Rabu, 20 November 2019


Selasa, 09 Juli 2019 11:48 WIB

Terus Jalin Mitra dengan BKSDA, PT LAJ Komitmen Konservasi Polulasi Gajah Sumatera

Reporter : Arman Mandaloni
Kategori : Berita

Suasana diskusi dan ngobrol santai antara BKSDA, PT LAJ dan Media, membahas tentang konservasi Gajah Sumatera. (Foto:Kajanglako/Arman)

Terus Jalin Mitra dengan BKSDA, PT LAJ Komitmen Konservasi Polulasi Gajah Sumatera

Kajanglako.com, Jambi – Setelah resmi menjadi mitra pemerintah melalaui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) beberapa tahun lalu, PT. Lestari  Asri Jaya (LAJ) berkomitmen untuk melakukan konservasi populasi Gajah Sumatera khusunya di wilayah Kabupaten Tebo.



Hal itu disampaikan langsung oleh Direktut PR LAJ Meizani Irmadhiany dalam acara ngobrol santai dengan media dan BKSDA, Senin (08/07) di salah satu cafe di Kota Jambi.

Meizani mengatakan, kendati PT LAJ bergerak di bidang pengembangan karet alam berkelanjutan dengan area seluas 61.000 hektare, namun pihaknya juga berkomitmen memberikan porsi sebagai area konservasi, salah satunya untuk menjaga populasi Gajah Sumatera yang ada di Tebo.

"Salah satu komitmen LAJ dalam konservasi diwujudkan dalam Wildlife Conservation Area (WCA) yang merupakan area konservasi dan produksi, inisiatif LAJ bekerjasama dengan WWF yang bertujuan untuk memberikan area jelajah bagi Gajah Sumatra yang terancam punah," kata Meizani.

Lanjutnya, kawasan WCA memiliki luas total 9.700 hektar. Lokasi WCA berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan berperan sebagai kawasan penyangga di bagian selatan TNBT yang menjadi habitat bagi berbagai satwaliar dan keanekaragaman hayati. 

"Lansekap Bukit Tigapuluh adalah kantung gajah terbesar di Sumatra. Diperkirakan terdapaf kurang lebih 150 gajah dalam kawasan ini," katanya.

LAJ saat ini, kata Meizani, bekerjasama dengan TNBT untuk memperkuat kawasan penyangga TNBT melalui kegiatan perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui inisiatif WCA, LAJ dan mitranya berupaya membangun bersama program jangka panjang untuk menyediakan wilayah jelajah bagi gajah Sumatra yang terancam punah dan memitigasi terjadinya konflik gajah-manusia.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi juga tengah mengembangkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) untuk koridor gajah di area Bukit Tigapuluh. Dalam hal ini, WCA direncanakan menjadi bagian di dalamnya. 

Terkait ini juga, Kepala BKSDA Provinsi Jambi, Rahmad Saleh mengatakan BKSDA Provinsi Jambi juga menggandeng berbagai pihak termasuk PT LAJ dalam upaya perlindungan terhadap gajah secara berkesinambungan.

"Pemerintah berkomitmen untuk melindungi ekosistem gajah dan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan agar lebih efektif dan berkelanjutan," katanya. (Kjcom)


Tag : #jambi #bksda #pt laj #LAJ #PT LAJ #Gajah #Populasi gajah #gajah sumatera



Berita Terbaru

 

Selasa, 19 November 2019 21:57 WIB

MFA Sebut Ada Hubungan Erat dengan PKB Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Hingga saat ini ada tiga Bacalon Bupati Batanghari yang sudah mengambil formulir penjaringan di kantor DPC PKB Batanghari,

 

Selasa, 19 November 2019 21:44 WIB

Razia Tiga Kecamatan di Batanghari, 143 Botol Miras Diamankan Petugas


Kajanglako.com, Batanghari - Satpol-pp Batanghari bersama tim gabungan Polri, Kejaksaan, BNN dan Pengadilan Negeri, Selasa (19/11), merazia sejumlah tempat

 

Selasa, 19 November 2019 17:36 WIB

Tampil Maksimal, Zian Goncang Smansa Batanghari


Kajanglako.com, Batanghari - Berbagai macam penampilan disuguhkan pelajar SMAN I Batanghari pada acara Pensi yang juga sekaligus memperingati hari jadi

 

Selasa, 19 November 2019 16:34 WIB

Rumah Hariyah Ludes Dilahap Sijago Merah


Kajanglako.com, Sarolangun- Rumah semi permanen milik Hariyah di RT 07 Desa Lubuk Resam Ilir Kecamatan Cermin Nan Gedang, Senin (18/11) malam, ludes dilalap

 

Selasa, 19 November 2019 15:09 WIB

Siap Siaga Antisipasi Banjir, Pemprov dan Stakeholder Bersinergi


Kajanglako.com, Jambi - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M.Dianto, mengemukakan, sebelum datangnya musim hujan, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jambi