Senin, 13 Juli 2020


Rabu, 07 Agustus 2019 10:47 WIB

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Reporter : Igun
Kategori : Berita Daerah

Gambar sarang walet (Ist)

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Kajanglako.com, Tanjabtim -  Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), optimis tahun 2019 ini retribusi pajak Walet capai target. Meskipun masih terdapat pemilik Walet di beberapa kecamatan yang enggan menyetor dari hasil penjualannya.



Untuk mengantisipasi tidak tercapainya target PAD dari target Rp 100 juta  per tahun, Pemereintah Daerah terus melakukan perbaikan dan terobosan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap pengusaha Walet yang ada di Tanjabtim.

"Untuk tahun ini kita optimis target Rp 100 juta bisa over target. Langkahnya tahun ini sebagian sudah kita mulai pendataan terhadap pemilik usaha tersebut,” kata Kabid Pendapatan BKD Tanjabtin, Inossanto Sudigdo.

Dia memaparkan, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim potensi PAD nya ada di kawasan wilayah pesisir, yaitu Kecamatan Sadu, Nipah, Kuala Jambi dan Mendahara.

Kemudian ia mengakui, sampai saat ini masih ada beberapa dari pengusaha Walet yang belum membayar. Terkait hal itu, pihaknya sudah menindaklanjutinya ke pihak Kejaksaan. Dimana, Pemda juga sudah bekerjasama dengan Kejaksaan untuk melakukan penagihan terhadap pengusaha aktif yang membandel.

Menanggapi hal ini, Taufik Hidayat selaku Camat Kuala Jambi menghimbau kepada masyarakatnya untuk menyetor pajak penghasilan Walet sebesar 5 persen dari hasil penjualan.

Dalam beberapa minggu yang lalu, pihak Kecamatan Kuala Jambi sudah melakukan sosialisasi bersama pihak BKD. Disitu semua pemilik Walet telah diundang untuk menjelaskan aturan dalam penyetoran pajak Walet. 

”Bahwasahnya, didalam aturan bagi pemilik Walet yang sudah ada penghasilan itu wajib menyetor pajak 5 persen dari hasil penjualan. Artinya setiap mereka melakukan transaksi mereka menyetor pajak ke daerah,” jelasnya.

Dia menceritakan, untuk tingkat kesadaran masyarakat Kuala Jambi dalam penyetoran pajak Walet bisa dikatakan cukup tinggi. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada pemilik Walet yang belum menyetor pajak tersebut. 

"Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh pemilik Walet agar dapat meningkatkan kesadaran untuk menyetor pajak retribusi setelah melakukan transaksi jual beli. Dan data terakhir yang kami dapat, ada sebanyak 199 gedung Walet yang tersebar di Empat desa dan Dua kelurahan,” sebutnya. (Kjcom)


Tag : #tanjabtim #walet #pendapatan daerah #PAD



Berita Terbaru

 

Sejarah VOC di Jambi
Senin, 13 Juli 2020 17:18 WIB

Markas VOC yang Pertama di Jambi (6)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam penilaian Soury, semua penduduk Jambi miskin. Ia juga menilai semua orang itu merupakan pencuri

 

Senin, 13 Juli 2020 15:21 WIB

Hari Ketiga Pencarian, Jasad Pelajar SMP Bungo yang Tenggelam Ditemukan Mengapung


Kajanglako.com, Bungo - Pelajar SMP di Kabupaten Bungo, yang tengelam pada Sabtu (11/7/20) lalu, akhirnya ditemukan Senin, (13/7/20) sekitar pukul

 

Senin, 13 Juli 2020 15:11 WIB

Sudirman: Perhatikan Kebijakan Sekolah di Wilayah Zona Hijau


Kajanglako.com, Jambi - Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan aturan regulasi yang terbaru terkait zonasi di dunia pendidikan

 

Sosok dan Pemikiran
Senin, 13 Juli 2020 15:08 WIB

Herbert Feith


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Sukarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang isinya membubarkan Konstituante dan memutuskan

 

Senin, 13 Juli 2020 14:31 WIB

Pekerja PETI Tewas Tertimbun Tanah, Kematian Seolah Dirahasiakan


Kajanglako.com, Sarolangun - Asep, warga Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berada di Selembau Desa Teluk