Jumat, 23 Agustus 2019


Selasa, 16 Juli 2019 20:12 WIB

Jambi Kekurangan 24 Ton Cabe Merah Perharinya, Kadisperindag Uraikan Sebabnya

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Bisnis

Jambi Kekurangan 24 Ton Cabe Merah Perharinya, Kadisperindag Uraikan Sebabnya

Kajanglako.com, Jambi – Beberapa pekan terakhir, harga cabe merah di dua pasar besar di Provinsi Jambi yakni Angso Duo dan pasar Talang Banjar, tergolong tinggi dan terus alami kenaikan. Pantauan terkini, harga cabe merah di dua pasar tersebut naik hingga Rp14.000 perkiloanya dari harga Rp56.000 menjadi Rp70.000 per kilogramnya.



Ariasnyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi mengatakan, meroketnya harga cabe tersebut salah disebabkan musim kemarau atau musim kekeringan. Musim kemarau tersebut, juga mempengaruhi hasil produksi ditingkat petani cabe.

"harga cabe ditingkat petani kita masih tinggi, tadi malam harga cabe mencapai Rp 54 ribu sampai Rp 56 ribu perkilonya. Kemudian margin antar, dan sebagainya pagi ini mencapai Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu," kata arisansyah

Provinsi Jambi memasok pasokan dari luar daerah seperti Pulau Jawa Tengah, seperti Mutilang, Magelang, Purworejo, Wates dan sebagainya.

"Kita anggap ini bukan masalah di rantai dagang, kalau permasalahan di rantai dagang kita bisa masuk di rantai perdagangan, dimana titik yang bisa menaikkan harga. Tetapi masalahnya suplaynya yang kurang," katanya.

Menurut Ariasnyah, kebutuhan cabe di Provinsi Jambi mencapai 30 ton perhari, namun akibat musim kemarau ini hanya dapat memasok sekitar 6 ton cabe perharinya,

“kebutuhan cabe di Provinsi Jambi mencapai 30 ton perhari, hanya dapat 6 ton, artinya ada 24 ton cabe perhari belum terpenuhi,” katanya.

Mengatasi harga cabe yang melonjak, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, bisa atau tidak pihaknya membeli langsung cabe ditingkat petani dan melakukan Operasi Pasar (OP) lalu menjualnya ke masyarakat.

"Kita putus rantai distribusi, kita mulai dengan cabe lokal, dan cabe lokal sedang dicari dan ternyata harganya juga sama mahalnya sama di Jawa, Harganya 50 perkilo. Artinya harga cabe ditingkat petani memang masih tinggi," katanya. (kjcom)


Tag : #jambi #komoditi #komoditas #cabe merah #meroket #disperindag #kabar pasar #angso duo #talang banjar



Berita Terbaru

 

Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kamis, 22 Agustus 2019 15:43 WIB

10 Karya Budaya Jambi Ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2019


Kajanglako.com: Sidang Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang berlangsung pada 13 hingga 16 Agutus 2019, di Hotel Millenium, Jakarta,

 

Jemaah Haji
Kamis, 22 Agustus 2019 13:58 WIB

Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal


Dua Jamaah Haji Merangin Dipulangkan Lebih Awal Kajanglako.com, Merangin- Dua orang jemaah haji Kabupaten Merangin dipulangkan lebih awal dari rombongan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 12:49 WIB

Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin


Kinerja Empat OPD Ini Diaudit Inspektorat Merangin Kajanglako.com, Merangin - Inspektorat Merangin mengaudit kinerja empat Organisasi Perangkat Daerah

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:57 WIB

Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH Taman Angrek Jadi Tempat Mesum


Delapan Bulan Terbangkalai, Warga Khawatirkan RTH taman Angrek Jadi Tempat Mesum Kajanglako.com, Kota Jambi - Progres Pembangunan Jembatan Pedestrian dan

 

Kamis, 22 Agustus 2019 11:42 WIB

Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar


Pemilihan BPD Dusun Empelu Ricuh, Surat Suara Dibakar Kajanglako.com, Bungo - Pemilihan Badan Permusyaratan Dusun (BPD ) di Dusun Empelu Kecamatan Tanah