Jumat, 23 Agustus 2019


Jumat, 02 Agustus 2019 19:39 WIB

GPS Collar Pada Induk Gajah untuk Mitigasi Konflik dan Monitoring Populasi

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Ragam

Salah satu kelompok Gajah di kawasan Kabupaten Tebo (Sumber:BKSDA Jambi)

GPS Collar Pada Induk Gajah untuk Mitigasi Konflik dan Monitoring Populasi

Kajanglako.com, Jambi – Upaya mitigasi konflik dan monitoring populasi Gajah di Provinsi Jambi terus dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Salah satunya yakni pemasangan GPS Collar pada induk Gajah.



Setidaknya, sepanjang Juli 2019, tim BKSDA bersama Frankfurt Zoological Society dan dibantu Dokter Hewan daru Unsyiah serta Balai Taman Nasional Way Kambas Lampung, berhasil melakukan pemasangan dan pergantian GPS Collar, pada beberapa kelompok Gajah yang ada di Kabupaten Tebo.  

Disampaikan Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh, dalam siaran pers yang digelar, Jumat (02/08) di Kantor BKSDA Jambi. Menurut Rahmad, pesangan GPS Collar tersebut dimaksudkan untuk mitigasi konflik dan monitoring pupulasi Gajah.

Rahmad mengatakan, pada tanggal 8 Juli 2019 pukul 18.30 WIB, tim berhasil mengganti GPS collar Gajah Freda di Sungai Bengkul Kampung Jawa Desa Pemayung Kecamatan Sumay.

Kemudian, pada tanggal 11 Juli 2019 pukul 00.10 WIB, berhasil melakukan pelepasan GPS solar Gajah Ana, karena sudah tidak aktif. Dalam kesempatan ini tidak dilakukan pemasangan GPS collar baru karena pada kesempatan sebelumnya telah dipasang GPS solar di individu yang lain di kelompok yang sama, yakni Gajah Mutiara di Sungai Sibur Mudo Desa Muaro Sekalo Kecamatan Sumay Wilayah Perkebunan Sawit PT Tebo Angso Lestari.

Sementara, tanggal 18 Juli 2016 sekira pukul  08.30 WIB tim kembali berhasil mengganti GPS collar pada Gajah Cinta di Sungai Lalang Desa Semambu Kecamatan Sumay di Area Wildlife Conservation Area PT LAJ.

Tanggal 20 Juli 2019 pukul 18.40 WIB, tim berhasil mengganti GPS colllar Gajah Indah di Sungai Kepuh Desa Muara Kecamatan Sumay Areal Konsesi HPHTI PT LAJ.

Dikatakan Rahmad Saleh, di lanskap Bukit Tiga Puluh terdapat 5 kelompok Gajah dengan populasi 100 sampai 12 ekor individu.

"terdapat 5 kelompok gajah di lanskap bukit tigapuluh yaitu Gajah Anak, Gajah Cinta, Gajah Frida Gajah Indah dengan populasi 100 sampai dengan 120 ekor individu,” kata Rahmad. (Kjcom)


Tag : #jambi #gajah #gajah sumatera #GPS Collar #kelompok gajah #tebo #sumay #BKSDA



Berita Terbaru

 

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2019 15:43 WIB

10 Karya Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019


Kajanglako.com: Sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agutus 2019, di Hotel Millenium, Jakarta,

 

Jemaah Haji
Kamis, 22 Agustus 2019 13:58 WIB

Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal


Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal Kajanglako.com, Merangin- Dua orang jemaah haji Kabupaten Merangin dipulangkan lebih awal dari rombongan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 12:49 WIB

Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin


Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin Kajanglako.com, Merangin - Inspektorat Merangin mengaudit kinerja empat Organisasi Perangkat Daerah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:57 WIB

Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH Taman Angrek Jadi Tempat Mesum


Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH taman Angrek Jadi Tempat Mesum Kajanglako.com, Kota Jambi - Progres Pembangunan Jembatan Pedestrian dan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:42 WIB

Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar


Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar Kajanglako.com, Bungo - Pemilihan Badan Permusyaratan Dusun (BPD ) di Dusun Empelu Kecamatan Tanah