Jumat, 24 Januari 2020


Selasa, 09 Juli 2019 11:48 WIB

Terus Jalin Mitra dengan BKSDA, PT LAJ Komitmen Konservasi Polulasi Gajah Sumatera

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Berita

Suasana diskusi dan ngobrol santai antara BKSDA, PT LAJ dan Media, membahas tentang konservasi Gajah Sumatera. (Foto:Kajanglako/Arman)

Terus Jalin Mitra dengan BKSDA, PT LAJ Komitmen Konservasi Polulasi Gajah Sumatera

Kajanglako.com, Jambi – Setelah resmi menjadi mitra pemerintah melalaui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) beberapa tahun lalu, PT. Lestari  Asri Jaya (LAJ) berkomitmen untuk melakukan konservasi populasi Gajah Sumatera khusunya di wilayah Kabupaten Tebo.



Hal itu disampaikan langsung oleh Direktut PR LAJ Meizani Irmadhiany dalam acara ngobrol santai dengan media dan BKSDA, Senin (08/07) di salah satu cafe di Kota Jambi.

Meizani mengatakan, kendati PT LAJ bergerak di bidang pengembangan karet alam berkelanjutan dengan area seluas 61.000 hektare, namun pihaknya juga berkomitmen memberikan porsi sebagai area konservasi, salah satunya untuk menjaga populasi Gajah Sumatera yang ada di Tebo.

"Salah satu komitmen LAJ dalam konservasi diwujudkan dalam Wildlife Conservation Area (WCA) yang merupakan area konservasi dan produksi, inisiatif LAJ bekerjasama dengan WWF yang bertujuan untuk memberikan area jelajah bagi Gajah Sumatra yang terancam punah," kata Meizani.

Lanjutnya, kawasan WCA memiliki luas total 9.700 hektar. Lokasi WCA berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan berperan sebagai kawasan penyangga di bagian selatan TNBT yang menjadi habitat bagi berbagai satwaliar dan keanekaragaman hayati. 

"Lansekap Bukit Tigapuluh adalah kantung gajah terbesar di Sumatra. Diperkirakan terdapaf kurang lebih 150 gajah dalam kawasan ini," katanya.

LAJ saat ini, kata Meizani, bekerjasama dengan TNBT untuk memperkuat kawasan penyangga TNBT melalui kegiatan perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui inisiatif WCA, LAJ dan mitranya berupaya membangun bersama program jangka panjang untuk menyediakan wilayah jelajah bagi gajah Sumatra yang terancam punah dan memitigasi terjadinya konflik gajah-manusia.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi juga tengah mengembangkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) untuk koridor gajah di area Bukit Tigapuluh. Dalam hal ini, WCA direncanakan menjadi bagian di dalamnya. 

Terkait ini juga, Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmad Saleh mengatakan BKSDA Provinsi Jambi juga menggandeng berbagai pihak termasuk PT LAJ dalam upaya perlindungan terhadap gajah secara berkesinambungan.

"Pemerintah berkomitmen untuk melindungi ekosistem gajah dan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan agar lebih efektif dan berkelanjutan," katanya. (Kjcom)


Tag : #jambi #bksda #pt laj #LAJ #PT LAJ #Gajah #Populasi gajah #gajah sumatera



Berita Terbaru

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:51 WIB

Jambi Tuan Rumah PWN 2020, Fachrori: Kita Alokasikan Rp 5,8 M


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi pada pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN)

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:45 WIB

Fachrori Dorong Ajang Kreatif Seni Siswa Jenjang SMA/SMK


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar berkesempatan membuka Ajang Kreatif Seni Siswa 2020 (AKSI) di Lapangan Upacara SMAN 1 Kota Jambi,

 

Kamis, 23 Januari 2020 20:41 WIB

Gubernur Cup 2020 Sukses, Fachrori: Upayakan Peningkatan Pembinaan Sepak Bola Jambi


Kajanglako.com, Jambi - Gubernur Jambi Fachrori Umar menutup Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Tahun 2020, yang diselenggarakan di Stadion Tri Lomba Juang

 

Kamis, 23 Januari 2020 19:35 WIB

Aksi Massa Berujung Penyegelan Gerbang Masuk Kantor DPRD Sarolangun


Kajanglako.com, Sarolangun - Aksi demonstrasi warga 12 desa di Mandiangin yang menduduki kantor Bupati Sarolangun Kamis(23/1/20) pagi, berujung pada penyegelan

 

Kamis, 23 Januari 2020 18:20 WIB

Hari Ketiga Aksi, Warga Mandiangin Bertahan Duduki Kantor Bupati


Kajanglako.com, Sarolangun - Hingga memasuki hari ketiga menggelar demonstrasi, tuntutan warga dari 12 desa di Kecamatan Mandiangin yang menduduki kantor