Jumat, 23 Agustus 2019


Jumat, 09 Agustus 2019 23:50 WIB

Pemuda Sarkam Angkat Bicara, Sanksi Adat Konser Musik Band Kotak Disebut Kontroversi

Reporter : Riadi
Kategori : Berita

Doni Eka Putra, Pemuda RT 14 Sakam (Foto:kajanglako/Riadi)

Pemuda Sarkam Angkat Bicara, Sanksi Adat Konser Musik Band Kotak Disebut Kontroversi

Kajanglako.com, Sarolangun – Gelaran konser musik salah satu Band papan atas tanah air, Kotak, di tanah Sepucuk Adat Srumpun Pseko, Kabupaten Sarolangun, Kamis malam (08/08), terus terus heboh diperbincangkan ditengah masyarakat dan netizen.



Namun sayangnya, kehebohan itu tidak berkaitan dengan kesuksesan Pantia Penyelenggara yang berhasil mendatangkan Band Kotak, ataupun aksi panggung Tantri Cs.

Kehebohan masyarakat dan netizen, terkait dengan sanksi adat yang dikenakan oleh Panitia Penyelenggara konser, tepat beberapa jam sebelum acara dimulai. Beberapa pihak menyebutkan, sanksi yang diberikan terlalu berlebihan.

Seperti yang dikatakan oleh Doni Eka Putra, salah satu tokoh pemuda RT 14 Kelurahan Sarolangun Kembang. Dirinya menyatakan merasa keberatan dengan sanksi adat selemak semanis yang dijatuhkan ke panitia penyelenggara.

Menurut Doni, sanksi adat tersebut dinilai tidak ada kaitannya dengan pelanggaran adat yang dilakukan panitia.

“Tentu keberatan, sanksi yang di berikan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran adat yang di lakukan oleh panitia penyelenggara, terkecuali memang panitia tidak mendapat izin sama sekali dari pihak yang berwewenang, seperti izin tempat dari pemerintah karena menggunakan lapangan Gunung Kembang milik aset Pemkab Sarolangun baru sanksi tersebut bisa di jatuhkan,” kata Doni.

Dirinya melanjutkan, sebelumnya persoalan ini sudah pernah duduk dan dibahas bersama, namun menurutnya tidak pernah ada pembahasan terkait adanya pelanggaran adat, yang pada akhirnya

“Sebelumnya persoalan ini sudah pernah di dudukan bersama, dan pada saat itu tidak pernah di bahas terkait pelanggaran adat yang dilanggar oleh pihak penyelenggara, memang kita pada awalnya  keberatan dengan pelaksanaan konser yang bertepatan dengan malam Jum'at, yang mana pada malam tersebut, banyak sekali kegiatan-kegiatan agama yang di lakukan masyarakat setempat seperti yasinan. Namun kita juga tahu jadwal konser ini tidak mungkin lagi di undur atau pun di batalkan, dan akhirnya di saat pertemuan yang di gelar dirumah ketua RT 14 Kelurahan Sarkam, selaku pemuda meminta kepada panitia penyelenggara agar memang benar-benar menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak mengganggu ketentraman masyarakat, selain itu kami juga meminta kepada panitia penyelenggara, agar tidak membunyikan alat musik sejenis apa pun, sebelum kegiatan agama yang di lakukan masyarakat setempat memang benar-benar selesai," kata Doni.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, panitia pelaksana dikenakan sanksi adat berupa selemak semanis dengan memotong Kambing, yang merupakan hasil kesepakatan mediasi antara panitia penyelenggara dengan Ketua RW 05, Ketua RT 14, RT 16, RT 17, RT 18 dan RT 21 di lingkup Kelurahan Sarolangun Kembang (Serkam) Kabupaten Sarolangun, yang merupakan wilayah lokasi acara. Mediasi digelar Kamis siang (08/08) di rumah Ketua RT 14.

“Ya setelah dimediasi, hasil kesepakatan adat, acara konser tetap berjalan namun pihak penyelenggara dikenakan sanksi adat berupa selemak semanis dengan potong Kambing,” kata Ketua RW 05, Lasdi.

Sanksi adat tersebut buntut dari penolakan berbagai pihak, yang merasa keberatan konser digelar tepat dengan malam Jumat. Seperti yang dikatakan oleh ketua RT 14 Sardini.

“Ya kami menolak diselenggerakan konser pada malam Jum’at, kareno malam Jum’at merupakan malam sakral dengan banyak kegiatan keagamaan dilaksanakan pada malam Jum’at ni.” Kata Sardini, Ketua RT 14 Kelurahan Sarkam. (Kajanglako.com)


Tag : #sarolangun #konser musik #band kotak #konser tunggal #kotak band #sanksi adat #selemak semanis



Berita Terbaru

 

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2019 15:43 WIB

10 Karya Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019


Kajanglako.com: Sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agutus 2019, di Hotel Millenium, Jakarta,

 

Jemaah Haji
Kamis, 22 Agustus 2019 13:58 WIB

Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal


Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal Kajanglako.com, Merangin- Dua orang jemaah haji Kabupaten Merangin dipulangkan lebih awal dari rombongan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 12:49 WIB

Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin


Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin Kajanglako.com, Merangin - Inspektorat Merangin mengaudit kinerja empat Organisasi Perangkat Daerah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:57 WIB

Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH Taman Angrek Jadi Tempat Mesum


Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH taman Angrek Jadi Tempat Mesum Kajanglako.com, Kota Jambi - Progres Pembangunan Jembatan Pedestrian dan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:42 WIB

Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar


Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar Kajanglako.com, Bungo - Pemilihan Badan Permusyaratan Dusun (BPD ) di Dusun Empelu Kecamatan Tanah