Senin, 09 Desember 2019


Rabu, 07 Agustus 2019 10:47 WIB

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Reporter : Igun
Kategori : Berita Daerah

Gambar sarang walet (Ist)

Tanjabtim Targetkan Pajak Walet Rp 100 Juta Tercapai di Tahun 2019

Kajanglako.com, Tanjabtim -  Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), optimis tahun 2019 ini retribusi pajak Walet capai target. Meskipun masih terdapat pemilik Walet di beberapa kecamatan yang enggan menyetor dari hasil penjualannya.



Untuk mengantisipasi tidak tercapainya target PAD dari target Rp 100 juta  per tahun, Pemereintah Daerah terus melakukan perbaikan dan terobosan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap pengusaha Walet yang ada di Tanjabtim.

"Untuk tahun ini kita optimis target Rp 100 juta bisa over target. Langkahnya tahun ini sebagian sudah kita mulai pendataan terhadap pemilik usaha tersebut,” kata Kabid Pendapatan BKD Tanjabtin, Inossanto Sudigdo.

Dia memaparkan, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim potensi PAD nya ada di kawasan wilayah pesisir, yaitu Kecamatan Sadu, Nipah, Kuala Jambi dan Mendahara.

Kemudian ia mengakui, sampai saat ini masih ada beberapa dari pengusaha Walet yang belum membayar. Terkait hal itu, pihaknya sudah menindaklanjutinya ke pihak Kejaksaan. Dimana, Pemda juga sudah bekerjasama dengan Kejaksaan untuk melakukan penagihan terhadap pengusaha aktif yang membandel.

Menanggapi hal ini, Taufik Hidayat selaku Camat Kuala Jambi menghimbau kepada masyarakatnya untuk menyetor pajak penghasilan Walet sebesar 5 persen dari hasil penjualan.

Dalam beberapa minggu yang lalu, pihak Kecamatan Kuala Jambi sudah melakukan sosialisasi bersama pihak BKD. Disitu semua pemilik Walet telah diundang untuk menjelaskan aturan dalam penyetoran pajak Walet. 

”Bahwasahnya, didalam aturan bagi pemilik Walet yang sudah ada penghasilan itu wajib menyetor pajak 5 persen dari hasil penjualan. Artinya setiap mereka melakukan transaksi mereka menyetor pajak ke daerah,” jelasnya.

Dia menceritakan, untuk tingkat kesadaran masyarakat Kuala Jambi dalam penyetoran pajak Walet bisa dikatakan cukup tinggi. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada pemilik Walet yang belum menyetor pajak tersebut. 

"Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh pemilik Walet agar dapat meningkatkan kesadaran untuk menyetor pajak retribusi setelah melakukan transaksi jual beli. Dan data terakhir yang kami dapat, ada sebanyak 199 gedung Walet yang tersebar di Empat desa dan Dua kelurahan,” sebutnya. (Kjcom)


Tag : #tanjabtim #walet #pendapatan daerah #PAD



Berita Terbaru

 

Sabtu, 07 Desember 2019 13:35 WIB

For Ikan" Pemprov Kejar Angka Konsumsi Ikan Nasional


Kajanglako.com, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (HIN) yang

 

Sabtu, 07 Desember 2019 11:39 WIB

"Ayo Makan ikan", Jambore Forikan ke-6 Provinsi Jambi 2019 Dimeriahkan Ratusan Pelajar


Kajanglako.com, Jambi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi memperingati Jambore Forikan ke-6

 

Sabtu, 07 Desember 2019 10:10 WIB

Komisi IV Sidak RS Plat Merah Raden Mattaher Jambi, ini Hasilnya


Kajanglako.com, Jambi - Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit plat merah RSUD Raden mattaher Jambi,

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 07 Desember 2019 08:42 WIB

Dawam Rahardjo


Oleh: Manuel Kaisiepo* Dia dikenal sebagai pemikir ekonomi kritis, kaya penguasaan teori, kuat dalam analisis sosial, juga mendalami kajian agama dan filsafat.

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 07 Desember 2019 08:30 WIB

Tambang Emas Telaki


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Mereka berencana untuk mengunjungi tambang emas di Telaki, melalui jalan lama, sementara para kuli membawa