Minggu, 08 Desember 2019


Senin, 22 Juli 2019 11:35 WIB

Sasar Produksi Padi 845.822 Ton di Tahun 2019, Ini Luas Tanam Padi yang Ditetapkan Fachrori

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Inforial

Gubernur Jambi Fachrori Umar (foto:Kajanglako/Juanda P)

Sasar Produksi Padi 845.822 Ton di Tahun 2019, Ini Luas Tanam Padi yang Ditetapkan Fachrori

Kajanglako.com, Jambi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah menerapkan sasaran luas tanam padi di Provinsi Jambi untuk tahun 2019. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat melalui nawacita Jambi Tuntas, terkait dengan swasembada pangan.



Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan, tahun 2019 ini telah ditetapkan sasaran luas tanam padi yakni 178.234 hektare, dengan sasaran produksi hingga 800 ribu ton lebih

"Tahun 2019 Ini pemerintah telah Menetapkan Sasaran Luas Tanam Padi  Provinsi Jambi seluas 178.234 Hektar dengan sasaran Produksi Mencapai 845.822 Ton,” kata Fachrori.

Untuk mendukung hal tersebut pemerintah telah membuat 4 strategi utama yakni strategi peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian yang merupakan salah satu terobosan dalam upaya intensifikasi pertanian rekayasa sistem tanam berupa pola tanam tumpang sari.

Strategi Kedua yakni Optimalisasi dan Perluasan Areal Tanam yakni dengan Cetak Sawah Baru dan Membangun Jaringan Irigasi. Strategi ketiga Yakni Pengamanan Produksi dan Strategi Ke Empat Penguatan Kelembagaan.(kjcom )

Tidak hanya padi, Gubernur Fachrori yang menyatakan konsen dalam meningkatkan kesejahteraan ini, juga mendukung upaya khusus untuk produksi Jagung dan Kedelai.

Fachrori Umar telah memerintahkan OPD terkait yakni Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan untuk menyusun langkah stategis untuk peningkatkan kesejahteraan petani.

"Upsus Pajale (Padi, Jadung, Kedelai) yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2015 lalu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mensukseskan swasembada padi jagung dan kedelai,” katanya.

Pendampingan atau  pengawalan di tingkat petani untuk ber produksi  disamping perbaikan jaringan irigasi dan sarana pendukung optimalisasi lahan luas area tanam, terus dilakukan pemerintah.

Program Upsus Pajale yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 telah Memberikan hasil Yang Nyata bagi peningkatan Produksi. Berdasarkan data Untuk Produksi Padi Terjadi Kenaikan Yang Sangat Signifikanm dari 541.486 Ton di tahun 2015 Meningkat menjadi 827.874 ton di tahun 2018.

Peningkatan produksi ini sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Nilai tukar petani atau NTP sub sektor tanaman pangan terus meningkat dari 98,91 di tahun 2015 Menjadi 99,69 di tahun 2016. Bahkan NTP Petani jambi Meningkat Menjadi 100,85 Persen di Tahun 2018. Ini Membuktikan Upsus Pajale Telah Berhasil Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. (kjcom/*)


Tag : #jambi #swasembada pangan #[angan #padi #jagung #kedelai #pajele #fachrori #luas tanam padi #pemprov jambi #nawacita #jambi tuntas



Berita Terbaru

 

Sabtu, 07 Desember 2019 13:35 WIB

For Ikan" Pemprov Kejar Angka Konsumsi Ikan Nasional


Kajanglako.com, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (HIN) yang

 

Sabtu, 07 Desember 2019 11:39 WIB

"Ayo Makan ikan", Jambore Forikan ke-6 Provinsi Jambi 2019 Dimeriahkan Ratusan Pelajar


Kajanglako.com, Jambi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi memperingati Jambore Forikan ke-6

 

Sabtu, 07 Desember 2019 10:10 WIB

Komisi IV Sidak RS Plat Merah Raden Mattaher Jambi, ini Hasilnya


Kajanglako.com, Jambi - Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Jambi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit plat merah RSUD Raden mattaher Jambi,

 

Sosok dan Pemikiran
Sabtu, 07 Desember 2019 08:42 WIB

Dawam Rahardjo


Oleh: Manuel Kaisiepo* Dia dikenal sebagai pemikir ekonomi kritis, kaya penguasaan teori, kuat dalam analisis sosial, juga mendalami kajian agama dan filsafat.

 

Ekspedisi Sumatra Tengah 1877
Sabtu, 07 Desember 2019 08:30 WIB

Tambang Emas Telaki


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Mereka berencana untuk mengunjungi tambang emas di Telaki, melalui jalan lama, sementara para kuli membawa