Rabu, 20 November 2019


Rabu, 10 Juli 2019 19:44 WIB

Pegelaran Teater Tonggak Seni Tari Bedeti SAD, Pertahankan Kearifan Lokal

Reporter : Juanda Prayitno
Kategori : Berita

Pegelaran Teater Tonggak Seni Tari Bedeti SAD, Pertahankan Kearifan Lokal

Kajanglako.com, Jambi - Teater Tonggak Jambi hadirkan pertunjukan seni tari asal Suku Anak Dalam (SAD) kelompok Hari yang berada di Desa Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi, di Teater Arena Taman Budaya Jambi (TBJ) Kawasan Sungai Kambang Kota Jambi, Pada Minggu Malam, (14/07).



Pergelaran Tari Bedeti hasil pengolahan Teater Tonggak yang melakukan riset secara langsung sejak Maret 2019 kepada Nurbaiti (81) atau biasa disapa Mak Nur tersebut bekerjasama dengan Pundi Sumatera dan didukung TBJ UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi.

Dari keterangan Raja Rizky Maylando, selaku sutradara sekaligus ketua pelaksana pertunjukan menguraikan bahwa Bedeti merupakan tuturan yang berisi Do'a kepada Sang Pencipta. Disampaikan oleh seorang dukun atau tetua yang berdiri paling depan memimpin prosesi Tari Bederi.

"Kita pantas mempertahankan eksistensi Tari bedeti yang hampir punah, Tari bedeti harus dilestarikan. Pengolahan Tari bedeti yang disajikan merupakan wujud kepedulian kita sebagai pemerhati seni budaya suku anak dalam," kata Raja

Sebelumnya saat Uji Coba Tari Bedeti pada tanggal 05 Juli 2019, Pukul 20.00 WiB di gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi, Mak Nur didampingi Dewi Yunita Widiarti, Direktur program di SSS Pundi Sumatera dan sebagai koordinator proyek SUDUNG menyaksikan langsung pertunjukan.

Hendry Nursal selaku Sekjen Teater mewakili Ketua Teater Tonggak Eso Pamenan, juga menyampaikan apresiasinya pada Mak Nur yang berkenan mewariskan kearifan lokal dan Pundi Sumatera karena dukungan serta kepeduliannya.

"Apresiasi tertinggi kepada Mak Nur, telah memberikan kami Teater Tonggak kesempatan untuk belajar dan bersedia mewariskan seni budaya yang merupakan kekayaan lokal"kata Hendry.

Moment Uji Coba, Mak Nur memberikan masukan dan perbaikan-perbaikan yang menurutnya kurang atau ada yang tertinggal. Mak Nur masih sangat lancar mencontohkan Seni Bertutur, juga menampilkan gerakan-gerakan Tari. Namun sudah mulai terasa minim artikulasi pengucapan dan mudah lelah mengingat faktor Usia.

Semangat Mak Nur tetap tergambar karena adanya keinginan untk mewariskan seni dan budaya asli keturunan kepada generasi muda saat ini, sebab di daerah asalnya saat ini sudah mulai ditinggalkan bahkan kata Mak Nur sudah tidak ada lagi yang bisa bertutur.

"Sudah tidak ada lagi yang bisa bertutur seperti saya, Tari Bedeti sudah ditinggalkan," kata Mak Nur Singkat. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Selasa, 19 November 2019 21:57 WIB

MFA Sebut Ada Hubungan Erat dengan PKB Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini ada tiga Bacalon Bupati Batanghari yang sudah mengambil formulir penjaringan di kantor DPC PKB Batanghari,

 

Selasa, 19 November 2019 21:44 WIB

Razia Tiga Kecamatan di Batanghari, 143 Botol Miras Diamankan Petugas


Kajanglako.com, Batanghari - Satpol-pp Batanghari bersama tim gabungan Polri, Kejaksaan, BNN dan Pengadilan Negeri, Selasa (19/11), merazia sejumlah tempat

 

Selasa, 19 November 2019 17:36 WIB

Tampil Maksimal, Zian Goncang Smansa Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Berbagai macam penampilan disuguhkan pelajar SMAN I Batanghari pada acara Pensi yang juga sekaligus memperingati hari jadi

 

Selasa, 19 November 2019 16:34 WIB

Rumah Hariyah Ludes Dilahap Sijago Merah


Kajanglako.com, Sarolangun- Rumah semi permanen milik Hariyah di RT 07 Desa Lubuk Resam Ilir Kecamatan Cermin Nan Gedang, Senin (18/11) malam, ludes dilalap

 

Selasa, 19 November 2019 15:09 WIB

Siap Siaga Antisipasi Banjir, Pemprov dan Stakeholder Bersinergi


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M.Dianto, mengemukakan, sebelum datangnya musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jambi