Jumat, 23 Agustus 2019


Rabu, 07 Agustus 2019 10:47 WIB

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Reporter : Igun
Kategori : Berita Daerah

Gambar sarang walet (Ist)

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Kajanglako.com, Tanjabtim -  Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), optimis tahun 2019 ini retribusi pajak Walet capai target. Meskipun masih terdapat pemilik Walet di beberapa kecamatan yang enggan menyetor dari hasil penjualannya.



Untuk mengantisipasi tidak tercapainya target PAD dari target Rp 100 juta  per tahun, Pemereintah Daerah terus melakukan perbaikan dan terobosan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap pengusaha Walet yang ada di Tanjabtim.

"Untuk tahun ini kita optimis target Rp 100 juta bisa over target. Langkahnya tahun ini sebagian sudah kita mulai pendataan terhadap pemilik usaha tersebut,” kata Kabid Pendapatan BKD Tanjabtin, Inossanto Sudigdo.

Dia memaparkan, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim potensi PAD nya ada di kawasan wilayah pesisir, yaitu Kecamatan Sadu, Nipah, Kuala Jambi dan Mendahara.

Kemudian ia mengakui, sampai saat ini masih ada beberapa dari pengusaha Walet yang belum membayar. Terkait hal itu, pihaknya sudah menindaklanjutinya ke pihak Kejaksaan. Dimana, Pemda juga sudah bekerjasama dengan Kejaksaan untuk melakukan penagihan terhadap pengusaha aktif yang membandel.

Menanggapi hal ini, Taufik Hidayat selaku Camat Kuala Jambi menghimbau kepada masyarakatnya untuk menyetor pajak penghasilan Walet sebesar 5 persen dari hasil penjualan.

Dalam beberapa minggu yang lalu, pihak Kecamatan Kuala Jambi sudah melakukan sosialisasi bersama pihak BKD. Disitu semua pemilik Walet telah diundang untuk menjelaskan aturan dalam penyetoran pajak Walet. 

”Bahwasahnya, didalam aturan bagi pemilik Walet yang sudah ada penghasilan itu wajib menyetor pajak 5 persen dari hasil penjualan. Artinya setiap mereka melakukan transaksi mereka menyetor pajak ke daerah,” jelasnya.

Dia menceritakan, untuk tingkat kesadaran masyarakat Kuala Jambi dalam penyetoran pajak Walet bisa dikatakan cukup tinggi. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada pemilik Walet yang belum menyetor pajak tersebut. 

"Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh pemilik Walet agar dapat meningkatkan kesadaran untuk menyetor pajak retribusi setelah melakukan transaksi jual beli. Dan data terakhir yang kami dapat, ada sebanyak 199 gedung Walet yang tersebar di Empat desa dan Dua kelurahan,” sebutnya. (Kjcom)


Tag : #tanjabtim #walet #pendapatan daerah #PAD



Berita Terbaru

 

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2019 15:43 WIB

10 Karya Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019


Kajanglako.com: Sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agutus 2019, di Hotel Millenium, Jakarta,

 

Jemaah Haji
Kamis, 22 Agustus 2019 13:58 WIB

Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal


Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal Kajanglako.com, Merangin- Dua orang jemaah haji Kabupaten Merangin dipulangkan lebih awal dari rombongan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 12:49 WIB

Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin


Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin Kajanglako.com, Merangin - Inspektorat Merangin mengaudit kinerja empat Organisasi Perangkat Daerah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:57 WIB

Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH Taman Angrek Jadi Tempat Mesum


Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH taman Angrek Jadi Tempat Mesum Kajanglako.com, Kota Jambi - Progres Pembangunan Jembatan Pedestrian dan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:42 WIB

Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar


Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar Kajanglako.com, Bungo - Pemilihan Badan Permusyaratan Dusun (BPD ) di Dusun Empelu Kecamatan Tanah