Sabtu, 14 Desember 2019


Selasa, 16 Juli 2019 20:12 WIB

Jambi Kekurangan 24 Ton Cabe Merah Perharinya, Kadisperindag Uraikan Sebabnya

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Bisnis

Jambi Kekurangan 24 Ton Cabe Merah Perharinya, Kadisperindag Uraikan Sebabnya

Kajanglako.com, Jambi – Beberapa pekan terakhir, harga cabe merah di dua pasar besar di Provinsi Jambi yakni Angso Duo dan pasar Talang Banjar, tergolong tinggi dan terus alami kenaikan. Pantauan terkini, harga cabe merah di dua pasar tersebut naik hingga Rp14.000 perkiloanya dari harga Rp56.000 menjadi Rp70.000 per kilogramnya.



Ariasnyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi mengatakan, meroketnya harga cabe tersebut salah disebabkan musim kemarau atau musim kekeringan. Musim kemarau tersebut, juga mempengaruhi hasil produksi ditingkat petani cabe.

"harga cabe ditingkat petani kita masih tinggi, tadi malam harga cabe mencapai Rp 54 ribu sampai Rp 56 ribu perkilonya. Kemudian margin antar, dan sebagainya pagi ini mencapai Rp 68 ribu sampai Rp 70 ribu," kata arisansyah

Provinsi Jambi memasok pasokan dari luar daerah seperti Pulau Jawa Tengah, seperti Mutilang, Magelang, Purworejo, Wates dan sebagainya.

"Kita anggap ini bukan masalah di rantai dagang, kalau permasalahan di rantai dagang kita bisa masuk di rantai perdagangan, dimana titik yang bisa menaikkan harga. Tetapi masalahnya suplaynya yang kurang," katanya.

Menurut Ariasnyah, kebutuhan cabe di Provinsi Jambi mencapai 30 ton perhari, namun akibat musim kemarau ini hanya dapat memasok sekitar 6 ton cabe perharinya,

“kebutuhan cabe di Provinsi Jambi mencapai 30 ton perhari, hanya dapat 6 ton, artinya ada 24 ton cabe perhari belum terpenuhi,” katanya.

Mengatasi harga cabe yang melonjak, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas terkait, bisa atau tidak pihaknya membeli langsung cabe ditingkat petani dan melakukan Operasi Pasar (OP) lalu menjualnya ke masyarakat.

"Kita putus rantai distribusi, kita mulai dengan cabe lokal, dan cabe lokal sedang dicari dan ternyata harganya juga sama mahalnya sama di Jawa, Harganya 50 perkilo. Artinya harga cabe ditingkat petani memang masih tinggi," katanya. (kjcom)


Tag : #jambi #komoditi #komoditas #cabe merah #meroket #disperindag #kabar pasar #angso duo #talang banjar



Berita Terbaru

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:46 WIB

Sidak Limbah PT SGN, Komisi III dan LH Langsung Uji pH


Kajanglako.com, Merangin - Komisi III DPRD Merangin sidak ke PT Sumber Guna Nabati (SGN), Jumat (13/12). Ini merupakan tindak lanjut dari adanya keluhan

 

Jumat, 13 Desember 2019 23:42 WIB

Ketua Organisasi Jurnalis Bungo Kecam Sikap Arogan Oknum Security RSUD H Hanafie


Kajanglako.com, Bungo - Penghalangan peliputan oleh jurnalis di Kabupaten Bungo kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh sucurity RSUD H Hanfie Muara Bungo,

 

Jumat, 13 Desember 2019 16:46 WIB

Dua Tersangka Korupsi Proyek PLTMH Sebesar 2,6 Milyar Diamankan Polres Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Polres Sarolangun merilis tersangka dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLMTH) di Desa Batin Pengambang

 

Jumat, 13 Desember 2019 15:08 WIB

Fachrori Beri Reward Atlet dan Pelatih Berprestasi Popnas XV dan Peparnas IX 2019


Kajanglako.com, Jambi - Penyerahan uang pembinaan kepada atlet dan pelatih berprestasi Provinsi Jambi pada penyelenggaraan Popnas XV dan Peparpenas IX

 

Jumat, 13 Desember 2019 13:15 WIB

Pertamina EP - Polda Jambi Pra Kulaifikasi Porprov Volly Ball 2019


Kajanglako.com, Jambi – Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bola Voli tahun 2019 resmi dibuka langsung oleh KAPOLDA Jambi Irjen Pol