Jumat, 13 Desember 2019


Jumat, 02 Agustus 2019 19:39 WIB

GPS Collar Pada Induk Gajah untuk Mitigasi Konflik dan Monitoring Populasi

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Ragam

Salah satu kelompok Gajah di kawasan Kabupaten Tebo (Sumber:BKSDA Jambi)

GPS Collar Pada Induk Gajah untuk Mitigasi Konflik dan Monitoring Populasi

Kajanglako.com, Jambi – Upaya mitigasi konflik dan monitoring populasi Gajah di Provinsi Jambi terus dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Salah satunya yakni pemasangan GPS Collar pada induk Gajah.



Setidaknya, sepanjang Juli 2019, tim BKSDA bersama Frankfurt Zoological Society dan dibantu Dokter Hewan daru Unsyiah serta Balai Taman Nasional Way Kambas Lampung, berhasil melakukan pemasangan dan pergantian GPS Collar, pada beberapa kelompok Gajah yang ada di Kabupaten Tebo.  

Disampaikan Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh, dalam siaran pers yang digelar, Jumat (02/08) di Kantor BKSDA Jambi. Menurut Rahmad, pesangan GPS Collar tersebut dimaksudkan untuk mitigasi konflik dan monitoring pupulasi Gajah.

Rahmad mengatakan, pada tanggal 8 Juli 2019 pukul 18.30 WIB, tim berhasil mengganti GPS collar Gajah Freda di Sungai Bengkul Kampung Jawa Desa Pemayung Kecamatan Sumay.

Kemudian, pada tanggal 11 Juli 2019 pukul 00.10 WIB, berhasil melakukan pelepasan GPS solar Gajah Ana, karena sudah tidak aktif. Dalam kesempatan ini tidak dilakukan pemasangan GPS collar baru karena pada kesempatan sebelumnya telah dipasang GPS solar di individu yang lain di kelompok yang sama, yakni Gajah Mutiara di Sungai Sibur Mudo Desa Muaro Sekalo Kecamatan Sumay Wilayah Perkebunan Sawit PT Tebo Angso Lestari.

Sementara, tanggal 18 Juli 2016 sekira pukul  08.30 WIB tim kembali berhasil mengganti GPS collar pada Gajah Cinta di Sungai Lalang Desa Semambu Kecamatan Sumay di Area Wildlife Conservation Area PT LAJ.

Tanggal 20 Juli 2019 pukul 18.40 WIB, tim berhasil mengganti GPS colllar Gajah Indah di Sungai Kepuh Desa Muara Kecamatan Sumay Areal Konsesi HPHTI PT LAJ.

Dikatakan Rahmad Saleh, di lanskap Bukit Tiga Puluh terdapat 5 kelompok Gajah dengan populasi 100 sampai 12 ekor individu.

"terdapat 5 kelompok gajah di lanskap bukit tigapuluh yaitu Gajah Anak, Gajah Cinta, Gajah Frida Gajah Indah dengan populasi 100 sampai dengan 120 ekor individu,” kata Rahmad. (Kjcom)


Tag : #jambi #gajah #gajah sumatera #GPS Collar #kelompok gajah #tebo #sumay #BKSDA



Berita Terbaru

 

Jumat, 13 Desember 2019 15:08 WIB

Fachrori Beri Reward Atlet dan Pelatih Berprestasi Popnas XV dan Peparnas IX 2019


Kajanglako.com, Jambi - Penyerahan uang pembinaan kepada atlet dan pelatih berprestasi Provinsi Jambi pada penyelenggaraan Popnas XV dan Peparpenas IX

 

Jumat, 13 Desember 2019 13:15 WIB

Pertamina EP - Polda Jambi Pra Kulaifikasi Porprov Volly Ball 2019


Kajanglako.com, Jambi – Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bola Voli tahun 2019 resmi dibuka langsung oleh KAPOLDA Jambi Irjen Pol

 

Jumat, 13 Desember 2019 11:08 WIB

Al Haris dan Mashuri Subuh Berjemaah di Sungai Manau


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin Al Haris dan Wabup Mashuri melakukan Gerakan Pendidikan Subuh dan Subuh Berjemaah (GPS2B) di Masjid Baitul Qudus,

 

Jumat, 13 Desember 2019 03:23 WIB

Pertemuan Tahunan BI, Gubernur Fachrori : 2020 Jambi Harus Berinovasi Transformasi Ekonomi


Kajanglako.com, Jambi - Menghadapi tahun 2020, Provinsi Jambi harus melakukan inovasi dalam melakukan transformasi ekonomi dari sektor primer ke sektor

 

Jumat, 13 Desember 2019 03:15 WIB

Kukuhkan Anggota TKPSDA, Fachrori Minta Fakus Pengelolaan Sumber Daya Air


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan, baik buruknya pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) suatu daerah dapat diukur melalui 4 indikator. “4