, pendiri dan Ketua World Economic

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:46 WIB

Sidak Limbah PT SGN, Komisi III dan LH Langsung Uji pH


Kajanglako.com, Merangin - Komisi III DPRD Merangin sidak ke PT Sumber Guna Nabati (SGN), Jumat (13/12). Ini merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:42 WIB

Ketua Organisasi Jurnalis Bungo Kecam Sikap Arogan Oknum Security RSUD H Hanafie


Kajanglako.com, Bungo - Penghalangan peliputan oleh jurnalis di Kabupaten Bungo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sucurity RSUD H Hanfie Muara Bungo,

 

Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang

 

Jumat, 13 Desember 2019 15:08 WIB

Fachrori Beri Reward Atlet dan Pelatih Berprestasi Popnas XV dan Peparnas IX 2019


Kajanglako.com, Jambi - Penyerahan uang pembinaan kepada atlet dan pelatih berprestasi Provinsi Jambi pada penyelenggaraan Popnas XV dan Peparpenas IX